alexametrics
21.9 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Siswa MTs NU Albadar Bukan Tumbal, Dijamin Lulus!

Kepala Baru MTs NU Albadar Demo Kemenag

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah massa menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jember, kemarin (30/5). Mereka menuntut kasus dualisme Kepala MTs NU Albadar segera diselesaikan.

Akibat dualisme kepala madrasah (kepma) ini telah tercipta “kubu-kubuan” antara kepma lama dengan kepma baru. Hal ini berpengaruh terhadap warga di Dusun Loji, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, yang juga ikut terbelah menjadi dua kubu.

Pagi kemarin, Kepala MTs NU Albadar yang baru, Lukman Syah, turun aksi dan sempat berorasi. Menurutnya, perpecahan itu dilatarbelakangi ketidaktegasan Kemenag dalam mengatasi kasus yang terjadi di MTs NU Albadar. “Kemenag membiarkan kedua kubu sama-sama beroperasi setiap hari,” kata Lukman.

Hasil Ujian 23 Siswa MTs NU Albadar Tak Diakui

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia dan warga yang berada di pihaknya menuntut agar Kemenag turun tangan, menyelesaikan konflik, agar tidak terus berlarut-larut. “Sekarang korbannya bukan hanya siswa, tapi masyarakat terpecah belah,” tambah Lukman.

Pihaknya juga meminta Kemenag untuk menghentikan operasional Kepala MTs NU Albadar yang lama, Sohibul Qirom. Pihaknya menilai kepma lama melanggar aturan. “Hentikan operasional sekolah kepma lama,” tuntut Lukman.

Aksi pagi itu ditemui Kepala Seksi Pendidikan dan Madrasah Kemenag Faisol Abrari. Mereka pun sempat mediasi. Namun, hasilnya belum memuaskan massa yang datang. “Kami akan segera upayakan untuk menyelesaikan konflik ini,” kata Faisol Abrari. Dia pun akan mengupayakan mediasi antara kepma baru dengan kepma lama.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah massa menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jember, kemarin (30/5). Mereka menuntut kasus dualisme Kepala MTs NU Albadar segera diselesaikan.

Akibat dualisme kepala madrasah (kepma) ini telah tercipta “kubu-kubuan” antara kepma lama dengan kepma baru. Hal ini berpengaruh terhadap warga di Dusun Loji, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, yang juga ikut terbelah menjadi dua kubu.

Pagi kemarin, Kepala MTs NU Albadar yang baru, Lukman Syah, turun aksi dan sempat berorasi. Menurutnya, perpecahan itu dilatarbelakangi ketidaktegasan Kemenag dalam mengatasi kasus yang terjadi di MTs NU Albadar. “Kemenag membiarkan kedua kubu sama-sama beroperasi setiap hari,” kata Lukman.

Hasil Ujian 23 Siswa MTs NU Albadar Tak Diakui

Dia dan warga yang berada di pihaknya menuntut agar Kemenag turun tangan, menyelesaikan konflik, agar tidak terus berlarut-larut. “Sekarang korbannya bukan hanya siswa, tapi masyarakat terpecah belah,” tambah Lukman.

Pihaknya juga meminta Kemenag untuk menghentikan operasional Kepala MTs NU Albadar yang lama, Sohibul Qirom. Pihaknya menilai kepma lama melanggar aturan. “Hentikan operasional sekolah kepma lama,” tuntut Lukman.

Aksi pagi itu ditemui Kepala Seksi Pendidikan dan Madrasah Kemenag Faisol Abrari. Mereka pun sempat mediasi. Namun, hasilnya belum memuaskan massa yang datang. “Kami akan segera upayakan untuk menyelesaikan konflik ini,” kata Faisol Abrari. Dia pun akan mengupayakan mediasi antara kepma baru dengan kepma lama.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah massa menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jember, kemarin (30/5). Mereka menuntut kasus dualisme Kepala MTs NU Albadar segera diselesaikan.

Akibat dualisme kepala madrasah (kepma) ini telah tercipta “kubu-kubuan” antara kepma lama dengan kepma baru. Hal ini berpengaruh terhadap warga di Dusun Loji, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, yang juga ikut terbelah menjadi dua kubu.

Pagi kemarin, Kepala MTs NU Albadar yang baru, Lukman Syah, turun aksi dan sempat berorasi. Menurutnya, perpecahan itu dilatarbelakangi ketidaktegasan Kemenag dalam mengatasi kasus yang terjadi di MTs NU Albadar. “Kemenag membiarkan kedua kubu sama-sama beroperasi setiap hari,” kata Lukman.

Hasil Ujian 23 Siswa MTs NU Albadar Tak Diakui

Dia dan warga yang berada di pihaknya menuntut agar Kemenag turun tangan, menyelesaikan konflik, agar tidak terus berlarut-larut. “Sekarang korbannya bukan hanya siswa, tapi masyarakat terpecah belah,” tambah Lukman.

Pihaknya juga meminta Kemenag untuk menghentikan operasional Kepala MTs NU Albadar yang lama, Sohibul Qirom. Pihaknya menilai kepma lama melanggar aturan. “Hentikan operasional sekolah kepma lama,” tuntut Lukman.

Aksi pagi itu ditemui Kepala Seksi Pendidikan dan Madrasah Kemenag Faisol Abrari. Mereka pun sempat mediasi. Namun, hasilnya belum memuaskan massa yang datang. “Kami akan segera upayakan untuk menyelesaikan konflik ini,” kata Faisol Abrari. Dia pun akan mengupayakan mediasi antara kepma baru dengan kepma lama.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/