Tradisi Penyambutan dan Perayaan UN Kian Lenyap

SUNGKEM SEBELUM UJIAN: Salah satu tradisi menjelang ujian nasional yang dilakukan oleh siswa pada 2019 lalu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ujian Nasional atau UN sebagai langkah terakhir jelang kelulusan siswa memang sudah dihapus. Biasanya pada tahun-tahun sebelumnya, ujian setahun sekali itu sarat akan pernak-pernik yang mewarnainya. Salah satunya adalah kebudayaan atau tradisi yang biasa dijalankan oleh berbagai sekolah. Seperti doa bersama, istighotsah, menggelar makrab malam, hingga sungkem kepada orang tua.

IKLAN

Namun sejak UN dihapus karena wabah Covid-19, tradisi-tradisi tersebut semakin jarang ditemui. Bahkan, bisa jadi tidak ada lagi yang menggelar seperti itu. Hal ini diungkapkan oleh Kepala SMK Teknologi Pertanian Bangsalsari Muhsin Alatas.

Sebab, menurut dia, hal itu tidak mungkin dilakukan di tengah kondisi yang tidak memungkinkan. “Kami menganjurkan siswa untuk berdoa sendiri-sendiri di rumahnya, selama masa belajar di rumah diberlakukan,” ujarnya.

Tak hanya di SMK Teknologi Pertanian Bangsalsari, SMK Plus Nurul Ulum Kemuning Lor, Kecamatan Panti pun ikut merasakannya. Biasanya sekolah itu rutin menggelar sungkeman sebelum menyambut UN dan tasyakuran setelah UN digelar. “Sekarang doanya bukan hanya minta lulus, tapi bagaimana juga wabah ini dijauhkan,” katanya.

Tak hanya sungkem dan tasyakuran, bahkan di beberapa sekolah yang memiliki pesantren juga menggelar salat malam sampai UN tiba atau menggelar istighotsah rutin tiap pekan.

Budaya sudah berlangsung dan berjalan sekian tahun itu dianggap masih ampuh. Bahkan tak hanya untuk menopang spiritual siswa, namun juga berpengaruh saat mereka telah dinyatakan lulus. Salah satunya agar perayaan kelulusan tidak sampai konvoi atau pawai dan lebih mengarah ke hal-hal positif.

Reporter : Maulana

Fotografer : Maulana

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti