Dosen Harus Mutakhirkan Model Pembelajaran Terbaru

BEKALI CARA MENGAJAR: Puluhan dosen mendapat pengarahan dari fasilitator Pendidikan Tinggi (Dikti) Wilayah VII Jawa Timur di Auditorium Universitas Islam Jember (UIJ)

RADAR JEMBER.ID – Di era Revlusi Industri 4.0, para pengajar di perguruan tinggi (PT) diminta agar senantiasa meningkatkan kapasitas dan kompetensinya dalam mengajar. Mereka tak sekadar mengajar mahasiswa, namun dituntut memperbarui wawasan dunia mengajar era kini.

IKLAN

Sejumlah kalangan banyak menilai, model pembelajaran klasik kurang begitu efektif untuk diterapkan di era saat ini. Sebab, perkembangan dunia teknologi yang cepat menuntut para lulusan perguruan tinggi bisa memenuhi permintaan dunia kerja.

Dosen perlu meningkatkan kompetensi belajar-mengajarnya. Mereka harus bisa mengadopsi model pembelajaran yang baru. “Penekanannya pada paradigma pembelajaran student center learning,” kata Prof Ismanto Hadi Santoso, fasilitator pendidikan tinggi saat memberikan pendampingan pada puluhan dosen UIJ.

Menurutnya, pembelajaran kuno yang terpusat pada guru (teacher center) dianggap kurang relevan dan terkesan monoton. Era sekarang, justru yang efektif adalah pembelajaran yang bertumpu pada siswa atau mahasiswa (student center).

Guru besar yang juga mengajar di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya itu menjelaskan, kompetensi dosen yang perlu ditingkatkan itu meliputi beberapa hal. Seperti pekerti dan applied approach (AA) atau pelatihan keterampilan dasar lanjutan.

Hal itu meliputi kode etik profesi dosen, persiapan pembelajaran, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran. “Semua itu perlu, agar  dalam menyampaikan materi sesuai dengan amanah program studinya,” tuturnya.

Dia melanjutkan, para dosen akan diberi tugas tertentu untuk diselesaikan. Jika dari mereka ada yang dipandang layak, makan Dikti Jawa Timur memberikan sertifikat untuk memberikan legalitas kompetensi mengajar mereka.

Selain di UIJ, pihaknya juga mengadakan agenda sejenis di berbagai tempat secara periodik pada seluruh perguruan tinggi swasta (PTS) di bawah Dikti VII Jawa Timur. Dengan pelatihan tersebut, dia berharap profesionalisme dosen bisa terbangun lebih baik. “Mereka tak sekadar mengajari, namun mampu mendorong kualitas lulusan sesuai dengan visi misi perguruan tinggi masing-masing,” pungkasnya. (*)

Reporter : Maulana

Fotografer : Istimewa

Editor : Bagus Supriadi