Semua Bacarek Lolos Administrasi

Ketua Panitia Pilrek Unej Dr Moch Ali

RADAR JEMBER.ID – Sepuluh Bakal Calon Rektor (Bacarek) Universitas Jember dinyatakan lolos administrasi. Selanjutnya, mereka harus  membuat visi misi. Visi Misi tersebut tak hanya dalam bentuk hardcopy maupun softcopy. Namun, mereka juga diharuskan membuat video singkat tentang visi misinya dalam membangun kampus.

IKLAN

Ketua Panitia Pemililah Rektor (Pilrek) Unej Moch Ali menyatakan, sepuluh nama yang mendaftar sebagai bacarek sudah lolos secara administrasi dan mereka telah jadi bacarek. “Sepuluh nama yang mendaftar tersebut secara administrasi lolos, sehingga total bacarek itu ada 10 orang,” paparnya.

Setelah lolos administrasi, kata dia, mereka dituntut untuk membuat video visi misinya dengan durasi tiga menit. Video tersebut akan diunggah agar mempermudah orang mengetahui visi dan misi Bacarek Unej.

Cara tersebut sebagai langkah untuk mempermudah mengenalkan Bacarek Unej ke masyarakat. Apalagi, masyarakat sudah tidak asing dengan video yang disebar di media sosial.  Deadline pengumpulannya 15 hari ke depan dan dihitung per 27 Agustus,” tuturnya.

Visi dan misi yang dikumpulkan tersebut akan menjadi bahan tahap penyaringan terbuka yang dilakukan selambat-lambatnya 27 November 2019. “Penyaringan terbuka tidak hanya dihadiri oleh Senat Unej, tapi juga karyawan Unej, dosen, ataupun mahasiswa, dan tidak menutup kemungkinan mengundang stakeholder lainnya,” jelas Ali.

Tahapan terbuka tersebut juga bisa diikuti oleh utusan Kemenristek Dikti yang ditunjuk. “Menteri atau utusan menteri boleh ikut ke penyaringan terbuka ataupun tertutup. Tapi tidak punya hak suara, hanya memantau saja,” ujarnya.

Setelah penyaringan terbuka, akan dilakukan penyaringan tertutup. Penyaringan tertutup paling lambat 27 November 2019 dengan agenda menilai dan memilih. Sebab, tahapan penyaringan tertutup akan menentukan tiga kandidat Calon Rektor Unej. “Jadi, dari 10 bacarek tersebut akan disusutkan menjadi tiga orang calon rektor. Tiga orang itu bisa lanjut ke tahap pemilihan oleh anggota Senat Unej,” tuturnya.

Total anggota senat Unej yang punya hak suara adalah mereka yang berstatus guru besar atau profesor. Selain itu, ada dua wakil dosen dari masing-masing fakultas, dekan setiap fakultas, dan unsur pimpinan Unej yaitu rektor, wakil rektor  I, II, dan III.

“Jika dalam tahap pemilihan ada satu nama yang secara jumlah suara unggul, maka orang tersebut yang namanya dikirim ke Mentristekdikti.  Seandainya ada dua perolehan suaranya sama, maka dua orang tersebut namanya disetor ke Menristekdikti,” paparnya.

Menristekdikti punya andil dalam penentuan siapa yang bakal jadi rektor. Sebab, suara menteri sebanyak 35 persen. (*)

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Bagus Supriadi