Direktur Polije Lantik 2. 249 Mahasiswa Baru

Lantik Maba : Direktur Polije Dr Ir Nanang Dwi Wahyono, MM ketika melantik Maba Tahun Akademik 2018/2019, sekaligus Membuka PKKMB 2018.

RADARJEMBER.ID – Sebanyak 2.249 mahasiswa baru (maba) angkatan 2018/2019 dilantik oleh Direktur Polije Dr Ir Nanang Dwi Wahyono MM dalam rangkaian pembukaan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2018, Sabtu lalu (25/8).

IKLAN

Dalam sambutan pelantikannya, Nanang Dwi Wahyono menekankan perlunya penyiapan fisik dan mental dalam memasuki dunia pendidikan tinggi, yang mempunyai atmosfir akademik berbeda dengan jenjang sekolah sebelumnya. “Saudara harus mampu menyesuaikan dengan sistem pendidikan di perguruan tinggi, agar saudara mampu merencanakan mengadopsi pengetahuan dan ketrampilan serta dapat menyelesaikan target lulus tepat waktu,” ujarnya.

Menurut Nanang, PKKMB dilaksanakan untuk memberi informasi dan pembekalan untuk mengantarkan maba mengubah pola dari budaya SMA/SMK/MA yang masih penuh ketergantungan baik kepada guru maupun sekolah. Dikatakan, pola pikir harus berubah menjadi mahasiswa yang mandiri dan tidak tergantung lagi kepada orang tua maupun dosen. Sebab, lanjut Nanang, mereka akan secara mandiri akan mempersiapkan masa depannya sendiri. “Oleh karena itu, mereka disarankan untuk mengikuti keseluruhan rangkaian program PKKMB dengan baik,” tandasnya.

Melalui PKKMB, lanjut Nanang, maba  diharapkan mengenal profil Polije sebagai PTN vokasi unggulan, yang sistem pendidikannya berbeda dengan PT lainnya. Secara garis besar, kata Nanang, ada tiga jenis PT, yakni PT akademik, PT vokasi, dan PT profesi. Kurikulum PT vokasi, kata dia, termasuk di Polije, menitikberatkan pada penguasaan keterampilan, sehingga dalam kurikulumnya proporsi praktikumnya 60 persen. “Dengan proporsi 60 persen praktikum, lulusan Polije akan mempunyai daya saing yang unggul, sesuai kebutuhan dunia industri yang semakin kompetitif, terutama di era revolusi industri 4.0,” jelasnya.

Selain itu, Nanang juga menyampaikan bahwa masa depan bangsa sangat bergantung kepada kesungguhan dan kesiapan para generasi mudanya. Dia menegaskan perlu persiapan yang matang dengan berbagai pengetahuan dan ketrampilan, untuk mengisi pembangunan di segala bidang agar bangsa Indonesia mampu bersaing dan menjadi pemenang dalam persaingan antar bangsa.

“Kita awali dari kampus Polije tercinta, untuk menjadi bagian penting menjaga dan merawat keberagaman budaya bangsa Indonesia agar menjadi kekuatan dalam mengisi pembangunan bangsa,” tandasnya. Selanjutnya, dia juga menitipkan kepada maba Polije, untuk memerangi paham radikal yang akhir-akhir ini cukup berkembang, memerangi ujaran kebencian dan fitnah yang dapat memecah belah kerukunan dan kebersamaan bangsa Indonesia.

“Jangan sampai ada yang mempunyai paham radikal. Segala upaya dan daya harus dicurahkan untuk membangun dan mempertahankan NKRI, sebagai bagian ijtihad kebangsaan dengan mengisi kemerdekaan,” pungkasnya.

Reporter : Narto
Editor : M. Shodiq Syarif
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah

Reporter :

Fotografer :

Editor :