alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

UIN KHAS Jember Siap Sambut Mahasiswa

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setelah proses yang panjang, kini IAIN Jember resmi beralih status menjadi Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS). Ini sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia (PP) Nomor 44 Tahun 2021 yang ditetapkan pada 11 Mei lalu.

Hingga kini, kampus yang berada di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, itu masih menjalani transisi perangkat-perangkat yang ada secara legal. Wakil Rektor 1 UIN KHAS Prof D. Miftah Arifin menjelaskan, proses transisi itu akan memakan waktu hingga kurang lebih empat bulan.

Menurut Miftah, yang menjadi tugas hingga saat ini adalah terbitnya organisasi dan tata kerja (oraker) dan terbit status UIN KHAS. Sebab, dalam prosesnya terdapat seperangkat organisasi untuk disahkan atau dikeluarkan. Kedua aspek inilah yang menjadi dasar pengelolaan UIN KHAS.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tentunya, lanjut dia, proses ini akan melibatkan banyak pihak. “Kalau persiapan status dan oraker sudah. Ya prosesnya ini melibatkan banyak pihak. Mulai dari Kementerian Agama, KemenPANRB, dan lainnya,” Imbuh Miftah.

Jika proses tersebut sudah dilalui, maka launching secara resmi dapat dilakukan. Targetnya, status baru ini dapat diresmikan pada tahun ajaran baru, dan jika aturan hukum secara de jure dan de facto sudah dikantongi. “Targetnya dua bulan,” imbuhnya.

Dengan adanya status baru ini, maka persiapan rencana kampus cabang di Lumajang akan lebih leluasa untuk segera dirampungkan. Walaupun hingga saat ini pihak kampus masih dalam proses mengajukan proposal. Selain itu, kampus juga akan lebih leluasa untuk membuka beberapa program studi baru, asalkan memiliki SDM yang memadai.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setelah proses yang panjang, kini IAIN Jember resmi beralih status menjadi Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS). Ini sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia (PP) Nomor 44 Tahun 2021 yang ditetapkan pada 11 Mei lalu.

Hingga kini, kampus yang berada di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, itu masih menjalani transisi perangkat-perangkat yang ada secara legal. Wakil Rektor 1 UIN KHAS Prof D. Miftah Arifin menjelaskan, proses transisi itu akan memakan waktu hingga kurang lebih empat bulan.

Menurut Miftah, yang menjadi tugas hingga saat ini adalah terbitnya organisasi dan tata kerja (oraker) dan terbit status UIN KHAS. Sebab, dalam prosesnya terdapat seperangkat organisasi untuk disahkan atau dikeluarkan. Kedua aspek inilah yang menjadi dasar pengelolaan UIN KHAS.

Tentunya, lanjut dia, proses ini akan melibatkan banyak pihak. “Kalau persiapan status dan oraker sudah. Ya prosesnya ini melibatkan banyak pihak. Mulai dari Kementerian Agama, KemenPANRB, dan lainnya,” Imbuh Miftah.

Jika proses tersebut sudah dilalui, maka launching secara resmi dapat dilakukan. Targetnya, status baru ini dapat diresmikan pada tahun ajaran baru, dan jika aturan hukum secara de jure dan de facto sudah dikantongi. “Targetnya dua bulan,” imbuhnya.

Dengan adanya status baru ini, maka persiapan rencana kampus cabang di Lumajang akan lebih leluasa untuk segera dirampungkan. Walaupun hingga saat ini pihak kampus masih dalam proses mengajukan proposal. Selain itu, kampus juga akan lebih leluasa untuk membuka beberapa program studi baru, asalkan memiliki SDM yang memadai.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setelah proses yang panjang, kini IAIN Jember resmi beralih status menjadi Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS). Ini sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia (PP) Nomor 44 Tahun 2021 yang ditetapkan pada 11 Mei lalu.

Hingga kini, kampus yang berada di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, itu masih menjalani transisi perangkat-perangkat yang ada secara legal. Wakil Rektor 1 UIN KHAS Prof D. Miftah Arifin menjelaskan, proses transisi itu akan memakan waktu hingga kurang lebih empat bulan.

Menurut Miftah, yang menjadi tugas hingga saat ini adalah terbitnya organisasi dan tata kerja (oraker) dan terbit status UIN KHAS. Sebab, dalam prosesnya terdapat seperangkat organisasi untuk disahkan atau dikeluarkan. Kedua aspek inilah yang menjadi dasar pengelolaan UIN KHAS.

Tentunya, lanjut dia, proses ini akan melibatkan banyak pihak. “Kalau persiapan status dan oraker sudah. Ya prosesnya ini melibatkan banyak pihak. Mulai dari Kementerian Agama, KemenPANRB, dan lainnya,” Imbuh Miftah.

Jika proses tersebut sudah dilalui, maka launching secara resmi dapat dilakukan. Targetnya, status baru ini dapat diresmikan pada tahun ajaran baru, dan jika aturan hukum secara de jure dan de facto sudah dikantongi. “Targetnya dua bulan,” imbuhnya.

Dengan adanya status baru ini, maka persiapan rencana kampus cabang di Lumajang akan lebih leluasa untuk segera dirampungkan. Walaupun hingga saat ini pihak kampus masih dalam proses mengajukan proposal. Selain itu, kampus juga akan lebih leluasa untuk membuka beberapa program studi baru, asalkan memiliki SDM yang memadai.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/