alexametrics
23.5 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Ujian Siswa SLB Berlangsung Tatap Muka 

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak jauh beda dengan ujian sebelumnya, pelaksanaan ujian bagi siswa di sekolah luar biasa (SLB) berlangsung tatap muka. Jika sebelumnya mereka mengikuti ujian praktik ibadah salat dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), kini mereka melaksanakan ujian tulis.

Ujian di SLB negeri ini tidak bisa dilakukan melalui prosedur asesmen kompetensi minimum (AKM). Sebab, selama pandemi, banyak kegiatan siswa yang dilakukan secara daring. Di sisi lain, hingga saat ini memang tidak ada instruksi agar ujian itu merujuk sesuai AKM. “Sehingga, secara keseluruhan pelaksanaannya tak jauh berbeda dengan ujian sekolah di tahun- tahun sebelumnya,” kata Kholifaturohma, salah satu guru SLB negeri di Jember.

Sebelum melaksanakan ujian, pihak sekolah sudah memberikan imbauan kepada wali murid agar mempersiapkan ujian. Persiapan ujian tersebut dapat berupa pemberitahuan ujian, dan me-review tentang materi yang telah diberikan sebelumnya. Para siswa telah tuntas mengikuti ujian susulan yang dilaksanakan seusai ujian utama digelar, yang berakhir pada 20 Maret lalu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Saat itu, ujian susulan dilaksanakan lebih longgar dan fleksibel. Teknisnya, guru akan mengomunikasikan dengan orang tua untuk mengikuti ujian di hari berikutnya. Ini agar mata pelajaran yang diujikan tidak menumpuk. Bahkan, jika siswa tidak dapat datang dan mengikuti ujian di sekolah, maka guru yang akan mengunjungi ke rumah murid tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak jauh beda dengan ujian sebelumnya, pelaksanaan ujian bagi siswa di sekolah luar biasa (SLB) berlangsung tatap muka. Jika sebelumnya mereka mengikuti ujian praktik ibadah salat dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), kini mereka melaksanakan ujian tulis.

Ujian di SLB negeri ini tidak bisa dilakukan melalui prosedur asesmen kompetensi minimum (AKM). Sebab, selama pandemi, banyak kegiatan siswa yang dilakukan secara daring. Di sisi lain, hingga saat ini memang tidak ada instruksi agar ujian itu merujuk sesuai AKM. “Sehingga, secara keseluruhan pelaksanaannya tak jauh berbeda dengan ujian sekolah di tahun- tahun sebelumnya,” kata Kholifaturohma, salah satu guru SLB negeri di Jember.

Sebelum melaksanakan ujian, pihak sekolah sudah memberikan imbauan kepada wali murid agar mempersiapkan ujian. Persiapan ujian tersebut dapat berupa pemberitahuan ujian, dan me-review tentang materi yang telah diberikan sebelumnya. Para siswa telah tuntas mengikuti ujian susulan yang dilaksanakan seusai ujian utama digelar, yang berakhir pada 20 Maret lalu.

Saat itu, ujian susulan dilaksanakan lebih longgar dan fleksibel. Teknisnya, guru akan mengomunikasikan dengan orang tua untuk mengikuti ujian di hari berikutnya. Ini agar mata pelajaran yang diujikan tidak menumpuk. Bahkan, jika siswa tidak dapat datang dan mengikuti ujian di sekolah, maka guru yang akan mengunjungi ke rumah murid tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak jauh beda dengan ujian sebelumnya, pelaksanaan ujian bagi siswa di sekolah luar biasa (SLB) berlangsung tatap muka. Jika sebelumnya mereka mengikuti ujian praktik ibadah salat dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), kini mereka melaksanakan ujian tulis.

Ujian di SLB negeri ini tidak bisa dilakukan melalui prosedur asesmen kompetensi minimum (AKM). Sebab, selama pandemi, banyak kegiatan siswa yang dilakukan secara daring. Di sisi lain, hingga saat ini memang tidak ada instruksi agar ujian itu merujuk sesuai AKM. “Sehingga, secara keseluruhan pelaksanaannya tak jauh berbeda dengan ujian sekolah di tahun- tahun sebelumnya,” kata Kholifaturohma, salah satu guru SLB negeri di Jember.

Sebelum melaksanakan ujian, pihak sekolah sudah memberikan imbauan kepada wali murid agar mempersiapkan ujian. Persiapan ujian tersebut dapat berupa pemberitahuan ujian, dan me-review tentang materi yang telah diberikan sebelumnya. Para siswa telah tuntas mengikuti ujian susulan yang dilaksanakan seusai ujian utama digelar, yang berakhir pada 20 Maret lalu.

Saat itu, ujian susulan dilaksanakan lebih longgar dan fleksibel. Teknisnya, guru akan mengomunikasikan dengan orang tua untuk mengikuti ujian di hari berikutnya. Ini agar mata pelajaran yang diujikan tidak menumpuk. Bahkan, jika siswa tidak dapat datang dan mengikuti ujian di sekolah, maka guru yang akan mengunjungi ke rumah murid tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/