alexametrics
27.8 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Ada Sekolah yang Sudah Gelar PTM

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Dinas Pendidikan mengungkapkan bahwa ada sekolah swasta di bawah naungan Kementerian Agama yang telah melakukan PTM. Hal ini memberikan dampak terhadap minat wali murid untuk mendaftarkan siswanya di sekolah negeri di bawah Dinas Pendidikan. Tidak sedikit yang memutuskan untuk memindahkan anaknya ke sekolah swasta yang telah melakukan PTM.

Keluhan ini disampaikan oleh Dinas Pendidikan melalui rapat dengar pendapat di Komisi D DPRD. “Permasalahannya muncul manakala sekolah telah melakukan PTM. Lalu, wali murid menggeser muridnya ke madrasah,” ungkap Wakil Ketua Komisi D Nur Hasan.

Pihaknya juga mengungkapkan, belakangan ada sekolah swasta yang telah melakukan PTM secara sembunyi-sembunyi. Mekanismenya, murid masuk di rumah guru, di musala, atau bahkan di sekolah namun tidak mengenakan seragam sekolah. Hal ini lumrah terjadi di perdesaan. Namun, untuk di wilayah kota hal demikian sangat jarang. “Apa pun alasannya, PTM tetap harus dilakukan secara bersama-sama. Karena risiko terpapar anak yang dikhawatirkan,” lanjutnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meski demikian, hingga kini pihaknya belum menerima laporan terkait hal tersebut. Meski begitu, dia menegaskan bahwa anak-anak yang bermain di rumahnya memiliki risiko tertular cukup besar. Sama halnya ketika melakukan PTM.

“Jadi, sebenarnya aturan yang ada harus kita lakukan. Apalagi Jember masuk level 4. Jadi, memang tidak diperbolehkan untuk PTM,” tegasnya.

- Advertisement -

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Dinas Pendidikan mengungkapkan bahwa ada sekolah swasta di bawah naungan Kementerian Agama yang telah melakukan PTM. Hal ini memberikan dampak terhadap minat wali murid untuk mendaftarkan siswanya di sekolah negeri di bawah Dinas Pendidikan. Tidak sedikit yang memutuskan untuk memindahkan anaknya ke sekolah swasta yang telah melakukan PTM.

Keluhan ini disampaikan oleh Dinas Pendidikan melalui rapat dengar pendapat di Komisi D DPRD. “Permasalahannya muncul manakala sekolah telah melakukan PTM. Lalu, wali murid menggeser muridnya ke madrasah,” ungkap Wakil Ketua Komisi D Nur Hasan.

Pihaknya juga mengungkapkan, belakangan ada sekolah swasta yang telah melakukan PTM secara sembunyi-sembunyi. Mekanismenya, murid masuk di rumah guru, di musala, atau bahkan di sekolah namun tidak mengenakan seragam sekolah. Hal ini lumrah terjadi di perdesaan. Namun, untuk di wilayah kota hal demikian sangat jarang. “Apa pun alasannya, PTM tetap harus dilakukan secara bersama-sama. Karena risiko terpapar anak yang dikhawatirkan,” lanjutnya.

Meski demikian, hingga kini pihaknya belum menerima laporan terkait hal tersebut. Meski begitu, dia menegaskan bahwa anak-anak yang bermain di rumahnya memiliki risiko tertular cukup besar. Sama halnya ketika melakukan PTM.

“Jadi, sebenarnya aturan yang ada harus kita lakukan. Apalagi Jember masuk level 4. Jadi, memang tidak diperbolehkan untuk PTM,” tegasnya.

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Dinas Pendidikan mengungkapkan bahwa ada sekolah swasta di bawah naungan Kementerian Agama yang telah melakukan PTM. Hal ini memberikan dampak terhadap minat wali murid untuk mendaftarkan siswanya di sekolah negeri di bawah Dinas Pendidikan. Tidak sedikit yang memutuskan untuk memindahkan anaknya ke sekolah swasta yang telah melakukan PTM.

Keluhan ini disampaikan oleh Dinas Pendidikan melalui rapat dengar pendapat di Komisi D DPRD. “Permasalahannya muncul manakala sekolah telah melakukan PTM. Lalu, wali murid menggeser muridnya ke madrasah,” ungkap Wakil Ketua Komisi D Nur Hasan.

Pihaknya juga mengungkapkan, belakangan ada sekolah swasta yang telah melakukan PTM secara sembunyi-sembunyi. Mekanismenya, murid masuk di rumah guru, di musala, atau bahkan di sekolah namun tidak mengenakan seragam sekolah. Hal ini lumrah terjadi di perdesaan. Namun, untuk di wilayah kota hal demikian sangat jarang. “Apa pun alasannya, PTM tetap harus dilakukan secara bersama-sama. Karena risiko terpapar anak yang dikhawatirkan,” lanjutnya.

Meski demikian, hingga kini pihaknya belum menerima laporan terkait hal tersebut. Meski begitu, dia menegaskan bahwa anak-anak yang bermain di rumahnya memiliki risiko tertular cukup besar. Sama halnya ketika melakukan PTM.

“Jadi, sebenarnya aturan yang ada harus kita lakukan. Apalagi Jember masuk level 4. Jadi, memang tidak diperbolehkan untuk PTM,” tegasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/