alexametrics
27.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Jenuh Belajar Daring, Begini Cara Siswa Atasi Boring

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pembelajaran daring di era pandemi sudah berlangsung lebih setahun belakangan ini. Hal itu dapat menimbulkan kebosanan alias boring bagi siswa. Ternyata, siswa punya cara tersendiri untuk mengatasi kejenuhan tersebut. Namun bukan dengan main game online.

Fajri Maulana, siswa kelas IX MTs Negeri 1 Jember, misalnya, dia memilih pergi ke perpustakaan daerah (perpusda) di Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Sumbersari. Bahkan ia mengaku betah berada di ruangan ber-AC itu dengan membaca buku. Apalagi suasana di tempat itu cukup tenang.

Begitu memasuki Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Jember, Fajri bersama seorang teman terlihat tengah memilah-milah buku di lantai bawah Perpusda. Sesaat kemudian, kedua siswa MTs tersebut berpindah ke lantai atas menapaki anak tangga.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kembali, tangan Fajri menari di rak buku mencari buku sesuai keinginan. Gerakan tangan siswa berambut ikal itu tiba-tiba berhenti dan menarik sebuah buku berwarna putih. Fajri lantas duduk di gelaran karpet warna hijau. Ia tampak serius membaca buku tersebut sambil bersandar di tembok.

Jawa Pos Radar Jember sempat dibikin penasaran. Karena remaja belasan tahun itu sempat berpindah-pindah rak mencari buku sesuai keinginan. Siapa sangka, Fajri mengandrungi novel bertemakan misteri atau horor.

Baca juga : Seleksi UMPTKIN Kembali Dihelat Secara Daring

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pembelajaran daring di era pandemi sudah berlangsung lebih setahun belakangan ini. Hal itu dapat menimbulkan kebosanan alias boring bagi siswa. Ternyata, siswa punya cara tersendiri untuk mengatasi kejenuhan tersebut. Namun bukan dengan main game online.

Fajri Maulana, siswa kelas IX MTs Negeri 1 Jember, misalnya, dia memilih pergi ke perpustakaan daerah (perpusda) di Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Sumbersari. Bahkan ia mengaku betah berada di ruangan ber-AC itu dengan membaca buku. Apalagi suasana di tempat itu cukup tenang.

Begitu memasuki Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Jember, Fajri bersama seorang teman terlihat tengah memilah-milah buku di lantai bawah Perpusda. Sesaat kemudian, kedua siswa MTs tersebut berpindah ke lantai atas menapaki anak tangga.

Kembali, tangan Fajri menari di rak buku mencari buku sesuai keinginan. Gerakan tangan siswa berambut ikal itu tiba-tiba berhenti dan menarik sebuah buku berwarna putih. Fajri lantas duduk di gelaran karpet warna hijau. Ia tampak serius membaca buku tersebut sambil bersandar di tembok.

Jawa Pos Radar Jember sempat dibikin penasaran. Karena remaja belasan tahun itu sempat berpindah-pindah rak mencari buku sesuai keinginan. Siapa sangka, Fajri mengandrungi novel bertemakan misteri atau horor.

Baca juga : Seleksi UMPTKIN Kembali Dihelat Secara Daring

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pembelajaran daring di era pandemi sudah berlangsung lebih setahun belakangan ini. Hal itu dapat menimbulkan kebosanan alias boring bagi siswa. Ternyata, siswa punya cara tersendiri untuk mengatasi kejenuhan tersebut. Namun bukan dengan main game online.

Fajri Maulana, siswa kelas IX MTs Negeri 1 Jember, misalnya, dia memilih pergi ke perpustakaan daerah (perpusda) di Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Sumbersari. Bahkan ia mengaku betah berada di ruangan ber-AC itu dengan membaca buku. Apalagi suasana di tempat itu cukup tenang.

Begitu memasuki Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Jember, Fajri bersama seorang teman terlihat tengah memilah-milah buku di lantai bawah Perpusda. Sesaat kemudian, kedua siswa MTs tersebut berpindah ke lantai atas menapaki anak tangga.

Kembali, tangan Fajri menari di rak buku mencari buku sesuai keinginan. Gerakan tangan siswa berambut ikal itu tiba-tiba berhenti dan menarik sebuah buku berwarna putih. Fajri lantas duduk di gelaran karpet warna hijau. Ia tampak serius membaca buku tersebut sambil bersandar di tembok.

Jawa Pos Radar Jember sempat dibikin penasaran. Karena remaja belasan tahun itu sempat berpindah-pindah rak mencari buku sesuai keinginan. Siapa sangka, Fajri mengandrungi novel bertemakan misteri atau horor.

Baca juga : Seleksi UMPTKIN Kembali Dihelat Secara Daring

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/