alexametrics
22.6 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Pondok Tahfiz Ma’had Al Choliq Jember

Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Begitulah prinsip perjalanan seorang hafiz dalam menghafal bait per bait ayat Alquran di Ma'had Al Choliq Jember. Para santri mengafalkan 1 halaman setelah Subuh dan 1 halaman setelah Magrib.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Semua yang indah di dunia ini tidak terlahir dengan instan. Perlu proses panjang untuk berubah menjadi sesuatu yang lebih baik, atau mencapai cita-cita yang diinginkan. Segala sesuatu yang masih bisa diraih oleh akal, pasti bisa diraih oleh siapa pun. Sebab, kadar setiap manusia pada intinya sama. Modal utamanya adalah niat yang kukuh untuk berubah. Begitu pun puluhan santri tahfiz di Ma’had Al Choliq yang berada di Jember Kidul Jember tersebut. Pintu utama menjadi seorang penghafal Alquran adalah kemauan.

BACA JUGA : Untuk Bebaskan Griner dan Whelan AS Membuat Proposal Penting ke Rusia

Setiap hari, puluhan santri Ma’had Al Choliq seperti tidak mengenal lelah. Mereka mengayunkan otaknya untuk mengingat bait-bait ayat Alquran yang disetorkan kepada sang ustad. Di dalam programnya, Ma’had Al Choliq memberikan dua kali halaqah kepada semua santri. Di pagi hari sebelum matahari terbit, para santri harus menyetor satu halaman ayat yang telah dihafal. Sampai pukul 6 pagi, mereka harus selesai setoran.

Mobile_AP_Rectangle 2

Santri yang menempuh pendidikan di dalamnya masih terbilang cukup muda. Yakni tingkat SMP dan SMA se-derajat. Seperti tidak mudah bagi mereka yang menjalani pendidikan di luar pondok, kemudian masih harus menghafal Alquran di dalam Ma’had Al Choliq. “Untuk sekolah formalnya, santri ikut ke luar, di berbagai sekolah yang berbeda-beda,” terang Farhan Yusuf Nashrudin selaku ustad pembimbing santri Ma’had Al Choliq.

Dengan intensitas seperti itu, para santri hanya membutuhkan waktu tiga tahun untuk menghafal 30 juz Alquran. Dalam satu juz terdapat kurang lebih 20 halaman. Biasanya ditempuh dalam 20 hari, dan masih tersisa 10 hari untuk melanjutkan ke juz berikutnya. Dengan kalkulasi demikian, waktu 3 tahun yang terdiri atas 36 bulan sangat cukup untuk menghafal sebanyak 30 juz. “Namun, kami lihat lagi kemampuan anaknya, kadang mereka harus mengikuti kelas tahsin dulu, untuk pemantapan bacaannya,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Semua yang indah di dunia ini tidak terlahir dengan instan. Perlu proses panjang untuk berubah menjadi sesuatu yang lebih baik, atau mencapai cita-cita yang diinginkan. Segala sesuatu yang masih bisa diraih oleh akal, pasti bisa diraih oleh siapa pun. Sebab, kadar setiap manusia pada intinya sama. Modal utamanya adalah niat yang kukuh untuk berubah. Begitu pun puluhan santri tahfiz di Ma’had Al Choliq yang berada di Jember Kidul Jember tersebut. Pintu utama menjadi seorang penghafal Alquran adalah kemauan.

BACA JUGA : Untuk Bebaskan Griner dan Whelan AS Membuat Proposal Penting ke Rusia

Setiap hari, puluhan santri Ma’had Al Choliq seperti tidak mengenal lelah. Mereka mengayunkan otaknya untuk mengingat bait-bait ayat Alquran yang disetorkan kepada sang ustad. Di dalam programnya, Ma’had Al Choliq memberikan dua kali halaqah kepada semua santri. Di pagi hari sebelum matahari terbit, para santri harus menyetor satu halaman ayat yang telah dihafal. Sampai pukul 6 pagi, mereka harus selesai setoran.

Santri yang menempuh pendidikan di dalamnya masih terbilang cukup muda. Yakni tingkat SMP dan SMA se-derajat. Seperti tidak mudah bagi mereka yang menjalani pendidikan di luar pondok, kemudian masih harus menghafal Alquran di dalam Ma’had Al Choliq. “Untuk sekolah formalnya, santri ikut ke luar, di berbagai sekolah yang berbeda-beda,” terang Farhan Yusuf Nashrudin selaku ustad pembimbing santri Ma’had Al Choliq.

Dengan intensitas seperti itu, para santri hanya membutuhkan waktu tiga tahun untuk menghafal 30 juz Alquran. Dalam satu juz terdapat kurang lebih 20 halaman. Biasanya ditempuh dalam 20 hari, dan masih tersisa 10 hari untuk melanjutkan ke juz berikutnya. Dengan kalkulasi demikian, waktu 3 tahun yang terdiri atas 36 bulan sangat cukup untuk menghafal sebanyak 30 juz. “Namun, kami lihat lagi kemampuan anaknya, kadang mereka harus mengikuti kelas tahsin dulu, untuk pemantapan bacaannya,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Semua yang indah di dunia ini tidak terlahir dengan instan. Perlu proses panjang untuk berubah menjadi sesuatu yang lebih baik, atau mencapai cita-cita yang diinginkan. Segala sesuatu yang masih bisa diraih oleh akal, pasti bisa diraih oleh siapa pun. Sebab, kadar setiap manusia pada intinya sama. Modal utamanya adalah niat yang kukuh untuk berubah. Begitu pun puluhan santri tahfiz di Ma’had Al Choliq yang berada di Jember Kidul Jember tersebut. Pintu utama menjadi seorang penghafal Alquran adalah kemauan.

BACA JUGA : Untuk Bebaskan Griner dan Whelan AS Membuat Proposal Penting ke Rusia

Setiap hari, puluhan santri Ma’had Al Choliq seperti tidak mengenal lelah. Mereka mengayunkan otaknya untuk mengingat bait-bait ayat Alquran yang disetorkan kepada sang ustad. Di dalam programnya, Ma’had Al Choliq memberikan dua kali halaqah kepada semua santri. Di pagi hari sebelum matahari terbit, para santri harus menyetor satu halaman ayat yang telah dihafal. Sampai pukul 6 pagi, mereka harus selesai setoran.

Santri yang menempuh pendidikan di dalamnya masih terbilang cukup muda. Yakni tingkat SMP dan SMA se-derajat. Seperti tidak mudah bagi mereka yang menjalani pendidikan di luar pondok, kemudian masih harus menghafal Alquran di dalam Ma’had Al Choliq. “Untuk sekolah formalnya, santri ikut ke luar, di berbagai sekolah yang berbeda-beda,” terang Farhan Yusuf Nashrudin selaku ustad pembimbing santri Ma’had Al Choliq.

Dengan intensitas seperti itu, para santri hanya membutuhkan waktu tiga tahun untuk menghafal 30 juz Alquran. Dalam satu juz terdapat kurang lebih 20 halaman. Biasanya ditempuh dalam 20 hari, dan masih tersisa 10 hari untuk melanjutkan ke juz berikutnya. Dengan kalkulasi demikian, waktu 3 tahun yang terdiri atas 36 bulan sangat cukup untuk menghafal sebanyak 30 juz. “Namun, kami lihat lagi kemampuan anaknya, kadang mereka harus mengikuti kelas tahsin dulu, untuk pemantapan bacaannya,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/