alexametrics
23.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Lestarikan Budaya Jember, IMJ Gelar Gebyar Pandhalungan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sebagai kaum intelektual yang bangga dengan kearifan lokal, Ikatan Mahasiswa Jember (IMJ) menggelar Gebyar Pandhalungan 3 dengan tema Memperkenalkan dan Melestarikan Budaya Pandhalungan Jember, Sabtu (27/3).
Ketua IMJ Siti Anisatul Khoiroh mengatakan, selain sebagai agenda rutin, tujuan utama pagelaran budaya yang dikemas dalam Gebyar Pandhalungan 3 ini merupakan upaya untuk mengangkat kembali budaya Jember yang mulai asing di kalangan anak muda. Mulai dari pengenalan tentang kebiasaan masyarakat Jember hingga kekayaan wisata alam, budaya dan juga kulinernya. “Karena kenyataannya, generasi saat ini lebih senang terhadap budaya dari luar. Maka kita bertugas untuk mengingatkan dan mengimplementasikannya kembali,” tutur Nisa.
Dia melanjutkan, kegiatan yang berlangsung di Aula Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember tersebut merupakan malam puncak dari rentetan lomba dan pengenalan budaya yang telah dilaksanakan beberapa hari sebelumnya. Seperti lomba cover musik dan lagu, serta pelatihan membatik.
“Malam ini ada banyak penampilan dari talent IMJ, seperti fashion show bertemakan batik dan gaun, musik akustik, kesenian patrol, tarian dan paduan suara Pandhalungan dan pengumuman pemenang lomba,” imbuh mahasiswa fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) tersebut.
Meski dilaksanakan pada saat pandemi, para undangan tetap menunjukkan rasa semangat dan antusiasme untuk menghadiri pengenalan budaya lokal tersebut. Namun, mereka juga tetap harus mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.
Lebih istimewanya lagi, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Gus dan Ning Jember, serta berbagai organisasi mahasiswa lainnya.
Nisa berharap adanya Gebyar Pandhalungan ini dapat membuka pola pikir anak muda, khususnya mahasiswa untuk terus semangat melestarikan budaya yang ada. Sehingga yang merasakan manfaatnya tak hanya masyarakat Jember saja, namun juga wisatawan yang datang berkunjung. “Kita harus bangga dengan budaya kita, dengan itu orang luar juga akan senang datang ke kota ini, Kota Pandhalungan yang memiliki kekayaan budaya,” pungkasnya.

 

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sebagai kaum intelektual yang bangga dengan kearifan lokal, Ikatan Mahasiswa Jember (IMJ) menggelar Gebyar Pandhalungan 3 dengan tema Memperkenalkan dan Melestarikan Budaya Pandhalungan Jember, Sabtu (27/3).
Ketua IMJ Siti Anisatul Khoiroh mengatakan, selain sebagai agenda rutin, tujuan utama pagelaran budaya yang dikemas dalam Gebyar Pandhalungan 3 ini merupakan upaya untuk mengangkat kembali budaya Jember yang mulai asing di kalangan anak muda. Mulai dari pengenalan tentang kebiasaan masyarakat Jember hingga kekayaan wisata alam, budaya dan juga kulinernya. “Karena kenyataannya, generasi saat ini lebih senang terhadap budaya dari luar. Maka kita bertugas untuk mengingatkan dan mengimplementasikannya kembali,” tutur Nisa.
Dia melanjutkan, kegiatan yang berlangsung di Aula Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember tersebut merupakan malam puncak dari rentetan lomba dan pengenalan budaya yang telah dilaksanakan beberapa hari sebelumnya. Seperti lomba cover musik dan lagu, serta pelatihan membatik.
“Malam ini ada banyak penampilan dari talent IMJ, seperti fashion show bertemakan batik dan gaun, musik akustik, kesenian patrol, tarian dan paduan suara Pandhalungan dan pengumuman pemenang lomba,” imbuh mahasiswa fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) tersebut.
Meski dilaksanakan pada saat pandemi, para undangan tetap menunjukkan rasa semangat dan antusiasme untuk menghadiri pengenalan budaya lokal tersebut. Namun, mereka juga tetap harus mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.
Lebih istimewanya lagi, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Gus dan Ning Jember, serta berbagai organisasi mahasiswa lainnya.
Nisa berharap adanya Gebyar Pandhalungan ini dapat membuka pola pikir anak muda, khususnya mahasiswa untuk terus semangat melestarikan budaya yang ada. Sehingga yang merasakan manfaatnya tak hanya masyarakat Jember saja, namun juga wisatawan yang datang berkunjung. “Kita harus bangga dengan budaya kita, dengan itu orang luar juga akan senang datang ke kota ini, Kota Pandhalungan yang memiliki kekayaan budaya,” pungkasnya.

 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sebagai kaum intelektual yang bangga dengan kearifan lokal, Ikatan Mahasiswa Jember (IMJ) menggelar Gebyar Pandhalungan 3 dengan tema Memperkenalkan dan Melestarikan Budaya Pandhalungan Jember, Sabtu (27/3).
Ketua IMJ Siti Anisatul Khoiroh mengatakan, selain sebagai agenda rutin, tujuan utama pagelaran budaya yang dikemas dalam Gebyar Pandhalungan 3 ini merupakan upaya untuk mengangkat kembali budaya Jember yang mulai asing di kalangan anak muda. Mulai dari pengenalan tentang kebiasaan masyarakat Jember hingga kekayaan wisata alam, budaya dan juga kulinernya. “Karena kenyataannya, generasi saat ini lebih senang terhadap budaya dari luar. Maka kita bertugas untuk mengingatkan dan mengimplementasikannya kembali,” tutur Nisa.
Dia melanjutkan, kegiatan yang berlangsung di Aula Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember tersebut merupakan malam puncak dari rentetan lomba dan pengenalan budaya yang telah dilaksanakan beberapa hari sebelumnya. Seperti lomba cover musik dan lagu, serta pelatihan membatik.
“Malam ini ada banyak penampilan dari talent IMJ, seperti fashion show bertemakan batik dan gaun, musik akustik, kesenian patrol, tarian dan paduan suara Pandhalungan dan pengumuman pemenang lomba,” imbuh mahasiswa fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) tersebut.
Meski dilaksanakan pada saat pandemi, para undangan tetap menunjukkan rasa semangat dan antusiasme untuk menghadiri pengenalan budaya lokal tersebut. Namun, mereka juga tetap harus mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.
Lebih istimewanya lagi, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Gus dan Ning Jember, serta berbagai organisasi mahasiswa lainnya.
Nisa berharap adanya Gebyar Pandhalungan ini dapat membuka pola pikir anak muda, khususnya mahasiswa untuk terus semangat melestarikan budaya yang ada. Sehingga yang merasakan manfaatnya tak hanya masyarakat Jember saja, namun juga wisatawan yang datang berkunjung. “Kita harus bangga dengan budaya kita, dengan itu orang luar juga akan senang datang ke kota ini, Kota Pandhalungan yang memiliki kekayaan budaya,” pungkasnya.

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/