Tumbuhkan Semangat Bersaing Usaha, Dua PKM STIE Widya Gama Lumajang

STIE WIDYA GAMA FOR RAME PRAKTIK:  Inovasi jamur tiram, bagian  dari PKM Inovasi Produk Olahan Jamur Tiram  Industri Rumah Tangga di Kecamatan Kedungjajang binaan STIE Widya Gama.

RADARJEMBER.ID-Dua Program Kemitraan Masyarakat (PKM)  STIE Widya Gama Lumajang yang memperoleh hibah dari Kemenristek Dikti untuk tahun pelaksanaan 2018  mampu  menumbuhkan semangat bersaing usaha dengan para mitra.

IKLAN

Dua PKM ini adalah  PKM Inovasi Produk Olahan Jamur Tiram  Industri Rumah Tangga di Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang. Dengan pembimbing Zainul Hidayat SE MM dan Sukma Irdiana SEMM. Kedua PKM Kelompok Usaha Tas Unik Berbahan Baku Sampah Plastik Di Desa Karangsono, Kabupaten Jember dengan pembimbing Khoirul Ifa SE MSi dan  Tri Palupi Robustin SE MM.  Para mitra ini  mengaku semangat bersaing dalam usaha semakin tinggi  dan semakin percaya diri dalam mengembangkan usahanya.

BERI BANTUAN: Penyerahan bantuan alat kepada Mitra pada PKM Kelompok Usaha Tas Unik Berbahan Baku Sampah Plastik Di Desa Karangsono  Kabupaten Jember.

Inovasi jamur tiram berangkat dari adanya kenyataan persepsi sebagian masyarakat Jamur    identik dengan parasit yang   membahayakan  bagi yang mengonsumsinya. Padahal dari sisi kandungannya jamur  tiram khususnya  sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. Di sisi lain, Kabupaten Lumajang selama ini selalu identik dengan pisang, padahal untuk tumbuh kembang jamur  sangat  mendukung.

Sehingga sangatlah sayang kalau tidak dikembangkan. PKM inovasi produk olahan jamur tiram industri rumah tangga di Kecamatan Kedungjajang Kabupaten menggandeng dua mitra untuk lebih mengembangkan jamur. ”Bukan lagi sebagai asupan masak memasak saja namun juga untuk lainnya,” kata Zainul Hidayat, ketua PKM inovasi produk olahan jamur tiram  industri rumah tangga di Kecamatan Kedungjajang Kabupaten. Misalnya, untuk kripik, crispy maupun Burger Jamur.

Maka, PKM ini menggandeng kelompok mitra yaitu Dedy Jamur dan Hanik untuk melakukan  pengembangan produk. Sejumlah pelatihan digelar, diantaranya pelatihan manajemen inovasi, manajemen sumber daya manusia, manajemen pemasaran dan manajemen keuangan dan praktik inovasi produk berbahan baku komoditi jamur tiram. Bukan hanya pada pelatihan, PKM ini memberikan bantuan peralatan kepada mitra. Yaitu  peralatan mixer, autoclave, oven, dan mixer adonan kue.

Dedy, mitra PKM mengakui adanya  pelatihan dan  bantuan peralatan ini semakin menambah  semangat untuk bersaing. “Setelah  bermitra dengan PKM ini justru tumbuh rasa semangat  mampu bersaing dan lebih mampu melayani permintaan konsumen,” katanya.

Sementara itu, tas sampah unik dikembangkan PKM kelompok usaha tas unik berbahan baku sampah plastik di Desa Karangsono, Kabupaten Jember. Justru dari bahan sampah plastik ini  disulap menjadi  tas unik yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.

PKM ini menggandeng mitra Muhali, pemilik usaha kerajinan tas berbahan baku sampah plastik, yang beralamat di Dusun Dungdowo, Desa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember. Mitra selanjutnya, Heri Harsono sebagai pemilik kerajinan tangan produk rumah tangga (UD Jaya Mandiri) yang beralamat di Tutul Krajan RT 01 RW 09 Desa Tutul, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember.

Sejumlah pelatihan digelar. Yaitu pelatihan manajemen keuangan sederhana, pelatihan kewirausahaan, pelatihan manajemen sumber daya manusia, pelatihan teknik inovasi produk dan pelatihan manajemen pemasaran serta praktik design, inovasi dan varians produk.  Kemudian bantuan peralatan berupa mesin pemotong ring gelas plastik dan mesin jahit modern. Dan juga kegiatan pendampingan pemasaran oleh mitra 2, kegiatan ini dilaksanakan pada 08 Juni 2018. Pendampingan pemasaran dilaksanakan baik offline maupun online.

Reporter : Hafid Asnan
Editor : Narto
Editor Bahasa: Yerri A Aji

Reporter :

Fotografer :

Editor :