alexametrics
21.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Sudah Mulai Terlihat Hilal PTM, Kampus Masih Ragu Karena Ini

Tunggu Instruksi Kementerian

Mobile_AP_Rectangle 1

TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID – Grafik penularan Covid-19 di Jember terus menurun. Dari 31 kecamatan, hanya tiga daerah yang masih zona merah. Sedangkan sisanya berada di zona oranye. Bahkan, status Jember juga telah turun, dari level empat menjadi level tiga. Ini artinya, sektor pendidikan sebenarnya sudah bisa memulai pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Kendati demikian, pihak perguruan tinggi masih berpikir ulang untuk melaksanakannya. Sebab, menghindari munculnya klaster baru di perguruan tinggi.

Rektor Universitas Jember (Unej) Iwan Taruna mengungkapkan, untuk memutuskan apakah akan melakukan PTM atau tidak, perlu pertimbangan yang matang. Sebab, hanya sebagian kecil mahasiswa Unej yang berdomisili di Jember. Mayoritas atau sekitar 70 persen dari 36.500 mahasiswa berasal dari luar Jember.

Ia mengaku, Unej tidak ingin memicu timbulnya transmisi baru penularan Covid-19. Namun demikian, kegiatan yang tidak bisa dilakukan secara daring, seperti praktikum, riset, dan profesi kesehatan, tetap dijalankan secara luring dengan protokol kesehatan ketat. “Sehingga, kegiatan pembelajaran dan praktikum dapat tetap berjalan secara maksimal,” kata Iwan Taruna, kemarin (26/8).

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hingga saat ini juga belum memberikan lampu hijau bagi mahasiswa perguruan tinggi untuk PTM. Hal ini pula yang menjadi alasan kampus masih ragu melakukan PTM. “Belum ada instruksi dari Dikti. Mayoritas PTN juga masih daring,” imbuhnya.

Hingga saat ini, Unej masih memberlakukan work from home (WFH) untuk seluruh civitas academica dengan jumlah 75 persen pegawai. Karenanya, jumlah pegawai yang bekerja di kantor hanya berkisar 25 persen dari jumlah keseluruhan. “Nanti kalau turun ke level dua, baru ditingkatkan WFH 50 persen,” paparnya.

- Advertisement -

TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID – Grafik penularan Covid-19 di Jember terus menurun. Dari 31 kecamatan, hanya tiga daerah yang masih zona merah. Sedangkan sisanya berada di zona oranye. Bahkan, status Jember juga telah turun, dari level empat menjadi level tiga. Ini artinya, sektor pendidikan sebenarnya sudah bisa memulai pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Kendati demikian, pihak perguruan tinggi masih berpikir ulang untuk melaksanakannya. Sebab, menghindari munculnya klaster baru di perguruan tinggi.

Rektor Universitas Jember (Unej) Iwan Taruna mengungkapkan, untuk memutuskan apakah akan melakukan PTM atau tidak, perlu pertimbangan yang matang. Sebab, hanya sebagian kecil mahasiswa Unej yang berdomisili di Jember. Mayoritas atau sekitar 70 persen dari 36.500 mahasiswa berasal dari luar Jember.

Ia mengaku, Unej tidak ingin memicu timbulnya transmisi baru penularan Covid-19. Namun demikian, kegiatan yang tidak bisa dilakukan secara daring, seperti praktikum, riset, dan profesi kesehatan, tetap dijalankan secara luring dengan protokol kesehatan ketat. “Sehingga, kegiatan pembelajaran dan praktikum dapat tetap berjalan secara maksimal,” kata Iwan Taruna, kemarin (26/8).

Selain itu, Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hingga saat ini juga belum memberikan lampu hijau bagi mahasiswa perguruan tinggi untuk PTM. Hal ini pula yang menjadi alasan kampus masih ragu melakukan PTM. “Belum ada instruksi dari Dikti. Mayoritas PTN juga masih daring,” imbuhnya.

Hingga saat ini, Unej masih memberlakukan work from home (WFH) untuk seluruh civitas academica dengan jumlah 75 persen pegawai. Karenanya, jumlah pegawai yang bekerja di kantor hanya berkisar 25 persen dari jumlah keseluruhan. “Nanti kalau turun ke level dua, baru ditingkatkan WFH 50 persen,” paparnya.

TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID – Grafik penularan Covid-19 di Jember terus menurun. Dari 31 kecamatan, hanya tiga daerah yang masih zona merah. Sedangkan sisanya berada di zona oranye. Bahkan, status Jember juga telah turun, dari level empat menjadi level tiga. Ini artinya, sektor pendidikan sebenarnya sudah bisa memulai pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Kendati demikian, pihak perguruan tinggi masih berpikir ulang untuk melaksanakannya. Sebab, menghindari munculnya klaster baru di perguruan tinggi.

Rektor Universitas Jember (Unej) Iwan Taruna mengungkapkan, untuk memutuskan apakah akan melakukan PTM atau tidak, perlu pertimbangan yang matang. Sebab, hanya sebagian kecil mahasiswa Unej yang berdomisili di Jember. Mayoritas atau sekitar 70 persen dari 36.500 mahasiswa berasal dari luar Jember.

Ia mengaku, Unej tidak ingin memicu timbulnya transmisi baru penularan Covid-19. Namun demikian, kegiatan yang tidak bisa dilakukan secara daring, seperti praktikum, riset, dan profesi kesehatan, tetap dijalankan secara luring dengan protokol kesehatan ketat. “Sehingga, kegiatan pembelajaran dan praktikum dapat tetap berjalan secara maksimal,” kata Iwan Taruna, kemarin (26/8).

Selain itu, Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hingga saat ini juga belum memberikan lampu hijau bagi mahasiswa perguruan tinggi untuk PTM. Hal ini pula yang menjadi alasan kampus masih ragu melakukan PTM. “Belum ada instruksi dari Dikti. Mayoritas PTN juga masih daring,” imbuhnya.

Hingga saat ini, Unej masih memberlakukan work from home (WFH) untuk seluruh civitas academica dengan jumlah 75 persen pegawai. Karenanya, jumlah pegawai yang bekerja di kantor hanya berkisar 25 persen dari jumlah keseluruhan. “Nanti kalau turun ke level dua, baru ditingkatkan WFH 50 persen,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/