alexametrics
26.5 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Aturan PPDB SMP/MTs Swasta

Mobile_AP_Rectangle 1

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1 Tahun 2022, PPDB MTs swasta harus memenuhi asas objektivitas. Artinya, PPDB yang dilaksanakan harus memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Jember Faisol Abrari menyampaikan, PPDB MTs swasta hanya diberi rambu-rambu saja. Tidak harus sesuai dengan daya tampung sekolah sebagaimana aturan MTs negeri. Pihaknya mengatakan, MTs swasta bisa melakukan PPDB sepuasnya, selama waktu belum habis.

“Kalau MTs swasta bebas. Kami hanya memberikan rambu-rambu seperti batas waktu, umur, dan rombongan kelas. Selebihnya terserah yayasan,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Faisol menambahkan, PPDB MTs swasta dibuka sejak Maret dan berakhir pada bulan Juli, seperti SMP swasta. Di luar itu tidak diperkenankan melakukan PPDB. “Juli nanti akan dimulai tahun ajaran baru, tandanya semua madrasah harus selesai PPDB,” imbuhnya.

Selanjutnya, untuk usia minimal siswa pendaftar juga sama dengan SMP swasta, yaitu maksimal berusia 15 tahun per Juli mendatang. Hal itu dibuktikan dengan akta kelahiran atau surat keterangan lahir. “Ini memang aturan dari pusat,” katanya.

Nah, Faisol mengatakan, jumlah rombel dalam satu kelas berbeda dengan SMP swasta, yaitu maksimal 33 siswa. Jika lebih dari itu, maka lembaga dapat membuka kelas baru sesuai aturan dari Kemenag. “Tetap, yayasan juga mempunyai kebijakan dalam pengelolaan kelasnya. Namun, tetap kita pastikan kondusif,” tegas Faisol.

 

Jurnalis : mg4
Fotografer : Grafis reza
Redaktur : Nur Hariri

- Advertisement -

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1 Tahun 2022, PPDB MTs swasta harus memenuhi asas objektivitas. Artinya, PPDB yang dilaksanakan harus memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Jember Faisol Abrari menyampaikan, PPDB MTs swasta hanya diberi rambu-rambu saja. Tidak harus sesuai dengan daya tampung sekolah sebagaimana aturan MTs negeri. Pihaknya mengatakan, MTs swasta bisa melakukan PPDB sepuasnya, selama waktu belum habis.

“Kalau MTs swasta bebas. Kami hanya memberikan rambu-rambu seperti batas waktu, umur, dan rombongan kelas. Selebihnya terserah yayasan,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Faisol menambahkan, PPDB MTs swasta dibuka sejak Maret dan berakhir pada bulan Juli, seperti SMP swasta. Di luar itu tidak diperkenankan melakukan PPDB. “Juli nanti akan dimulai tahun ajaran baru, tandanya semua madrasah harus selesai PPDB,” imbuhnya.

Selanjutnya, untuk usia minimal siswa pendaftar juga sama dengan SMP swasta, yaitu maksimal berusia 15 tahun per Juli mendatang. Hal itu dibuktikan dengan akta kelahiran atau surat keterangan lahir. “Ini memang aturan dari pusat,” katanya.

Nah, Faisol mengatakan, jumlah rombel dalam satu kelas berbeda dengan SMP swasta, yaitu maksimal 33 siswa. Jika lebih dari itu, maka lembaga dapat membuka kelas baru sesuai aturan dari Kemenag. “Tetap, yayasan juga mempunyai kebijakan dalam pengelolaan kelasnya. Namun, tetap kita pastikan kondusif,” tegas Faisol.

 

Jurnalis : mg4
Fotografer : Grafis reza
Redaktur : Nur Hariri

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1 Tahun 2022, PPDB MTs swasta harus memenuhi asas objektivitas. Artinya, PPDB yang dilaksanakan harus memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Jember Faisol Abrari menyampaikan, PPDB MTs swasta hanya diberi rambu-rambu saja. Tidak harus sesuai dengan daya tampung sekolah sebagaimana aturan MTs negeri. Pihaknya mengatakan, MTs swasta bisa melakukan PPDB sepuasnya, selama waktu belum habis.

“Kalau MTs swasta bebas. Kami hanya memberikan rambu-rambu seperti batas waktu, umur, dan rombongan kelas. Selebihnya terserah yayasan,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Faisol menambahkan, PPDB MTs swasta dibuka sejak Maret dan berakhir pada bulan Juli, seperti SMP swasta. Di luar itu tidak diperkenankan melakukan PPDB. “Juli nanti akan dimulai tahun ajaran baru, tandanya semua madrasah harus selesai PPDB,” imbuhnya.

Selanjutnya, untuk usia minimal siswa pendaftar juga sama dengan SMP swasta, yaitu maksimal berusia 15 tahun per Juli mendatang. Hal itu dibuktikan dengan akta kelahiran atau surat keterangan lahir. “Ini memang aturan dari pusat,” katanya.

Nah, Faisol mengatakan, jumlah rombel dalam satu kelas berbeda dengan SMP swasta, yaitu maksimal 33 siswa. Jika lebih dari itu, maka lembaga dapat membuka kelas baru sesuai aturan dari Kemenag. “Tetap, yayasan juga mempunyai kebijakan dalam pengelolaan kelasnya. Namun, tetap kita pastikan kondusif,” tegas Faisol.

 

Jurnalis : mg4
Fotografer : Grafis reza
Redaktur : Nur Hariri

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/