alexametrics
23.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Tak Perlu Simulasi, Langsung Tatap Muka

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan ujian sekolah kini menjadi syarat ketentuan kelulusan. Secara teknis, sekolah memiliki kewenangan untuk menentukan soal-soal ujian. Agar pelaksanaannya efektif, Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember berencana memberlakukan ujian langsung alias tatap muka. Bahkan, untuk mempercepat rencana itu, pihak dinas tidak melakukan simulasi terlebih dulu, seperti sebelum-sebelumnya.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember, ujian itu berlangsung bertahap sesuai jenjang pendidikannya. Untuk jenjang SD, ujian bakal dilaksanakan 26-30 April. Ujian susulannya pada 3-4 Mei. Sementara untuk jenjang SMP, dilaksanakan 29 April hingga 4 Mei. “Kami upayakan untuk dilakukan secara tatap muka di sekolah. Rencananya, hari ini kami akan mengirimkan surat izin kepada bupati,” kata Nur Hamid, Kepala Bidang SMP Dispendik Jember, kemarin (30/3).

Sebelum pelaksanaan ujian sekolah, pihaknya berharap izin untuk tatap muka sudah mendapat lampu hijau. Untuk mempercepat, tidak ada skema simulasi tatap muka seperti yang dilakukan sebelum-sebelumnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Nur Hamid mengungkapkan, pertengahan April akan dilakukan tatap muka. Sebelum dilaksanakan ujian sekolah, siswa akan diberi penguatan materi. Tidak seperti try out yang biasa dilakukan sebelum ujian berlangsung. Namun, lebih pada mengulas kisi-kisi soal. “Pelaksanaannya selama seminggu atau 10 hari sebelum ujian berlangsung,” imbuh Nur Hamid.

Secara teknis, ujian sekolah dapat dilakukan secara daring. Namun, lokasinya tetap di sekolah menggunakan laboratorium komputer. Sekolah juga dapat melangsungkan secara manual, yakni dengan kertas. “Sifatnya fleksibel. Keputusan ada pada sekolah,” ujarnya.

Nur Hadi optimists, dalam minggu-minggu ini sekolah tatap muka sudah bisa dilaksanakan. Untuk jenjang SMP, 100 persen sekolah mengajukan tatap muka. Namun, dalam penerapannya nanti akan berlangsung secara ketat. Misalnya dengan pembatasan tempat duduk siswa, serta yang boleh melakukan tatap muka hanya siswa kelas akhir. “Nanti duduknya by name. Jadi, satu bangku ya milik anak itu. Harus tetap duduk di situ. Tidak boleh pindah-pindah,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan ujian sekolah kini menjadi syarat ketentuan kelulusan. Secara teknis, sekolah memiliki kewenangan untuk menentukan soal-soal ujian. Agar pelaksanaannya efektif, Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember berencana memberlakukan ujian langsung alias tatap muka. Bahkan, untuk mempercepat rencana itu, pihak dinas tidak melakukan simulasi terlebih dulu, seperti sebelum-sebelumnya.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember, ujian itu berlangsung bertahap sesuai jenjang pendidikannya. Untuk jenjang SD, ujian bakal dilaksanakan 26-30 April. Ujian susulannya pada 3-4 Mei. Sementara untuk jenjang SMP, dilaksanakan 29 April hingga 4 Mei. “Kami upayakan untuk dilakukan secara tatap muka di sekolah. Rencananya, hari ini kami akan mengirimkan surat izin kepada bupati,” kata Nur Hamid, Kepala Bidang SMP Dispendik Jember, kemarin (30/3).

Sebelum pelaksanaan ujian sekolah, pihaknya berharap izin untuk tatap muka sudah mendapat lampu hijau. Untuk mempercepat, tidak ada skema simulasi tatap muka seperti yang dilakukan sebelum-sebelumnya.

Nur Hamid mengungkapkan, pertengahan April akan dilakukan tatap muka. Sebelum dilaksanakan ujian sekolah, siswa akan diberi penguatan materi. Tidak seperti try out yang biasa dilakukan sebelum ujian berlangsung. Namun, lebih pada mengulas kisi-kisi soal. “Pelaksanaannya selama seminggu atau 10 hari sebelum ujian berlangsung,” imbuh Nur Hamid.

Secara teknis, ujian sekolah dapat dilakukan secara daring. Namun, lokasinya tetap di sekolah menggunakan laboratorium komputer. Sekolah juga dapat melangsungkan secara manual, yakni dengan kertas. “Sifatnya fleksibel. Keputusan ada pada sekolah,” ujarnya.

Nur Hadi optimists, dalam minggu-minggu ini sekolah tatap muka sudah bisa dilaksanakan. Untuk jenjang SMP, 100 persen sekolah mengajukan tatap muka. Namun, dalam penerapannya nanti akan berlangsung secara ketat. Misalnya dengan pembatasan tempat duduk siswa, serta yang boleh melakukan tatap muka hanya siswa kelas akhir. “Nanti duduknya by name. Jadi, satu bangku ya milik anak itu. Harus tetap duduk di situ. Tidak boleh pindah-pindah,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan ujian sekolah kini menjadi syarat ketentuan kelulusan. Secara teknis, sekolah memiliki kewenangan untuk menentukan soal-soal ujian. Agar pelaksanaannya efektif, Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember berencana memberlakukan ujian langsung alias tatap muka. Bahkan, untuk mempercepat rencana itu, pihak dinas tidak melakukan simulasi terlebih dulu, seperti sebelum-sebelumnya.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember, ujian itu berlangsung bertahap sesuai jenjang pendidikannya. Untuk jenjang SD, ujian bakal dilaksanakan 26-30 April. Ujian susulannya pada 3-4 Mei. Sementara untuk jenjang SMP, dilaksanakan 29 April hingga 4 Mei. “Kami upayakan untuk dilakukan secara tatap muka di sekolah. Rencananya, hari ini kami akan mengirimkan surat izin kepada bupati,” kata Nur Hamid, Kepala Bidang SMP Dispendik Jember, kemarin (30/3).

Sebelum pelaksanaan ujian sekolah, pihaknya berharap izin untuk tatap muka sudah mendapat lampu hijau. Untuk mempercepat, tidak ada skema simulasi tatap muka seperti yang dilakukan sebelum-sebelumnya.

Nur Hamid mengungkapkan, pertengahan April akan dilakukan tatap muka. Sebelum dilaksanakan ujian sekolah, siswa akan diberi penguatan materi. Tidak seperti try out yang biasa dilakukan sebelum ujian berlangsung. Namun, lebih pada mengulas kisi-kisi soal. “Pelaksanaannya selama seminggu atau 10 hari sebelum ujian berlangsung,” imbuh Nur Hamid.

Secara teknis, ujian sekolah dapat dilakukan secara daring. Namun, lokasinya tetap di sekolah menggunakan laboratorium komputer. Sekolah juga dapat melangsungkan secara manual, yakni dengan kertas. “Sifatnya fleksibel. Keputusan ada pada sekolah,” ujarnya.

Nur Hadi optimists, dalam minggu-minggu ini sekolah tatap muka sudah bisa dilaksanakan. Untuk jenjang SMP, 100 persen sekolah mengajukan tatap muka. Namun, dalam penerapannya nanti akan berlangsung secara ketat. Misalnya dengan pembatasan tempat duduk siswa, serta yang boleh melakukan tatap muka hanya siswa kelas akhir. “Nanti duduknya by name. Jadi, satu bangku ya milik anak itu. Harus tetap duduk di situ. Tidak boleh pindah-pindah,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/