alexametrics
26.5 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Belajar “Pasti Ada Jalan Jika Berusaha” Pada Sosok Inspiratif Ini

Jalan Sunyi Bustan Parentagama, Aktivis Sosial di Jember Dirikan Sekolah Impian, Sarana Belajar bagi Anak Miskin Kota

Mobile_AP_Rectangle 1

TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID – MALAM itu, di ruangan seluas 3×4 meter, anak-anak belajar dengan semangat. Ada yang membaca, berhitung, dan menulis. Sementara itu, di sudut ruangan, beberapa bocah tengah bercanda. Mereka menunggu giliran untuk belajar bersama dua guru pendamping yang sedang menemani anak-anak itu menimba ilmu.

Aktivitas ini berlangsung di sebuah sekretariat Gerakan Swadaya Menatap Indonesia yang berada di kompleks perumahan Jl Merapi, Tegalboto Kidul, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Ketika berkunjung pada medio September lalu, aktivitas belajar ini masih kali pertama dimulai.

Program ini dinamai Sekolah Impian. Semangatnya menyediakan pendidikan berbasis vokasi dan bimbingan belajar bagi anak-anak ekonomi lemah. Muaranya, ingin menanamkan kemandirian ekonomi pada anak-anak sedini mungkin. Dengan demikian, seusai menempuh pendidikan formal, bocah-bocah itu tak lagi gupuh mencari pekerjaan, karena telah memiliki gambaran untuk berwirausaha. “Kami data anak-anak. Lalu, memfasilitasi belajar dengan guru yang kompeten. Kami antar jemput. Pokoknya ke sini tinggal belajar saja,” kata Bustan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bustan dan rekannya sempat menggali data kantong-kantong orang miskin melalui Dinas Sosial. Namun, masih belum mendapatkan data tersebut. Saat itu, mereka menggagas warung nasi gratis on the road. Awalnya banyak orang yang enggan mampir. Bahkan ratusan porsi nasi yang disediakan baru habis menjelang sore. Kini, pukul 10.00, ratusan porsi nasi tersebut sudah ludes. “Dulu jam 3 baru habis. Sekarang jam 10,” imbuhnya.

Lokasi warung berada di simpang tiga Jarwo, Jalan Mastrip. Semua kegiatan ini digagas oleh Bustan dengan melibatkan tujuh sejawat di organisasinya yang memiliki semangat dalam gerakan sosial. “Tujuh orang itu mahasiswa semua. Ada beberapa yang lulus,” ungkap alumnus Fakultas Hukum Universitas Jember tersebut.

- Advertisement -

TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID – MALAM itu, di ruangan seluas 3×4 meter, anak-anak belajar dengan semangat. Ada yang membaca, berhitung, dan menulis. Sementara itu, di sudut ruangan, beberapa bocah tengah bercanda. Mereka menunggu giliran untuk belajar bersama dua guru pendamping yang sedang menemani anak-anak itu menimba ilmu.

Aktivitas ini berlangsung di sebuah sekretariat Gerakan Swadaya Menatap Indonesia yang berada di kompleks perumahan Jl Merapi, Tegalboto Kidul, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Ketika berkunjung pada medio September lalu, aktivitas belajar ini masih kali pertama dimulai.

Program ini dinamai Sekolah Impian. Semangatnya menyediakan pendidikan berbasis vokasi dan bimbingan belajar bagi anak-anak ekonomi lemah. Muaranya, ingin menanamkan kemandirian ekonomi pada anak-anak sedini mungkin. Dengan demikian, seusai menempuh pendidikan formal, bocah-bocah itu tak lagi gupuh mencari pekerjaan, karena telah memiliki gambaran untuk berwirausaha. “Kami data anak-anak. Lalu, memfasilitasi belajar dengan guru yang kompeten. Kami antar jemput. Pokoknya ke sini tinggal belajar saja,” kata Bustan.

Bustan dan rekannya sempat menggali data kantong-kantong orang miskin melalui Dinas Sosial. Namun, masih belum mendapatkan data tersebut. Saat itu, mereka menggagas warung nasi gratis on the road. Awalnya banyak orang yang enggan mampir. Bahkan ratusan porsi nasi yang disediakan baru habis menjelang sore. Kini, pukul 10.00, ratusan porsi nasi tersebut sudah ludes. “Dulu jam 3 baru habis. Sekarang jam 10,” imbuhnya.

Lokasi warung berada di simpang tiga Jarwo, Jalan Mastrip. Semua kegiatan ini digagas oleh Bustan dengan melibatkan tujuh sejawat di organisasinya yang memiliki semangat dalam gerakan sosial. “Tujuh orang itu mahasiswa semua. Ada beberapa yang lulus,” ungkap alumnus Fakultas Hukum Universitas Jember tersebut.

TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID – MALAM itu, di ruangan seluas 3×4 meter, anak-anak belajar dengan semangat. Ada yang membaca, berhitung, dan menulis. Sementara itu, di sudut ruangan, beberapa bocah tengah bercanda. Mereka menunggu giliran untuk belajar bersama dua guru pendamping yang sedang menemani anak-anak itu menimba ilmu.

Aktivitas ini berlangsung di sebuah sekretariat Gerakan Swadaya Menatap Indonesia yang berada di kompleks perumahan Jl Merapi, Tegalboto Kidul, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Ketika berkunjung pada medio September lalu, aktivitas belajar ini masih kali pertama dimulai.

Program ini dinamai Sekolah Impian. Semangatnya menyediakan pendidikan berbasis vokasi dan bimbingan belajar bagi anak-anak ekonomi lemah. Muaranya, ingin menanamkan kemandirian ekonomi pada anak-anak sedini mungkin. Dengan demikian, seusai menempuh pendidikan formal, bocah-bocah itu tak lagi gupuh mencari pekerjaan, karena telah memiliki gambaran untuk berwirausaha. “Kami data anak-anak. Lalu, memfasilitasi belajar dengan guru yang kompeten. Kami antar jemput. Pokoknya ke sini tinggal belajar saja,” kata Bustan.

Bustan dan rekannya sempat menggali data kantong-kantong orang miskin melalui Dinas Sosial. Namun, masih belum mendapatkan data tersebut. Saat itu, mereka menggagas warung nasi gratis on the road. Awalnya banyak orang yang enggan mampir. Bahkan ratusan porsi nasi yang disediakan baru habis menjelang sore. Kini, pukul 10.00, ratusan porsi nasi tersebut sudah ludes. “Dulu jam 3 baru habis. Sekarang jam 10,” imbuhnya.

Lokasi warung berada di simpang tiga Jarwo, Jalan Mastrip. Semua kegiatan ini digagas oleh Bustan dengan melibatkan tujuh sejawat di organisasinya yang memiliki semangat dalam gerakan sosial. “Tujuh orang itu mahasiswa semua. Ada beberapa yang lulus,” ungkap alumnus Fakultas Hukum Universitas Jember tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/