alexametrics
26.2 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Padukan Pelajaran Agama dan Umum

SMP Muhammadiyan 9 Buka Kelas MBS

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Memilih sekolah yang tepat menjadi sebuah keharusan bagi calon peserta didik, utamanya yang sedang menempuh sekolah menengah pertama (SMP). Karena di era seperti sekarang ini, wali murid harus memilih menu pendidikan yang komplet. Mencakup pengetahuan umum dan agama.

Banyak masyarakat yang menganggap, pendidikan umum saja terasa masih kurang sempurna bila tak diimbangi dengan pendidikan agama. Maka dari itu, perlu ada kolaborasi antara keduanya. Di sinilah, SMP Muhammadiyah 9 berusaha menjawab tantangan itu. Sekolah yang berada di Jl Kotta Blater KM 3 Watukebo, Andongsari, Ambulu, ini merupakan salah satu sekolah yang memadukan kurikulum pelajaran umum dan agama secara berimbang.

Kepala SMP Muhammadiyah 9 Watukebo Nurseno menuturkan, sejak berdiri 1978, sekolah yang dipanggil SMP Dahlan ini merupakan lembaga pendidikan berbasis agama yang di dalamnya memuat kurikulum agama dan umum.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Sekolah itu diharapkan mampu mencetak kader persyarikatan dan bangsa, juga mencerdaskan peserta didik. Sehingga melahirkan generasi bangsa yang berilmu, beriman, dan berakhlakul karimah, serta tangguh dan mampu berdaya saing sesuai zamannya,” ungkapnya.

Mulai 2016, SMP Dahlan mengembangkan model pendidikan berasrama atau berbasis pesantren modern. Dengan membuka kelas MBS (Muhammadiyah Boarding School) Al Mukhtar. Saat ini ada 46 santri putra dan putri yang bermukim di mahad atau asrama. Mereka berasal dari berbagai wilayah di luar Jember, bahkan luar pulau. Seperti Batam, Kalimantan Utara, Sulawesi, dan lain-lain.

Pengembangan yang didukung oleh para pimpinan persyarikatan Muhammadiyah Cabang Watukebo ini, juga untuk memenuhi kebutuhan banyaknya permintaan dari masyarakat atau calon wali murid dan santri. Sebab, mereka ingin putra putrinya mendalami ilmu agama secara lebih, sebagaimana yang dilakukan oleh pesantren modern pada umumnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Memilih sekolah yang tepat menjadi sebuah keharusan bagi calon peserta didik, utamanya yang sedang menempuh sekolah menengah pertama (SMP). Karena di era seperti sekarang ini, wali murid harus memilih menu pendidikan yang komplet. Mencakup pengetahuan umum dan agama.

Banyak masyarakat yang menganggap, pendidikan umum saja terasa masih kurang sempurna bila tak diimbangi dengan pendidikan agama. Maka dari itu, perlu ada kolaborasi antara keduanya. Di sinilah, SMP Muhammadiyah 9 berusaha menjawab tantangan itu. Sekolah yang berada di Jl Kotta Blater KM 3 Watukebo, Andongsari, Ambulu, ini merupakan salah satu sekolah yang memadukan kurikulum pelajaran umum dan agama secara berimbang.

Kepala SMP Muhammadiyah 9 Watukebo Nurseno menuturkan, sejak berdiri 1978, sekolah yang dipanggil SMP Dahlan ini merupakan lembaga pendidikan berbasis agama yang di dalamnya memuat kurikulum agama dan umum.

“Sekolah itu diharapkan mampu mencetak kader persyarikatan dan bangsa, juga mencerdaskan peserta didik. Sehingga melahirkan generasi bangsa yang berilmu, beriman, dan berakhlakul karimah, serta tangguh dan mampu berdaya saing sesuai zamannya,” ungkapnya.

Mulai 2016, SMP Dahlan mengembangkan model pendidikan berasrama atau berbasis pesantren modern. Dengan membuka kelas MBS (Muhammadiyah Boarding School) Al Mukhtar. Saat ini ada 46 santri putra dan putri yang bermukim di mahad atau asrama. Mereka berasal dari berbagai wilayah di luar Jember, bahkan luar pulau. Seperti Batam, Kalimantan Utara, Sulawesi, dan lain-lain.

Pengembangan yang didukung oleh para pimpinan persyarikatan Muhammadiyah Cabang Watukebo ini, juga untuk memenuhi kebutuhan banyaknya permintaan dari masyarakat atau calon wali murid dan santri. Sebab, mereka ingin putra putrinya mendalami ilmu agama secara lebih, sebagaimana yang dilakukan oleh pesantren modern pada umumnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Memilih sekolah yang tepat menjadi sebuah keharusan bagi calon peserta didik, utamanya yang sedang menempuh sekolah menengah pertama (SMP). Karena di era seperti sekarang ini, wali murid harus memilih menu pendidikan yang komplet. Mencakup pengetahuan umum dan agama.

Banyak masyarakat yang menganggap, pendidikan umum saja terasa masih kurang sempurna bila tak diimbangi dengan pendidikan agama. Maka dari itu, perlu ada kolaborasi antara keduanya. Di sinilah, SMP Muhammadiyah 9 berusaha menjawab tantangan itu. Sekolah yang berada di Jl Kotta Blater KM 3 Watukebo, Andongsari, Ambulu, ini merupakan salah satu sekolah yang memadukan kurikulum pelajaran umum dan agama secara berimbang.

Kepala SMP Muhammadiyah 9 Watukebo Nurseno menuturkan, sejak berdiri 1978, sekolah yang dipanggil SMP Dahlan ini merupakan lembaga pendidikan berbasis agama yang di dalamnya memuat kurikulum agama dan umum.

“Sekolah itu diharapkan mampu mencetak kader persyarikatan dan bangsa, juga mencerdaskan peserta didik. Sehingga melahirkan generasi bangsa yang berilmu, beriman, dan berakhlakul karimah, serta tangguh dan mampu berdaya saing sesuai zamannya,” ungkapnya.

Mulai 2016, SMP Dahlan mengembangkan model pendidikan berasrama atau berbasis pesantren modern. Dengan membuka kelas MBS (Muhammadiyah Boarding School) Al Mukhtar. Saat ini ada 46 santri putra dan putri yang bermukim di mahad atau asrama. Mereka berasal dari berbagai wilayah di luar Jember, bahkan luar pulau. Seperti Batam, Kalimantan Utara, Sulawesi, dan lain-lain.

Pengembangan yang didukung oleh para pimpinan persyarikatan Muhammadiyah Cabang Watukebo ini, juga untuk memenuhi kebutuhan banyaknya permintaan dari masyarakat atau calon wali murid dan santri. Sebab, mereka ingin putra putrinya mendalami ilmu agama secara lebih, sebagaimana yang dilakukan oleh pesantren modern pada umumnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/