alexametrics
27.5 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Jenuh Belajar Daring, Begini Cara Siswa Atasi Boring

Mobile_AP_Rectangle 1

Kebiasaan membaca novel horor oleh murid usia sekolah memang jarang dilakukan. Biasanya, mereka lebih memilih buku bacaan ringan yang bersifat menghibur. Namun Fajri mengaku senang membaca novel horor. Tidak terlintas rasa takut sedikit pun karena dia menganggap cerita di novel itu sebatas hasil rekaan penulis.

“Baru dua tahun ini aku suka baca novel horor dan sekadar untuk menghilangkan kepenatan akibat terlalu lama sekolah daring. Untuk menjadi seorang penulis novel memang sampai saat ini belum terpikirkan, karena masih fokus sekolah. Dan aku sebatas penikmat novel horor,” ucap Fajri.

Staf Perpusda Jember Yanuar Al Fizy mengungkapkan, tingkat kunjungan warga Jember ke perpustakaan di awal pandemi, memang sempat menurun. Namun kini, berangsur normal kembali. Apalagi di hari Sabtu dan Minggu, perpustakaan itu selalu ramai.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Pepusda buka mulai pukul 07.00 sampai pukul 17.00. Libur ketika hari libur nasional. Selain itu tetap buka. Di sini terdapat puluhan ribu buku, mulai dari buku agama hingga buku pengetahuan umum. Dan tempat ini juga dilengkapi dengan laboratorium online,” jelasnya.

 

Reporter: Winardyasto
Fotografer: Winardyasto
Editor: Mahrus Sholih

- Advertisement -

Kebiasaan membaca novel horor oleh murid usia sekolah memang jarang dilakukan. Biasanya, mereka lebih memilih buku bacaan ringan yang bersifat menghibur. Namun Fajri mengaku senang membaca novel horor. Tidak terlintas rasa takut sedikit pun karena dia menganggap cerita di novel itu sebatas hasil rekaan penulis.

“Baru dua tahun ini aku suka baca novel horor dan sekadar untuk menghilangkan kepenatan akibat terlalu lama sekolah daring. Untuk menjadi seorang penulis novel memang sampai saat ini belum terpikirkan, karena masih fokus sekolah. Dan aku sebatas penikmat novel horor,” ucap Fajri.

Staf Perpusda Jember Yanuar Al Fizy mengungkapkan, tingkat kunjungan warga Jember ke perpustakaan di awal pandemi, memang sempat menurun. Namun kini, berangsur normal kembali. Apalagi di hari Sabtu dan Minggu, perpustakaan itu selalu ramai.

“Pepusda buka mulai pukul 07.00 sampai pukul 17.00. Libur ketika hari libur nasional. Selain itu tetap buka. Di sini terdapat puluhan ribu buku, mulai dari buku agama hingga buku pengetahuan umum. Dan tempat ini juga dilengkapi dengan laboratorium online,” jelasnya.

 

Reporter: Winardyasto
Fotografer: Winardyasto
Editor: Mahrus Sholih

Kebiasaan membaca novel horor oleh murid usia sekolah memang jarang dilakukan. Biasanya, mereka lebih memilih buku bacaan ringan yang bersifat menghibur. Namun Fajri mengaku senang membaca novel horor. Tidak terlintas rasa takut sedikit pun karena dia menganggap cerita di novel itu sebatas hasil rekaan penulis.

“Baru dua tahun ini aku suka baca novel horor dan sekadar untuk menghilangkan kepenatan akibat terlalu lama sekolah daring. Untuk menjadi seorang penulis novel memang sampai saat ini belum terpikirkan, karena masih fokus sekolah. Dan aku sebatas penikmat novel horor,” ucap Fajri.

Staf Perpusda Jember Yanuar Al Fizy mengungkapkan, tingkat kunjungan warga Jember ke perpustakaan di awal pandemi, memang sempat menurun. Namun kini, berangsur normal kembali. Apalagi di hari Sabtu dan Minggu, perpustakaan itu selalu ramai.

“Pepusda buka mulai pukul 07.00 sampai pukul 17.00. Libur ketika hari libur nasional. Selain itu tetap buka. Di sini terdapat puluhan ribu buku, mulai dari buku agama hingga buku pengetahuan umum. Dan tempat ini juga dilengkapi dengan laboratorium online,” jelasnya.

 

Reporter: Winardyasto
Fotografer: Winardyasto
Editor: Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/