alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Lesbumi Mengulas Napak Tilas Pemikiran Kiai Haji Achmad Siddiq

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Jember menggelar pangkalan budaya, Sabtu 26 Juni 2021. Agenda ini adalah kali kedua digelar.

Momentumnya adalah semangat bulan Pancasila. Topik diskusi yang diangkat yakni, mendaras jejak-jejak atau kiprah KH Achmad Siddiq dalam diskursus agama dan negara, khususnya Pancasila.

Pemantik dalam diskusi tersebut berasal dari tokoh-tokoh berpengaruh di Jember. Seperti Prof. Dr. H. Abd. Halim Soebahar, MA. (Guru Besar UIN KHAS Jember), kemudian Dr. Akhmad Taufiq, M.Pd. (Wakil Ketua PCNU Jember dan Ketua PP ADP IKA-PMII), serta Nizar (moderator).

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA : Bupati Jember Salurkan 30 Ton Beras untuk Wilayah Zona Merah

Fandrik, Bendahara Lesbumi Jember mengatakan, kegiatan ini merupakan momentum mengenang dan membedah pemikiran tokoh kebanggaan nasional yang asli atau lahir dari tlatah bumi Jember.

“Sudah sepatutnya sebagai warga Jember bangga dan menghargai mutiara-mutiara pemikiran beliau dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Fandrik yang juga Cerpenis Nasional itu.

Sementara itu, Prof Halim Soebahar mengakui, bahwa KH Achmad Siddiq tak hanya religius, namun juga arif dan nasionalis. Baginya, Kiai Achmad Siddiq adalah sosok arsitek dalam rancangan NU yang kembali ke Khittah 1926, dengan menuliskan Khittah Nahdliyyah.

Di dalam naskah itu menjelaskan risalah penting memahami Khittah NU, serta penerimaan Pancasila sebagai asas tunggal organisasi, dengan menyusun deklarasi hubungan Pancasila dengan Islam pada tahun 1983-1984.

“Beliau adalah tokoh nasional dari kalangan NU, yang mampu ‘melerai’ ketegangan hubungan antara agama dan Pancasila pada masa 1980-an, tepatnya pada Munas 1983 dan Muktamar NU 1984 di Situbondo,” katanya dalam siaran pada salah satu radio di Jember itu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Jember menggelar pangkalan budaya, Sabtu 26 Juni 2021. Agenda ini adalah kali kedua digelar.

Momentumnya adalah semangat bulan Pancasila. Topik diskusi yang diangkat yakni, mendaras jejak-jejak atau kiprah KH Achmad Siddiq dalam diskursus agama dan negara, khususnya Pancasila.

Pemantik dalam diskusi tersebut berasal dari tokoh-tokoh berpengaruh di Jember. Seperti Prof. Dr. H. Abd. Halim Soebahar, MA. (Guru Besar UIN KHAS Jember), kemudian Dr. Akhmad Taufiq, M.Pd. (Wakil Ketua PCNU Jember dan Ketua PP ADP IKA-PMII), serta Nizar (moderator).

BACA JUGA : Bupati Jember Salurkan 30 Ton Beras untuk Wilayah Zona Merah

Fandrik, Bendahara Lesbumi Jember mengatakan, kegiatan ini merupakan momentum mengenang dan membedah pemikiran tokoh kebanggaan nasional yang asli atau lahir dari tlatah bumi Jember.

“Sudah sepatutnya sebagai warga Jember bangga dan menghargai mutiara-mutiara pemikiran beliau dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Fandrik yang juga Cerpenis Nasional itu.

Sementara itu, Prof Halim Soebahar mengakui, bahwa KH Achmad Siddiq tak hanya religius, namun juga arif dan nasionalis. Baginya, Kiai Achmad Siddiq adalah sosok arsitek dalam rancangan NU yang kembali ke Khittah 1926, dengan menuliskan Khittah Nahdliyyah.

Di dalam naskah itu menjelaskan risalah penting memahami Khittah NU, serta penerimaan Pancasila sebagai asas tunggal organisasi, dengan menyusun deklarasi hubungan Pancasila dengan Islam pada tahun 1983-1984.

“Beliau adalah tokoh nasional dari kalangan NU, yang mampu ‘melerai’ ketegangan hubungan antara agama dan Pancasila pada masa 1980-an, tepatnya pada Munas 1983 dan Muktamar NU 1984 di Situbondo,” katanya dalam siaran pada salah satu radio di Jember itu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Jember menggelar pangkalan budaya, Sabtu 26 Juni 2021. Agenda ini adalah kali kedua digelar.

Momentumnya adalah semangat bulan Pancasila. Topik diskusi yang diangkat yakni, mendaras jejak-jejak atau kiprah KH Achmad Siddiq dalam diskursus agama dan negara, khususnya Pancasila.

Pemantik dalam diskusi tersebut berasal dari tokoh-tokoh berpengaruh di Jember. Seperti Prof. Dr. H. Abd. Halim Soebahar, MA. (Guru Besar UIN KHAS Jember), kemudian Dr. Akhmad Taufiq, M.Pd. (Wakil Ketua PCNU Jember dan Ketua PP ADP IKA-PMII), serta Nizar (moderator).

BACA JUGA : Bupati Jember Salurkan 30 Ton Beras untuk Wilayah Zona Merah

Fandrik, Bendahara Lesbumi Jember mengatakan, kegiatan ini merupakan momentum mengenang dan membedah pemikiran tokoh kebanggaan nasional yang asli atau lahir dari tlatah bumi Jember.

“Sudah sepatutnya sebagai warga Jember bangga dan menghargai mutiara-mutiara pemikiran beliau dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Fandrik yang juga Cerpenis Nasional itu.

Sementara itu, Prof Halim Soebahar mengakui, bahwa KH Achmad Siddiq tak hanya religius, namun juga arif dan nasionalis. Baginya, Kiai Achmad Siddiq adalah sosok arsitek dalam rancangan NU yang kembali ke Khittah 1926, dengan menuliskan Khittah Nahdliyyah.

Di dalam naskah itu menjelaskan risalah penting memahami Khittah NU, serta penerimaan Pancasila sebagai asas tunggal organisasi, dengan menyusun deklarasi hubungan Pancasila dengan Islam pada tahun 1983-1984.

“Beliau adalah tokoh nasional dari kalangan NU, yang mampu ‘melerai’ ketegangan hubungan antara agama dan Pancasila pada masa 1980-an, tepatnya pada Munas 1983 dan Muktamar NU 1984 di Situbondo,” katanya dalam siaran pada salah satu radio di Jember itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/