alexametrics
24.9 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Dicoret Dari Daftar Sekolah, Kemenag Jember Digeruduk Guru dan Wali Murid

Kasus Dualisme Kepala Madrasah dan Nasib Siswa

Mobile_AP_Rectangle 1

Tidak lama kemudian, datang sejumlah masyarakat yang menyusul. Akhirnya sempat terjadi cekcok antara rombongan pertama dengan kedua. Informasinya, mereka merupakan kedua belah pihak dari yayasan dan pihak madrasah yang dinaungi yayasan tersebut. Hal ini dibenarkan oleh satpam Kemenag yang berjaga. “Coba mereka kasih pemberitahuan dulu jika mau datang, kan pasti dilayani dengan baik,” tambahnya.

Beberapa saat setelah terjadi cekcok, pihak kepolisian datang mendinginkan suasana. Kemudian, mereka ditempatkan di depan aula Kantor Kemenag. Sementara itu, perwakilan dari mereka diminta masuk untuk bertemu dengan Faisol Abrari, Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah Kemenag Jember.

Para guru langsung ditemui oleh Faisol Abrari di ruangan Kasi Pendidikan Madrasah, diikuti oleh Edy Sucipto, Kasi Pondok Pesantren Kemenag Jember. Sementara, wali murid tidak diperkenankan masuk.

Mobile_AP_Rectangle 2

Faisol Abrari mengatakan, sampai saat ini belum bisa menyimpulkan. Pihaknya akan melakukan mediasi formal dengan kedua belah pihak untuk menyelesaikan konflik tersebut. “Karena ini yayasan, jadi tidak bisa diselesaikan di sini saja. Nanti kami akan mengundang semuanya, mulai dari pihak yayasan, kepala madrasah yang baru dan yang lama, dan para ahli waris,” tegasnya.

 

Jurnalis : mg4
Fotografer : mg4
Redaktur : Nur Hariri

- Advertisement -

Tidak lama kemudian, datang sejumlah masyarakat yang menyusul. Akhirnya sempat terjadi cekcok antara rombongan pertama dengan kedua. Informasinya, mereka merupakan kedua belah pihak dari yayasan dan pihak madrasah yang dinaungi yayasan tersebut. Hal ini dibenarkan oleh satpam Kemenag yang berjaga. “Coba mereka kasih pemberitahuan dulu jika mau datang, kan pasti dilayani dengan baik,” tambahnya.

Beberapa saat setelah terjadi cekcok, pihak kepolisian datang mendinginkan suasana. Kemudian, mereka ditempatkan di depan aula Kantor Kemenag. Sementara itu, perwakilan dari mereka diminta masuk untuk bertemu dengan Faisol Abrari, Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah Kemenag Jember.

Para guru langsung ditemui oleh Faisol Abrari di ruangan Kasi Pendidikan Madrasah, diikuti oleh Edy Sucipto, Kasi Pondok Pesantren Kemenag Jember. Sementara, wali murid tidak diperkenankan masuk.

Faisol Abrari mengatakan, sampai saat ini belum bisa menyimpulkan. Pihaknya akan melakukan mediasi formal dengan kedua belah pihak untuk menyelesaikan konflik tersebut. “Karena ini yayasan, jadi tidak bisa diselesaikan di sini saja. Nanti kami akan mengundang semuanya, mulai dari pihak yayasan, kepala madrasah yang baru dan yang lama, dan para ahli waris,” tegasnya.

 

Jurnalis : mg4
Fotografer : mg4
Redaktur : Nur Hariri

Tidak lama kemudian, datang sejumlah masyarakat yang menyusul. Akhirnya sempat terjadi cekcok antara rombongan pertama dengan kedua. Informasinya, mereka merupakan kedua belah pihak dari yayasan dan pihak madrasah yang dinaungi yayasan tersebut. Hal ini dibenarkan oleh satpam Kemenag yang berjaga. “Coba mereka kasih pemberitahuan dulu jika mau datang, kan pasti dilayani dengan baik,” tambahnya.

Beberapa saat setelah terjadi cekcok, pihak kepolisian datang mendinginkan suasana. Kemudian, mereka ditempatkan di depan aula Kantor Kemenag. Sementara itu, perwakilan dari mereka diminta masuk untuk bertemu dengan Faisol Abrari, Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah Kemenag Jember.

Para guru langsung ditemui oleh Faisol Abrari di ruangan Kasi Pendidikan Madrasah, diikuti oleh Edy Sucipto, Kasi Pondok Pesantren Kemenag Jember. Sementara, wali murid tidak diperkenankan masuk.

Faisol Abrari mengatakan, sampai saat ini belum bisa menyimpulkan. Pihaknya akan melakukan mediasi formal dengan kedua belah pihak untuk menyelesaikan konflik tersebut. “Karena ini yayasan, jadi tidak bisa diselesaikan di sini saja. Nanti kami akan mengundang semuanya, mulai dari pihak yayasan, kepala madrasah yang baru dan yang lama, dan para ahli waris,” tegasnya.

 

Jurnalis : mg4
Fotografer : mg4
Redaktur : Nur Hariri

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/