alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Berdiri di Tengah Krisis Ekonomi

Mobile_AP_Rectangle 1

TEGAL BESAR, Radar Jember – Situasi krisis ekonomi tahun 90-an bersamaan dengan berdirinya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Azhar pada tahun 1996. Pesantren yang berada di Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Jember, tersebut diasuh oleh Drs KH Abd Hamid Hasbullah hingga sekarang. Tidak lama berdiri, Pesantren Al Azhar melakukan perluasan begitu cepat dengan mendirikan lembaga formal sebagai sarana penunjang pendidikan.

Baca Juga : Dua Perusahaan Bayar THR Baru Hari Ini

Sejatinya tidak ada keraguan kebesaran kontribusi pesantren terhadap mutu pendidikan di Jember. Sejak zaman penjajahan Belanda hingga sekarang eksistensi pesantren tetap tak berkurang. Dari segi pendidikan agama sampai pendidikan umum dan teknologi juga tidak kalah saing.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Berdiri sejak tahun 1996, dengan kondisi yang sederhana. Tiga tahun setelahnya dibangun MI sebagai lembaga formal pertama,” kata Muhammad Raka Aditya, Ketua Pengurus Ponpes Al Azhar tersebut. Pihaknya juga menjelaskan, pembangunan MI pada tahun 1999 hanya berjarak satu tahun dengan berdirinya MTs pada tahun 2000. Hal ini berangkat dari kebutuhan para santri Ponpes Al Azhar untuk menimba ilmu ke jenjang yang lebih tinggi.

Beriringan dengan fasilitas pendidikan, Pesantren Al Azhar mulai banyak diminati oleh masyarakat, khususnya sekitar pesantren. Kemudian, pada tahun 2003 didirikan SMA Plus Al Azhar sebagai jenjang sekolah menengah atas yang unggul. “Percepatan tiga lembaga formal tersebut tak lain untuk membantu pertumbuhan pendidikan masyarakat,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember sambil menunjukkan data-data sejarah pesantren.

Selama Ramadan, Pesantren Al Azhar tetap aktif sekolah formal seperti biasa. Namun, kegiatan di pesantren ditingkatkan. “Selama Ramadan kegiatan bertambah, seperti tadarus, ngaji kitab dan qiyamul lail,” jelasnya.

- Advertisement -

TEGAL BESAR, Radar Jember – Situasi krisis ekonomi tahun 90-an bersamaan dengan berdirinya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Azhar pada tahun 1996. Pesantren yang berada di Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Jember, tersebut diasuh oleh Drs KH Abd Hamid Hasbullah hingga sekarang. Tidak lama berdiri, Pesantren Al Azhar melakukan perluasan begitu cepat dengan mendirikan lembaga formal sebagai sarana penunjang pendidikan.

Baca Juga : Dua Perusahaan Bayar THR Baru Hari Ini

Sejatinya tidak ada keraguan kebesaran kontribusi pesantren terhadap mutu pendidikan di Jember. Sejak zaman penjajahan Belanda hingga sekarang eksistensi pesantren tetap tak berkurang. Dari segi pendidikan agama sampai pendidikan umum dan teknologi juga tidak kalah saing.

“Berdiri sejak tahun 1996, dengan kondisi yang sederhana. Tiga tahun setelahnya dibangun MI sebagai lembaga formal pertama,” kata Muhammad Raka Aditya, Ketua Pengurus Ponpes Al Azhar tersebut. Pihaknya juga menjelaskan, pembangunan MI pada tahun 1999 hanya berjarak satu tahun dengan berdirinya MTs pada tahun 2000. Hal ini berangkat dari kebutuhan para santri Ponpes Al Azhar untuk menimba ilmu ke jenjang yang lebih tinggi.

Beriringan dengan fasilitas pendidikan, Pesantren Al Azhar mulai banyak diminati oleh masyarakat, khususnya sekitar pesantren. Kemudian, pada tahun 2003 didirikan SMA Plus Al Azhar sebagai jenjang sekolah menengah atas yang unggul. “Percepatan tiga lembaga formal tersebut tak lain untuk membantu pertumbuhan pendidikan masyarakat,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember sambil menunjukkan data-data sejarah pesantren.

Selama Ramadan, Pesantren Al Azhar tetap aktif sekolah formal seperti biasa. Namun, kegiatan di pesantren ditingkatkan. “Selama Ramadan kegiatan bertambah, seperti tadarus, ngaji kitab dan qiyamul lail,” jelasnya.

TEGAL BESAR, Radar Jember – Situasi krisis ekonomi tahun 90-an bersamaan dengan berdirinya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Azhar pada tahun 1996. Pesantren yang berada di Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Jember, tersebut diasuh oleh Drs KH Abd Hamid Hasbullah hingga sekarang. Tidak lama berdiri, Pesantren Al Azhar melakukan perluasan begitu cepat dengan mendirikan lembaga formal sebagai sarana penunjang pendidikan.

Baca Juga : Dua Perusahaan Bayar THR Baru Hari Ini

Sejatinya tidak ada keraguan kebesaran kontribusi pesantren terhadap mutu pendidikan di Jember. Sejak zaman penjajahan Belanda hingga sekarang eksistensi pesantren tetap tak berkurang. Dari segi pendidikan agama sampai pendidikan umum dan teknologi juga tidak kalah saing.

“Berdiri sejak tahun 1996, dengan kondisi yang sederhana. Tiga tahun setelahnya dibangun MI sebagai lembaga formal pertama,” kata Muhammad Raka Aditya, Ketua Pengurus Ponpes Al Azhar tersebut. Pihaknya juga menjelaskan, pembangunan MI pada tahun 1999 hanya berjarak satu tahun dengan berdirinya MTs pada tahun 2000. Hal ini berangkat dari kebutuhan para santri Ponpes Al Azhar untuk menimba ilmu ke jenjang yang lebih tinggi.

Beriringan dengan fasilitas pendidikan, Pesantren Al Azhar mulai banyak diminati oleh masyarakat, khususnya sekitar pesantren. Kemudian, pada tahun 2003 didirikan SMA Plus Al Azhar sebagai jenjang sekolah menengah atas yang unggul. “Percepatan tiga lembaga formal tersebut tak lain untuk membantu pertumbuhan pendidikan masyarakat,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember sambil menunjukkan data-data sejarah pesantren.

Selama Ramadan, Pesantren Al Azhar tetap aktif sekolah formal seperti biasa. Namun, kegiatan di pesantren ditingkatkan. “Selama Ramadan kegiatan bertambah, seperti tadarus, ngaji kitab dan qiyamul lail,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/