alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Implementasikan Ilmu dengan Mengajar

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, Radar Jember – Bupati Jember Hendy Siswanto melakukan pelepasan ribuan mahasiswa Kuliah Kerja dan Pengenalan Lapangan Persekolahan (KKPLP) dan Asisten Mengajar (Asjar) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan  (FKIP) Universitas Jember (Unej), kemarin (29/7), di Alun-Alun Jember. Dia meminta agar mahasiswa bisa mengimplementasikan ilmunya di sekolah-sekolah yang telah ditentukan.

BACA JUGA : Warga Berharap Erupsi Gunung Raung Tak Terjadi Lagi

Sebanyak 1.025 mahasiswa tersebut akan disebar ke puluhan sekolah, mulai dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK di Jember. Bupati Hendy mengapresiasi adanya program pengabdian selama enam bulan ke depan itu. Setelah dua tahun pandemi dengan sistem pembelajaran daring, para siswa perlu mempertajam kembali mata pelajaran yang telah tertinggal sebelumnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bupati Hendy mengatakan, mahasiswa tersebut akan terjun untuk membantu mengajar. Teori-teori yang kurang dipahami oleh siswa diharapkan bisa dikuatkan kembali oleh mahasiswa. Oleh sebab itu, kata dia, sejatinya kegiatan belajar mengajar (KBM) yang efektif ialah dengan tatap muka secara langsung. “Esensi belajar harus bertemu guru, bukan daring,” tuturnya.

Menurutnya, ketertinggalan anak-anak sekolah dalam pelajaran merupakan tanggung jawab mahasiswa FKIP, dosen, dan peran dari orang tua. Tugas mengajar yang dilakukan mahasiswa KKPLP dan Asjar, tambah dia, bukanlah sekadar tugas pokok untuk menambah SKS saja. Tetapi, membagikan ilmu kepada sesama juga menjadi tugas mulia.

- Advertisement -

KEPATIHAN, Radar Jember – Bupati Jember Hendy Siswanto melakukan pelepasan ribuan mahasiswa Kuliah Kerja dan Pengenalan Lapangan Persekolahan (KKPLP) dan Asisten Mengajar (Asjar) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan  (FKIP) Universitas Jember (Unej), kemarin (29/7), di Alun-Alun Jember. Dia meminta agar mahasiswa bisa mengimplementasikan ilmunya di sekolah-sekolah yang telah ditentukan.

BACA JUGA : Warga Berharap Erupsi Gunung Raung Tak Terjadi Lagi

Sebanyak 1.025 mahasiswa tersebut akan disebar ke puluhan sekolah, mulai dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK di Jember. Bupati Hendy mengapresiasi adanya program pengabdian selama enam bulan ke depan itu. Setelah dua tahun pandemi dengan sistem pembelajaran daring, para siswa perlu mempertajam kembali mata pelajaran yang telah tertinggal sebelumnya.

Bupati Hendy mengatakan, mahasiswa tersebut akan terjun untuk membantu mengajar. Teori-teori yang kurang dipahami oleh siswa diharapkan bisa dikuatkan kembali oleh mahasiswa. Oleh sebab itu, kata dia, sejatinya kegiatan belajar mengajar (KBM) yang efektif ialah dengan tatap muka secara langsung. “Esensi belajar harus bertemu guru, bukan daring,” tuturnya.

Menurutnya, ketertinggalan anak-anak sekolah dalam pelajaran merupakan tanggung jawab mahasiswa FKIP, dosen, dan peran dari orang tua. Tugas mengajar yang dilakukan mahasiswa KKPLP dan Asjar, tambah dia, bukanlah sekadar tugas pokok untuk menambah SKS saja. Tetapi, membagikan ilmu kepada sesama juga menjadi tugas mulia.

KEPATIHAN, Radar Jember – Bupati Jember Hendy Siswanto melakukan pelepasan ribuan mahasiswa Kuliah Kerja dan Pengenalan Lapangan Persekolahan (KKPLP) dan Asisten Mengajar (Asjar) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan  (FKIP) Universitas Jember (Unej), kemarin (29/7), di Alun-Alun Jember. Dia meminta agar mahasiswa bisa mengimplementasikan ilmunya di sekolah-sekolah yang telah ditentukan.

BACA JUGA : Warga Berharap Erupsi Gunung Raung Tak Terjadi Lagi

Sebanyak 1.025 mahasiswa tersebut akan disebar ke puluhan sekolah, mulai dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK di Jember. Bupati Hendy mengapresiasi adanya program pengabdian selama enam bulan ke depan itu. Setelah dua tahun pandemi dengan sistem pembelajaran daring, para siswa perlu mempertajam kembali mata pelajaran yang telah tertinggal sebelumnya.

Bupati Hendy mengatakan, mahasiswa tersebut akan terjun untuk membantu mengajar. Teori-teori yang kurang dipahami oleh siswa diharapkan bisa dikuatkan kembali oleh mahasiswa. Oleh sebab itu, kata dia, sejatinya kegiatan belajar mengajar (KBM) yang efektif ialah dengan tatap muka secara langsung. “Esensi belajar harus bertemu guru, bukan daring,” tuturnya.

Menurutnya, ketertinggalan anak-anak sekolah dalam pelajaran merupakan tanggung jawab mahasiswa FKIP, dosen, dan peran dari orang tua. Tugas mengajar yang dilakukan mahasiswa KKPLP dan Asjar, tambah dia, bukanlah sekadar tugas pokok untuk menambah SKS saja. Tetapi, membagikan ilmu kepada sesama juga menjadi tugas mulia.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/