alexametrics
27.9 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Guru PAI di Jember Jadi Anak Tiri

Lolos Passing Grade tapi Tak Mendapat Formasi “Kalau dites lagi, beda lagi hasilnya. Karena setiap tes aturannya beda. Jadi, 140 guru PAI yang memenuhi passing grade itu harus langsung diloloskan.” Ali Dzamil - Ketua FH AGPAII Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

Selama ini, lanjut Dzamil, yang menjadi kendala adalah formasi yang tersedia dengan jumlah guru yang mendaftar tidak sebanding. Banyak guru honorer yang sebenarnya lulus passing grade pada seleksi tahap dua kemarin, tapi tidak kebagian tempat mengajar. Karena itu, mereka dinyatakan tidak lolos PPPK. Dia optimistis, jika jumlah formasi yang disediakan untuk guru PAI setara dengan jumlah untuk guru kelas, maka kebutuhan guru PAI sudah tuntas. Tidak terjadi lagi kekurangan guru.

Zainul dan Dzamil berharap, pada seleksi PPPK selanjutnya, peserta yang dinyatakan tidak lolos seleksi PPPK sebelumnya, tapi nilai passing grade sudah memenuhi, mereka dinyatakan lolos otomatis tanpa harus mengikuti tes lagi. Sebab, secara persyaratan dan kompetensi mereka itu sudah memenuhi syarat. “Kalau dites lagi, beda lagi hasilnya. Karena setiap tes aturannya beda. Jadi, 140 guru PAI yang memenuhi passing grade itu harus langsung diloloskan,” ujarnya.

Sejatinya, rekrutmen PPPK ini adalah gawe-nya pemerintah pusat yang di daerah ditangani oleh Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur di Jember. Seharusnya Cabdindik-lah yang punya andil lebih besar untuk pengajuan jumlah formasi tersebut. Sebenarnya, Cabdindik telah mengajukan kuota guru PAI sesuai Dapodik yang jumlahnya ratusan. Namun, realisasinya tidak sesuai harapan. “Semua sesuai aturan,” kata Mahrus Syamsul, Kepala Cabdindik Jawa Timur Wilayah Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di sisi lain, BKPSDM Jember juga turut mengajukan kuota guru PAI pada rekrutmen PPPK lalu. Namun, jumlahnya hanya 70 formasi dan yang diterima oleh pemerintah pusat cuma 42 formasi. Untuk itu, pada rekrutmen selanjutnya BPKSDM akan mengajukan ratusan formasi lagi guna menggenapi kebutuhan guru agama tersebut. “Tahun depan akan mengajukan 395 formasi,” ungkap Sukowinarno, Kepala BKSDM Jember, beberapa waktu lalu.

Reporter : Dian Cahyani/Radar Jember

Fotografer :

Editor : Mahrus Sholih/Radar Jember

- Advertisement -

Selama ini, lanjut Dzamil, yang menjadi kendala adalah formasi yang tersedia dengan jumlah guru yang mendaftar tidak sebanding. Banyak guru honorer yang sebenarnya lulus passing grade pada seleksi tahap dua kemarin, tapi tidak kebagian tempat mengajar. Karena itu, mereka dinyatakan tidak lolos PPPK. Dia optimistis, jika jumlah formasi yang disediakan untuk guru PAI setara dengan jumlah untuk guru kelas, maka kebutuhan guru PAI sudah tuntas. Tidak terjadi lagi kekurangan guru.

Zainul dan Dzamil berharap, pada seleksi PPPK selanjutnya, peserta yang dinyatakan tidak lolos seleksi PPPK sebelumnya, tapi nilai passing grade sudah memenuhi, mereka dinyatakan lolos otomatis tanpa harus mengikuti tes lagi. Sebab, secara persyaratan dan kompetensi mereka itu sudah memenuhi syarat. “Kalau dites lagi, beda lagi hasilnya. Karena setiap tes aturannya beda. Jadi, 140 guru PAI yang memenuhi passing grade itu harus langsung diloloskan,” ujarnya.

Sejatinya, rekrutmen PPPK ini adalah gawe-nya pemerintah pusat yang di daerah ditangani oleh Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur di Jember. Seharusnya Cabdindik-lah yang punya andil lebih besar untuk pengajuan jumlah formasi tersebut. Sebenarnya, Cabdindik telah mengajukan kuota guru PAI sesuai Dapodik yang jumlahnya ratusan. Namun, realisasinya tidak sesuai harapan. “Semua sesuai aturan,” kata Mahrus Syamsul, Kepala Cabdindik Jawa Timur Wilayah Jember.

Di sisi lain, BKPSDM Jember juga turut mengajukan kuota guru PAI pada rekrutmen PPPK lalu. Namun, jumlahnya hanya 70 formasi dan yang diterima oleh pemerintah pusat cuma 42 formasi. Untuk itu, pada rekrutmen selanjutnya BPKSDM akan mengajukan ratusan formasi lagi guna menggenapi kebutuhan guru agama tersebut. “Tahun depan akan mengajukan 395 formasi,” ungkap Sukowinarno, Kepala BKSDM Jember, beberapa waktu lalu.

Reporter : Dian Cahyani/Radar Jember

Fotografer :

Editor : Mahrus Sholih/Radar Jember

Selama ini, lanjut Dzamil, yang menjadi kendala adalah formasi yang tersedia dengan jumlah guru yang mendaftar tidak sebanding. Banyak guru honorer yang sebenarnya lulus passing grade pada seleksi tahap dua kemarin, tapi tidak kebagian tempat mengajar. Karena itu, mereka dinyatakan tidak lolos PPPK. Dia optimistis, jika jumlah formasi yang disediakan untuk guru PAI setara dengan jumlah untuk guru kelas, maka kebutuhan guru PAI sudah tuntas. Tidak terjadi lagi kekurangan guru.

Zainul dan Dzamil berharap, pada seleksi PPPK selanjutnya, peserta yang dinyatakan tidak lolos seleksi PPPK sebelumnya, tapi nilai passing grade sudah memenuhi, mereka dinyatakan lolos otomatis tanpa harus mengikuti tes lagi. Sebab, secara persyaratan dan kompetensi mereka itu sudah memenuhi syarat. “Kalau dites lagi, beda lagi hasilnya. Karena setiap tes aturannya beda. Jadi, 140 guru PAI yang memenuhi passing grade itu harus langsung diloloskan,” ujarnya.

Sejatinya, rekrutmen PPPK ini adalah gawe-nya pemerintah pusat yang di daerah ditangani oleh Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur di Jember. Seharusnya Cabdindik-lah yang punya andil lebih besar untuk pengajuan jumlah formasi tersebut. Sebenarnya, Cabdindik telah mengajukan kuota guru PAI sesuai Dapodik yang jumlahnya ratusan. Namun, realisasinya tidak sesuai harapan. “Semua sesuai aturan,” kata Mahrus Syamsul, Kepala Cabdindik Jawa Timur Wilayah Jember.

Di sisi lain, BKPSDM Jember juga turut mengajukan kuota guru PAI pada rekrutmen PPPK lalu. Namun, jumlahnya hanya 70 formasi dan yang diterima oleh pemerintah pusat cuma 42 formasi. Untuk itu, pada rekrutmen selanjutnya BPKSDM akan mengajukan ratusan formasi lagi guna menggenapi kebutuhan guru agama tersebut. “Tahun depan akan mengajukan 395 formasi,” ungkap Sukowinarno, Kepala BKSDM Jember, beberapa waktu lalu.

Reporter : Dian Cahyani/Radar Jember

Fotografer :

Editor : Mahrus Sholih/Radar Jember

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/