MALANG KOTA – Ada nilai-nilai spiritual di balik fenomena poligami. Ada pula hal positif di baliknya. Dua poin itu menjadi sekian hal yang ingin disampaikan Abdul Mukti Thabrani lewat karya disertasinya.

IKLAN

Hari ini (29/10), dia bakal memaparkan beberapa poin itu dalam ujian promosi gelar doktoralnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah  Malang (UMM).

Mengangkat tema ”Makna Spiritual Poligami”, dia meneliti sejumlah kiai pengasuh pesantren di Madura. Ada tiga stressing atau rumusan masalah yang digalinya.

Terkait dengan motivasi melakukan poligami, nilai-nilai yang dirasakan, serta pemaknaan poligami secara spiritual. ”Ini penelitian kualitatif, jenis fenomenologis dengan narasumber enam kiai pengasuh pesantren yang melakukan poligami,” terang dosen IAIN Pamekasan tersebut.

Dalam disertasinya itu, dia juga melampirkan beberapa teori yang dipakai dalam penelitian. Seperti teori ta’abbud Yusuf Qardawi dan teori interaksionisme simbolik Blumer.

Terkait alasannya memilih topik itu, dia menilai bila poligami selalu menarik untuk diteliti dan menantang untuk dibahas. Sebab, selama ini banyak stigma yang menyatakan bila poligami adalah sesuatu yang negatif, tidak adil, dan melanggar HAM.

Padahal faktanya, masih menurut dia, tidak semua praktik poligami seperti itu. ”Poligami yang dilakukan kiai di dalamnya ada motivasi, nilai, dan makna spiritual yang menuntun pelakunya ke dalam kehidupan yang penuh dengan nilai-nilai spiritual menenteramkan,” terang dosen Jurusan Ekonomi Syariah tersebut.

Ke depan, dia berencana untuk mengembangkan spirit keilmuan sesuai dengan bidang dan spesialisasinya. Seperti menularkan semangat menulis, meneliti, dan terus belajar.

”Iya, saya ingin menularkan semangat menulis tiada henti pada mahasiswa-mahasiswa saya dan masyarakat,” pungkasnya.

Pewarta : Eri
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya