alexametrics
23.5 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Tradisi Penyambutan dan Perayaan UN Kian Lenyap

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ujian Nasional atau UN sebagai langkah terakhir jelang kelulusan siswa memang sudah dihapus. Biasanya pada tahun-tahun sebelumnya, ujian setahun sekali itu sarat akan pernak-pernik yang mewarnainya. Salah satunya adalah kebudayaan atau tradisi yang biasa dijalankan oleh berbagai sekolah. Seperti doa bersama, istighotsah, menggelar makrab malam, hingga sungkem kepada orang tua.

Namun sejak UN dihapus karena wabah Covid-19, tradisi-tradisi tersebut semakin jarang ditemui. Bahkan, bisa jadi tidak ada lagi yang menggelar seperti itu. Hal ini diungkapkan oleh Kepala SMK Teknologi Pertanian Bangsalsari Muhsin Alatas.

Sebab, menurut dia, hal itu tidak mungkin dilakukan di tengah kondisi yang tidak memungkinkan. “Kami menganjurkan siswa untuk berdoa sendiri-sendiri di rumahnya, selama masa belajar di rumah diberlakukan,” ujarnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ujian Nasional atau UN sebagai langkah terakhir jelang kelulusan siswa memang sudah dihapus. Biasanya pada tahun-tahun sebelumnya, ujian setahun sekali itu sarat akan pernak-pernik yang mewarnainya. Salah satunya adalah kebudayaan atau tradisi yang biasa dijalankan oleh berbagai sekolah. Seperti doa bersama, istighotsah, menggelar makrab malam, hingga sungkem kepada orang tua.

Namun sejak UN dihapus karena wabah Covid-19, tradisi-tradisi tersebut semakin jarang ditemui. Bahkan, bisa jadi tidak ada lagi yang menggelar seperti itu. Hal ini diungkapkan oleh Kepala SMK Teknologi Pertanian Bangsalsari Muhsin Alatas.

Sebab, menurut dia, hal itu tidak mungkin dilakukan di tengah kondisi yang tidak memungkinkan. “Kami menganjurkan siswa untuk berdoa sendiri-sendiri di rumahnya, selama masa belajar di rumah diberlakukan,” ujarnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ujian Nasional atau UN sebagai langkah terakhir jelang kelulusan siswa memang sudah dihapus. Biasanya pada tahun-tahun sebelumnya, ujian setahun sekali itu sarat akan pernak-pernik yang mewarnainya. Salah satunya adalah kebudayaan atau tradisi yang biasa dijalankan oleh berbagai sekolah. Seperti doa bersama, istighotsah, menggelar makrab malam, hingga sungkem kepada orang tua.

Namun sejak UN dihapus karena wabah Covid-19, tradisi-tradisi tersebut semakin jarang ditemui. Bahkan, bisa jadi tidak ada lagi yang menggelar seperti itu. Hal ini diungkapkan oleh Kepala SMK Teknologi Pertanian Bangsalsari Muhsin Alatas.

Sebab, menurut dia, hal itu tidak mungkin dilakukan di tengah kondisi yang tidak memungkinkan. “Kami menganjurkan siswa untuk berdoa sendiri-sendiri di rumahnya, selama masa belajar di rumah diberlakukan,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/