Jadi Observer World Skills Competition

Kepala SMKN 6 Diundang ke Rusia

JADI OBSERVER: Sembilan kepala sekolah di Jatim dari total 32 kepsek SMK se-Indonesia  berfoto bersama di Stadion Kazan, Rusia. Salah satu di antaranya adalah Kepala SMKN 6 Jember Dra Priwahyu Hartanti.

RADAR JEMBER.ID – Ajang lomba sekolah vokasi tingkat dunia digelar pada 22 hingga 27 Agustus di Kazan, Rusia. Kepala SMKN 6 Jember Dra Priwahyu Hartandi Mpd diundang menjadi observer dalam kegiatan World Skills Competition (WSC). Acara yang digelar dua tahun sekali itu untuk menunjukkan skill menawan para pelajar SMK dari seluruh dunia.

IKLAN

Priwahyu Hartandi mengatakan, agenda besar lomba pelajar vokasi tersebut merupakan kegiatan menarik dan patut dicontoh. Dia adalah satu-satunya kepala sekolah dari Jember yang diundang bersama 32 kepsek SMKN se-Indonesia. “Total ada 56 kompetensi keahlian yang dilombakan, ada 15 pelajar dari Indonesia yang berlomba,” ucapnya.

Tema WSC di Rusia itu adalah skills for the future. Dua tahun lagi, acara yang sama akan digelar di Tiongkok.

Dia sendiri memantau khusus lomba di bidang hairdressing. Yaitu ilmu tata rambut serta kesehatan rambut. Keterampilan ataupun peralatan yang digunakan siswa SMK di Indonesia tidak jauh berbeda. Materi-materi hairdressing para peserta lomba hampir sama. “Ya, sama dengan anak-anak Indonesia,” ujarnya.

Hal yang paling berbeda dan termasuk fundamental adalah persoalan mental. Mental siswa SMK dari belahan dunia, khususnya Eropa, kuat seperti orang profesional. “Mentalnya itu sangat yakin melakukan sesuatu. Siswa SMK di Jember kalau melakukan sesuatu tapi dilihat gurunya, rasanya kurang yakin dan ragu-ragu,” terangnya.

Pengalaman Priwahyu saat berkunjung ke Inggris dan Belanda, pelajar di sana sudah mengetahui akan menjadi apa nanti. Untuk menggapai cita-citanya, mereka berlatih dan benar-benar memperjuangkan. Namun, kata dia, ada peran pemerintah untuk menyalurkan bakat pelajar sesuai dengan keahliannya. “Bahkan, anak di Eropa itu lebih suka berwirausaha daripada kerja kantoran,” tuturnya.

Kabid pembinaan SMK Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim Dr Suhartono Mpd yang juga sebagai kepala rombongan kepsek se-Jatim  menambahkan, pengelolaan pendidikan di masa depan tidak semakin mudah. Namun, harus dijadikan sebagai aneka peluang, karena banyak tantangan dan hambatan. “pengelolaan pendidikan harus menangkap ruang besar di era Revolusi Industri 4.0. Yang perlu dilakukan adalah pengamatan langsung pada objek,” jelasnya.

Mengamati langsung pada objek adalah pembelajaran nyata dalam upaya mendesain inovasi. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan vokasi di masing-masing sekolah.  (*)

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Bagus Supriadi