alexametrics
23.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Wisuda Pertama UIN KHAS Jember Dimulai dengan Prokes Ketat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Usai resmi beralih status, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar wisuda yang pertama kalinya, Minggu (29/6). Rektor UIN KHAS Jember Prof Babun Suharto mengatakan, meski telah resmi beralih status, namun tata kerja dan kelola kampus masih belum sepenuhnya menggunakan sistem UIN. Sebab, hingga saat ini masih dalam proses menunggu surat keputusan dari Organisasi Tata Kelola (Ortaker).
“Meski ijazahnya teman-teman masih IAIN. Tapi tak apa-apa, saudara harus bangga. Karena saudara adalah generasi pertama UIN KHAS Jember,” kata Babun dalam sambutannya.
Meski digelar secara luring, pelaksanaan wisuda dikawal dengan ketat, terutama dalam penerapan protokol kesehatan untuk para wisudawan. Setiap wisudawan yang masuk harus menyertakan surat bebas covid-19 dan tidak boleh datang bersama keluarganya. Bahkan penegakan prokes dijaga ketat pada seluruh lingkungan kampus.
Salah satu panitia protokoler Zainal Abidin menjelaskan, upaya penegakan prokes dilakukan sejak sehari sebelum pelaksanaan wisuda. Setiap panitia, pimpinan, dan mahasiswa wajib melakukan swab antigen. Begitu juga dengan perizinan dari satgas covid-19, yang telah dilakukan pada satu pekan sebelum acara.
“Saat acara, mahasiswa harus menggunakan double masker dan dilengkapi face shield. Kemudian jarak antar wisudawan satu meter ke depan, belakang dan samping. Keluarga atau wali mahasiswa dilarang memasuki area wisuda. Lalu kami juga tekankan pada mahasiswa, untuk segera keluar dari ruangan setelah pemindahan pita toga. Dan tidak ada sesi foto-foto di area kampus,” papar Zainal.
Sementara itu, untuk memantau penegakan prokes tersebut, perwakilan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kaliwates mendatangi lokasi acara secara langsung. Camat Kaliwates Bambang Saputro mengatakan, pihaknya mengizinkan acara tetap berjalan dengan syarat prosesi wisuda yang panjang, hanya boleh dilaksanakan dalam waktu yang dipersingkat.
“Oleh panitia prosesnya agak dipersingkat, hanya sebatas pengukuhan, sambutan dari rektor sebentar, dan ada penyerahan ijazah,” tuturnya.
Bambang melanjutkan, karena infonya wisuda akan digelar dua hari, pihaknya meminta agar wisuda dilaksanakan secara daring. “Karena besok acara belum dimulai, kami memohon kepada UIN kHAS agar wisuda dilakukan secara daring. Atau kalau sudah dipersiapkan untuk luring, acara hanya boleh diwakilkan oleh sepuluh hingga dua puluh orang,” pungkasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Usai resmi beralih status, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar wisuda yang pertama kalinya, Minggu (29/6). Rektor UIN KHAS Jember Prof Babun Suharto mengatakan, meski telah resmi beralih status, namun tata kerja dan kelola kampus masih belum sepenuhnya menggunakan sistem UIN. Sebab, hingga saat ini masih dalam proses menunggu surat keputusan dari Organisasi Tata Kelola (Ortaker).
“Meski ijazahnya teman-teman masih IAIN. Tapi tak apa-apa, saudara harus bangga. Karena saudara adalah generasi pertama UIN KHAS Jember,” kata Babun dalam sambutannya.
Meski digelar secara luring, pelaksanaan wisuda dikawal dengan ketat, terutama dalam penerapan protokol kesehatan untuk para wisudawan. Setiap wisudawan yang masuk harus menyertakan surat bebas covid-19 dan tidak boleh datang bersama keluarganya. Bahkan penegakan prokes dijaga ketat pada seluruh lingkungan kampus.
Salah satu panitia protokoler Zainal Abidin menjelaskan, upaya penegakan prokes dilakukan sejak sehari sebelum pelaksanaan wisuda. Setiap panitia, pimpinan, dan mahasiswa wajib melakukan swab antigen. Begitu juga dengan perizinan dari satgas covid-19, yang telah dilakukan pada satu pekan sebelum acara.
“Saat acara, mahasiswa harus menggunakan double masker dan dilengkapi face shield. Kemudian jarak antar wisudawan satu meter ke depan, belakang dan samping. Keluarga atau wali mahasiswa dilarang memasuki area wisuda. Lalu kami juga tekankan pada mahasiswa, untuk segera keluar dari ruangan setelah pemindahan pita toga. Dan tidak ada sesi foto-foto di area kampus,” papar Zainal.
Sementara itu, untuk memantau penegakan prokes tersebut, perwakilan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kaliwates mendatangi lokasi acara secara langsung. Camat Kaliwates Bambang Saputro mengatakan, pihaknya mengizinkan acara tetap berjalan dengan syarat prosesi wisuda yang panjang, hanya boleh dilaksanakan dalam waktu yang dipersingkat.
“Oleh panitia prosesnya agak dipersingkat, hanya sebatas pengukuhan, sambutan dari rektor sebentar, dan ada penyerahan ijazah,” tuturnya.
Bambang melanjutkan, karena infonya wisuda akan digelar dua hari, pihaknya meminta agar wisuda dilaksanakan secara daring. “Karena besok acara belum dimulai, kami memohon kepada UIN kHAS agar wisuda dilakukan secara daring. Atau kalau sudah dipersiapkan untuk luring, acara hanya boleh diwakilkan oleh sepuluh hingga dua puluh orang,” pungkasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Usai resmi beralih status, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar wisuda yang pertama kalinya, Minggu (29/6). Rektor UIN KHAS Jember Prof Babun Suharto mengatakan, meski telah resmi beralih status, namun tata kerja dan kelola kampus masih belum sepenuhnya menggunakan sistem UIN. Sebab, hingga saat ini masih dalam proses menunggu surat keputusan dari Organisasi Tata Kelola (Ortaker).
“Meski ijazahnya teman-teman masih IAIN. Tapi tak apa-apa, saudara harus bangga. Karena saudara adalah generasi pertama UIN KHAS Jember,” kata Babun dalam sambutannya.
Meski digelar secara luring, pelaksanaan wisuda dikawal dengan ketat, terutama dalam penerapan protokol kesehatan untuk para wisudawan. Setiap wisudawan yang masuk harus menyertakan surat bebas covid-19 dan tidak boleh datang bersama keluarganya. Bahkan penegakan prokes dijaga ketat pada seluruh lingkungan kampus.
Salah satu panitia protokoler Zainal Abidin menjelaskan, upaya penegakan prokes dilakukan sejak sehari sebelum pelaksanaan wisuda. Setiap panitia, pimpinan, dan mahasiswa wajib melakukan swab antigen. Begitu juga dengan perizinan dari satgas covid-19, yang telah dilakukan pada satu pekan sebelum acara.
“Saat acara, mahasiswa harus menggunakan double masker dan dilengkapi face shield. Kemudian jarak antar wisudawan satu meter ke depan, belakang dan samping. Keluarga atau wali mahasiswa dilarang memasuki area wisuda. Lalu kami juga tekankan pada mahasiswa, untuk segera keluar dari ruangan setelah pemindahan pita toga. Dan tidak ada sesi foto-foto di area kampus,” papar Zainal.
Sementara itu, untuk memantau penegakan prokes tersebut, perwakilan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kaliwates mendatangi lokasi acara secara langsung. Camat Kaliwates Bambang Saputro mengatakan, pihaknya mengizinkan acara tetap berjalan dengan syarat prosesi wisuda yang panjang, hanya boleh dilaksanakan dalam waktu yang dipersingkat.
“Oleh panitia prosesnya agak dipersingkat, hanya sebatas pengukuhan, sambutan dari rektor sebentar, dan ada penyerahan ijazah,” tuturnya.
Bambang melanjutkan, karena infonya wisuda akan digelar dua hari, pihaknya meminta agar wisuda dilaksanakan secara daring. “Karena besok acara belum dimulai, kami memohon kepada UIN kHAS agar wisuda dilakukan secara daring. Atau kalau sudah dipersiapkan untuk luring, acara hanya boleh diwakilkan oleh sepuluh hingga dua puluh orang,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/