TEMPUREJO, Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait menyalurkan semangat dan motivasi tinggi kepada ratusan siswa-siswi SMPN 1 Tempurejo, Jember.
Hal itu sampaikan saat merealisasikan salah satu program andalannya, Bupati Ngantor di Desa/Kelurahan (Bunga Desaku) Jilid 8 Kecamatan Tempurejo, Jember, Sabtu (13/12).
Di hadapan ratusan pelajar saat itu, ia menegaskan bahwa masa depan dan kemajuan Indonesia bertumpu pada kualitas pendidikan yang mereka tempuh.
"Kalau ingin melihat negara tercinta ini maju, maka kuncinya ada di adik-adik. Maka adik-adik ini harus mengenyam pendidikan yang setinggi-tingginya," serunya.
Gus Fawait, sapaan akrab dia, menepis anggapan bahwa pendidikan tinggi hanyalah impian bagi anak-anak di pedesaan.
Ia menekankan bahwa banyak pemimpin sukses lahir dari daerah terpencil berkat ilmu.
Pemerintah Kabupaten Jember sendiri, lanjut dia, telah menyiapkan jalan bagi para pemuda melalui program beasiswa yang terbuka luas untuk menempuh pendidikan di berbagai kampus di seluruh Indonesia.
"Kami siapkan beasiswa kuliah dari Pemkab Jember untuk anak-anak Jember yang kuliah di seluruh kampus di Indonesia," tegasnya.
Lebih lanjut, Gus Fawait juga memotivasi para pelajar saat itu agar betul-betul memperhatikan perencanaan di masa depan, khususnya saat hendak memasuki usia pernikahan.
Menyikapi tingginya angka stunting dan kematian ibu melahirkan di Jember, Gus Fawait, secara khusus meminta para siswa untuk tidak terburu-buru menikah segera setelah lulus sekolah.
Ia menggarisbawahi pentingnya perencanaan pernikahan pada usia terbaik, yakni antara 21 hingga 35 tahun.
"Perencanaan usia pernikahan yang matang merupakan salah satu solusi fundamental untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak," jelas dia.
Baca Juga: Bupati Fawait Gerak Cepat! Harga Tiket Pantai Papuma Dinilai Mencekik, Target Turun Bulan Ini
Ia menambahkan, sejauh ini program-program prioritas pemerintah, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Presiden Prabowo Subianto, juga diyakininya menjadi solusi, mengeluarkan Indonesia dari masalah stunting dan meningkatkan derajat kehidupan masyarakat. (mau)
Editor : M. Ainul Budi