alexametrics
30.1 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Upaya SMP An-Nur di Tengah Persaingan Pendidikan

Bagi sekolah swasta, masa penerimaan peserta didik baru (PPDB) menjadi peluang sekaligus tantangan tersendiri. Beragam strategi dilakukan agar bisa menjaring siswa baru. Lantas, bagaimana mereka menghadapi hal itu?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjamurnya sekolah-sekolah di Jember memicu persaingan dan kompetisi antarlembaga pendidikan dalam menjaring calon siswa baru. Persaingan itu tidak hanya ada di lembaga-lembaga sekolah sekitar kota. Di pinggiran kota dan perdesaan juga sama.

Baca Juga : Cermati, Persyaratan PPDB SMP/MTs Swasta di Jember

Seperti di Desa Mangaran, Kecamatan Ajung. Di sana, ada lembaga SMP An-Nur. Lembaga pendidikan SMP swasta di tempat ini tergolong baru. Berdiri sejak 2014 lalu di bawah naungan yayasan dan pondok pesantren yang lebih dulu berdiri pada tahun 1984 silam.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meskipun pesantrennya terbilang lama, namun untuk ukuran lembaga formal SMP masih tergolong baru. Mereka pun harus bersaing dengan lembaga setara lainnya di Kecamatan Ajung yang jumlahnya tidak sedikit. Mencapai 23 lembaga. Dua SMP negeri, dan 21 SMP/MTs swasta.

Pihak SMP An-Nur mengaku, momen PPDB itu menjadi peluang sekaligus tantangan tersendiri. Terlebih untuk lembaga yang usianya baru beranjak 8 tahun. “Peluang itu ada setiap saat. Salah satunya SMP kita berada di lingkungan pondok yang mewajibkan semua siswanya nyantri,” kata Syamsul Arifin, Kepala SMP An-Nur.

Sejak awal sekolah didirikan, kata Arif, upaya menjaring siswa baru itu diakuinya gampang-gampang sulit. Selama ini, pihak sekolah dan pesantren mengupayakan itu dengan jaringan alumni pondok dan peran dari wali santri atau wali siswa. “Wali santri dan alumni kami titipkan brosur lembaga kami, disampaikan ke keluarga atau masyarakat,” tambah ayah satu anak ini.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjamurnya sekolah-sekolah di Jember memicu persaingan dan kompetisi antarlembaga pendidikan dalam menjaring calon siswa baru. Persaingan itu tidak hanya ada di lembaga-lembaga sekolah sekitar kota. Di pinggiran kota dan perdesaan juga sama.

Baca Juga : Cermati, Persyaratan PPDB SMP/MTs Swasta di Jember

Seperti di Desa Mangaran, Kecamatan Ajung. Di sana, ada lembaga SMP An-Nur. Lembaga pendidikan SMP swasta di tempat ini tergolong baru. Berdiri sejak 2014 lalu di bawah naungan yayasan dan pondok pesantren yang lebih dulu berdiri pada tahun 1984 silam.

Meskipun pesantrennya terbilang lama, namun untuk ukuran lembaga formal SMP masih tergolong baru. Mereka pun harus bersaing dengan lembaga setara lainnya di Kecamatan Ajung yang jumlahnya tidak sedikit. Mencapai 23 lembaga. Dua SMP negeri, dan 21 SMP/MTs swasta.

Pihak SMP An-Nur mengaku, momen PPDB itu menjadi peluang sekaligus tantangan tersendiri. Terlebih untuk lembaga yang usianya baru beranjak 8 tahun. “Peluang itu ada setiap saat. Salah satunya SMP kita berada di lingkungan pondok yang mewajibkan semua siswanya nyantri,” kata Syamsul Arifin, Kepala SMP An-Nur.

Sejak awal sekolah didirikan, kata Arif, upaya menjaring siswa baru itu diakuinya gampang-gampang sulit. Selama ini, pihak sekolah dan pesantren mengupayakan itu dengan jaringan alumni pondok dan peran dari wali santri atau wali siswa. “Wali santri dan alumni kami titipkan brosur lembaga kami, disampaikan ke keluarga atau masyarakat,” tambah ayah satu anak ini.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjamurnya sekolah-sekolah di Jember memicu persaingan dan kompetisi antarlembaga pendidikan dalam menjaring calon siswa baru. Persaingan itu tidak hanya ada di lembaga-lembaga sekolah sekitar kota. Di pinggiran kota dan perdesaan juga sama.

Baca Juga : Cermati, Persyaratan PPDB SMP/MTs Swasta di Jember

Seperti di Desa Mangaran, Kecamatan Ajung. Di sana, ada lembaga SMP An-Nur. Lembaga pendidikan SMP swasta di tempat ini tergolong baru. Berdiri sejak 2014 lalu di bawah naungan yayasan dan pondok pesantren yang lebih dulu berdiri pada tahun 1984 silam.

Meskipun pesantrennya terbilang lama, namun untuk ukuran lembaga formal SMP masih tergolong baru. Mereka pun harus bersaing dengan lembaga setara lainnya di Kecamatan Ajung yang jumlahnya tidak sedikit. Mencapai 23 lembaga. Dua SMP negeri, dan 21 SMP/MTs swasta.

Pihak SMP An-Nur mengaku, momen PPDB itu menjadi peluang sekaligus tantangan tersendiri. Terlebih untuk lembaga yang usianya baru beranjak 8 tahun. “Peluang itu ada setiap saat. Salah satunya SMP kita berada di lingkungan pondok yang mewajibkan semua siswanya nyantri,” kata Syamsul Arifin, Kepala SMP An-Nur.

Sejak awal sekolah didirikan, kata Arif, upaya menjaring siswa baru itu diakuinya gampang-gampang sulit. Selama ini, pihak sekolah dan pesantren mengupayakan itu dengan jaringan alumni pondok dan peran dari wali santri atau wali siswa. “Wali santri dan alumni kami titipkan brosur lembaga kami, disampaikan ke keluarga atau masyarakat,” tambah ayah satu anak ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/