alexametrics
24.8 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Sekolah Pinggiran Full Zonasi 

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di lembaga SD tak sepenuhnya sama. Seperti halnya di SD Wirowongso 02. Sekolah pinggiran di Kecamatan Ajung ini melaksanakan PPDB berbeda dengan SD negeri yang ada di perkotaan. Jika PPDB di sekolah kota menggunakan jalur afirmasi, perpindahan orang tua, prestasi, dan zonasi. Namun, untuk sekolah pinggiran ini tidak semuanya dilakukan.

Kepala SD Wirowongso 02 Sri Rahayuning Ekonomi mengungkapkan, berdasar pengamatannya, tidak semua SD pinggiran membuka PPDB dengan jalur afirmasi, perpindahan orang tua, dan prestasi. Sebab, jika diterapkan sama dengan sekolah yang ada di kota, maka beberapa sekolah pinggiran akan sepi peminat. “Jadi, tidak bisa dipukul merata. SD pinggiran dan di kota. Bisa-bisa tidak ada yang daftar,” katanya, kemarin (27/5).

Di sekolahnya, jalur pendaftaran siswa seluruhnya dilakukan dengan sistem zonasi. Sebab, sejak awal tidak ada yang mendaftar dengan jalur-jalur selain zonasi. Terlebih, beberapa wali murid merasa tidak mengetahui info terbaru mengenai PPDB. Utamanya terkait dengan pilihan jalur yang ada. “Bahkan, ada wali murid yang tidak tahu pendaftarannya kapan dan jalurnya apa saja. Padahal banner sudah kami pasang,” tutur Sri.

Mobile_AP_Rectangle 2

Imbasnya, pendaftar di sekolah ini pas dengan jumlah pagu yang tersedia. Padahal biasanya, sekolah ini selalu menerima pendaftar yang melebihi kuota. Sebab, lembaga pendidikan ini adalah salah satu sekolah favorit di pinggiran.

Menurut dia, pagu sekolah ini sebanyak 28 siswa. Namun, jika jumlah pendaftar mencapai 40 siswa atau lebih, maka pihaknya akan membuka dua rombongan belajar (rombel). Sebab, sebelumnya sekolah ini pernah memiliki dua rombel. “Nanti kalau ada, lembaga kami ini ada dua rombongan. Jika tidak bisa memenuhi, hanya satu rombel saja,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di lembaga SD tak sepenuhnya sama. Seperti halnya di SD Wirowongso 02. Sekolah pinggiran di Kecamatan Ajung ini melaksanakan PPDB berbeda dengan SD negeri yang ada di perkotaan. Jika PPDB di sekolah kota menggunakan jalur afirmasi, perpindahan orang tua, prestasi, dan zonasi. Namun, untuk sekolah pinggiran ini tidak semuanya dilakukan.

Kepala SD Wirowongso 02 Sri Rahayuning Ekonomi mengungkapkan, berdasar pengamatannya, tidak semua SD pinggiran membuka PPDB dengan jalur afirmasi, perpindahan orang tua, dan prestasi. Sebab, jika diterapkan sama dengan sekolah yang ada di kota, maka beberapa sekolah pinggiran akan sepi peminat. “Jadi, tidak bisa dipukul merata. SD pinggiran dan di kota. Bisa-bisa tidak ada yang daftar,” katanya, kemarin (27/5).

Di sekolahnya, jalur pendaftaran siswa seluruhnya dilakukan dengan sistem zonasi. Sebab, sejak awal tidak ada yang mendaftar dengan jalur-jalur selain zonasi. Terlebih, beberapa wali murid merasa tidak mengetahui info terbaru mengenai PPDB. Utamanya terkait dengan pilihan jalur yang ada. “Bahkan, ada wali murid yang tidak tahu pendaftarannya kapan dan jalurnya apa saja. Padahal banner sudah kami pasang,” tutur Sri.

Imbasnya, pendaftar di sekolah ini pas dengan jumlah pagu yang tersedia. Padahal biasanya, sekolah ini selalu menerima pendaftar yang melebihi kuota. Sebab, lembaga pendidikan ini adalah salah satu sekolah favorit di pinggiran.

Menurut dia, pagu sekolah ini sebanyak 28 siswa. Namun, jika jumlah pendaftar mencapai 40 siswa atau lebih, maka pihaknya akan membuka dua rombongan belajar (rombel). Sebab, sebelumnya sekolah ini pernah memiliki dua rombel. “Nanti kalau ada, lembaga kami ini ada dua rombongan. Jika tidak bisa memenuhi, hanya satu rombel saja,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di lembaga SD tak sepenuhnya sama. Seperti halnya di SD Wirowongso 02. Sekolah pinggiran di Kecamatan Ajung ini melaksanakan PPDB berbeda dengan SD negeri yang ada di perkotaan. Jika PPDB di sekolah kota menggunakan jalur afirmasi, perpindahan orang tua, prestasi, dan zonasi. Namun, untuk sekolah pinggiran ini tidak semuanya dilakukan.

Kepala SD Wirowongso 02 Sri Rahayuning Ekonomi mengungkapkan, berdasar pengamatannya, tidak semua SD pinggiran membuka PPDB dengan jalur afirmasi, perpindahan orang tua, dan prestasi. Sebab, jika diterapkan sama dengan sekolah yang ada di kota, maka beberapa sekolah pinggiran akan sepi peminat. “Jadi, tidak bisa dipukul merata. SD pinggiran dan di kota. Bisa-bisa tidak ada yang daftar,” katanya, kemarin (27/5).

Di sekolahnya, jalur pendaftaran siswa seluruhnya dilakukan dengan sistem zonasi. Sebab, sejak awal tidak ada yang mendaftar dengan jalur-jalur selain zonasi. Terlebih, beberapa wali murid merasa tidak mengetahui info terbaru mengenai PPDB. Utamanya terkait dengan pilihan jalur yang ada. “Bahkan, ada wali murid yang tidak tahu pendaftarannya kapan dan jalurnya apa saja. Padahal banner sudah kami pasang,” tutur Sri.

Imbasnya, pendaftar di sekolah ini pas dengan jumlah pagu yang tersedia. Padahal biasanya, sekolah ini selalu menerima pendaftar yang melebihi kuota. Sebab, lembaga pendidikan ini adalah salah satu sekolah favorit di pinggiran.

Menurut dia, pagu sekolah ini sebanyak 28 siswa. Namun, jika jumlah pendaftar mencapai 40 siswa atau lebih, maka pihaknya akan membuka dua rombongan belajar (rombel). Sebab, sebelumnya sekolah ini pernah memiliki dua rombel. “Nanti kalau ada, lembaga kami ini ada dua rombongan. Jika tidak bisa memenuhi, hanya satu rombel saja,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/