alexametrics
21.3 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Dicoret Dari Daftar Sekolah, Kemenag Jember Digeruduk Guru dan Wali Murid

Kasus Dualisme Kepala Madrasah dan Nasib Siswa

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah guru dan wali murid MTs NU Al Badar, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, mendatangi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jember di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Senin (28/3). Kedatangan mereka untuk meminta penjelasan mengenai dualisme kepala sekolah dan nasib siswa.

Baca Juga : Bejat! Guru Les Private Dilaporkan Kasus Dugaan Pencabulan Gadis Belia

Seperti diketahui, di lembaga ini ada kepala madrasah lama yang setiap hari masih mengajar. Di sisi lain, ada kepala madrasah baru yang disebut-sebut jarang sekali ke madrasah. Nah, kedatangan para guru dan wali murid itu untuk meminta penjelasan regulasi. Selain itu, minta penjelasan mengenai akun Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) yang diduga bermasalah. Sementara, wali murid ikut datang karena khawatir akan berpengaruh pada siswa.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kedatangan guru dan wali murid kontan membuat Kantor Kemenag ramai. Supriyanto, satpam Kemenag Jember, mengatakan, rombongan tersebut tiba-tiba memasuki halaman kantor tanpa bertanya-tanya. “Mereka langsung masuk, bergerombol, melewati pintu tanpa berbicara dengan saya. Waduh, ini demo kayaknya,” ujarnya.

Mufida, guru MTs NU Al Badar, berharap agar yayasan yang menaungi MTs NU Al Badar tersebut bisa memberikan penjelasan mengenai ijab perpindahan yayasan agar konflik dualisme segera selesai. “Harapannya siswa bisa belajar dengan normal kembali,” katanya.

Menurutnya, para guru datang untuk meminta regulasi perpindahan yayasan MTs NU Al Badar, karena sampai saat ini kepala madrasah tersebut diketahui ada dua. Sebelumnya, Kemenag telah meresmikan kepala madrasah baru. Kemudian, mereka meminta klarifikasi mengenai akun PTK milik para guru yang tidak bisa cair karena ada indikasi permasalahan. “Dua poin yang kami bahas, pertama tentang aturan perpindahan yayasan, kedua tentang akun PTK kami yang dipelesetkan,” terangnya.

Hadi Purwanto, salah satu wali siswa MTs NU Al Badar, mengatakan, pihaknya ingin meminta kejelasan nasib anaknya. Sebab, beberapa hari yang lalu sudah dicoret dari daftar sekolah dan terancam tidak lulus ujian akhir. “Nama anak saya sudah dicoret dari sekolah. Tapi, hari ini tetap ikut ujian akhir,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah guru dan wali murid MTs NU Al Badar, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, mendatangi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jember di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Senin (28/3). Kedatangan mereka untuk meminta penjelasan mengenai dualisme kepala sekolah dan nasib siswa.

Baca Juga : Bejat! Guru Les Private Dilaporkan Kasus Dugaan Pencabulan Gadis Belia

Seperti diketahui, di lembaga ini ada kepala madrasah lama yang setiap hari masih mengajar. Di sisi lain, ada kepala madrasah baru yang disebut-sebut jarang sekali ke madrasah. Nah, kedatangan para guru dan wali murid itu untuk meminta penjelasan regulasi. Selain itu, minta penjelasan mengenai akun Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) yang diduga bermasalah. Sementara, wali murid ikut datang karena khawatir akan berpengaruh pada siswa.

Kedatangan guru dan wali murid kontan membuat Kantor Kemenag ramai. Supriyanto, satpam Kemenag Jember, mengatakan, rombongan tersebut tiba-tiba memasuki halaman kantor tanpa bertanya-tanya. “Mereka langsung masuk, bergerombol, melewati pintu tanpa berbicara dengan saya. Waduh, ini demo kayaknya,” ujarnya.

Mufida, guru MTs NU Al Badar, berharap agar yayasan yang menaungi MTs NU Al Badar tersebut bisa memberikan penjelasan mengenai ijab perpindahan yayasan agar konflik dualisme segera selesai. “Harapannya siswa bisa belajar dengan normal kembali,” katanya.

Menurutnya, para guru datang untuk meminta regulasi perpindahan yayasan MTs NU Al Badar, karena sampai saat ini kepala madrasah tersebut diketahui ada dua. Sebelumnya, Kemenag telah meresmikan kepala madrasah baru. Kemudian, mereka meminta klarifikasi mengenai akun PTK milik para guru yang tidak bisa cair karena ada indikasi permasalahan. “Dua poin yang kami bahas, pertama tentang aturan perpindahan yayasan, kedua tentang akun PTK kami yang dipelesetkan,” terangnya.

Hadi Purwanto, salah satu wali siswa MTs NU Al Badar, mengatakan, pihaknya ingin meminta kejelasan nasib anaknya. Sebab, beberapa hari yang lalu sudah dicoret dari daftar sekolah dan terancam tidak lulus ujian akhir. “Nama anak saya sudah dicoret dari sekolah. Tapi, hari ini tetap ikut ujian akhir,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah guru dan wali murid MTs NU Al Badar, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, mendatangi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jember di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Senin (28/3). Kedatangan mereka untuk meminta penjelasan mengenai dualisme kepala sekolah dan nasib siswa.

Baca Juga : Bejat! Guru Les Private Dilaporkan Kasus Dugaan Pencabulan Gadis Belia

Seperti diketahui, di lembaga ini ada kepala madrasah lama yang setiap hari masih mengajar. Di sisi lain, ada kepala madrasah baru yang disebut-sebut jarang sekali ke madrasah. Nah, kedatangan para guru dan wali murid itu untuk meminta penjelasan regulasi. Selain itu, minta penjelasan mengenai akun Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) yang diduga bermasalah. Sementara, wali murid ikut datang karena khawatir akan berpengaruh pada siswa.

Kedatangan guru dan wali murid kontan membuat Kantor Kemenag ramai. Supriyanto, satpam Kemenag Jember, mengatakan, rombongan tersebut tiba-tiba memasuki halaman kantor tanpa bertanya-tanya. “Mereka langsung masuk, bergerombol, melewati pintu tanpa berbicara dengan saya. Waduh, ini demo kayaknya,” ujarnya.

Mufida, guru MTs NU Al Badar, berharap agar yayasan yang menaungi MTs NU Al Badar tersebut bisa memberikan penjelasan mengenai ijab perpindahan yayasan agar konflik dualisme segera selesai. “Harapannya siswa bisa belajar dengan normal kembali,” katanya.

Menurutnya, para guru datang untuk meminta regulasi perpindahan yayasan MTs NU Al Badar, karena sampai saat ini kepala madrasah tersebut diketahui ada dua. Sebelumnya, Kemenag telah meresmikan kepala madrasah baru. Kemudian, mereka meminta klarifikasi mengenai akun PTK milik para guru yang tidak bisa cair karena ada indikasi permasalahan. “Dua poin yang kami bahas, pertama tentang aturan perpindahan yayasan, kedua tentang akun PTK kami yang dipelesetkan,” terangnya.

Hadi Purwanto, salah satu wali siswa MTs NU Al Badar, mengatakan, pihaknya ingin meminta kejelasan nasib anaknya. Sebab, beberapa hari yang lalu sudah dicoret dari daftar sekolah dan terancam tidak lulus ujian akhir. “Nama anak saya sudah dicoret dari sekolah. Tapi, hari ini tetap ikut ujian akhir,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/