alexametrics
23.4 C
Jember
Friday, 12 August 2022

Mulai Meresahkan Terlalu Lama Daring, Monitor Komputer Dikira Layar HP

Cuma Kenal Gawai Akibat Sekolah Daring

Mobile_AP_Rectangle 1

GUNUNG MALANG, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tak hanya diikuti sekolah di perkotaan. Tapi juga sekolah yang ada di kawasan pinggiran. Seperti yang dilaksanakan di SMP Negeri 4 Sumberjambe, yang terletak di Desa Gunung Malang, sebuah desa yang berada di lereng Gunung Raung.

Ada kesan tersendiri ketika siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Sumberjambe baru datang ke sekolah untuk mengikuti ANBK. Beberapa anak dari puluhan siswa yang hadir terlihat ada yang ketakukan saat memasuki ruang kelas. Maklum, sejak diterima di sekolah, lebih setahun lalu, mereka belum pernah masuk sekolah. “Memang ada yang tidak saling kenal, meski sama-sama naik ke kelas delapan,” kata Nila Sri Wahyuni, salah satu guru di sekolah tersebut.

Simulasi ANBK gelombang pertama ini dilakukan sejak Senin (23/8) hingga Kamis (26/8). Sementara itu, untuk gelombang kedua bakal berlangsung pekan depan, Senin (30/8) hingga Kamis (2/9). “Untuk peserta, diikuti 24 siswa,” jelas Nila.

Mobile_AP_Rectangle 2

Nila menceritakan tingkah siswanya ketika mengikuti ANBK itu. Saat duduk di depan komputer untuk menjawab pertanyaan, mereka bingung. Maklum, sejak SD, bocah-bocah itu memang tidak pernah mengoperasikan komputer. “Mereka hanya bisa menggunakan HP. Itu pun jarang sekali,” ucapnya.

Bahkan, kata dia, ada beberapa siswa yang menyentuh layar pada monitor itu. Mereka mengira cara kerja monitor komputer sama dengan layar pada ponsel pintar. Karenanya, siswa menggesek-gesekkan ujung jarinya di atas layar. Tak hanya itu, juga ada siswa yang tak bisa mengoperasikan mouse. “Biasanya kan mouse tetap di atas meja dan hanya tangan yang bergeser. Kalau ini tidak, mouse-nya sampai diangkat dengan tangan karena di layar monitor kursornya tidak bisa bergerak,” kisahnya, sembari tersenyum.

- Advertisement -

GUNUNG MALANG, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tak hanya diikuti sekolah di perkotaan. Tapi juga sekolah yang ada di kawasan pinggiran. Seperti yang dilaksanakan di SMP Negeri 4 Sumberjambe, yang terletak di Desa Gunung Malang, sebuah desa yang berada di lereng Gunung Raung.

Ada kesan tersendiri ketika siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Sumberjambe baru datang ke sekolah untuk mengikuti ANBK. Beberapa anak dari puluhan siswa yang hadir terlihat ada yang ketakukan saat memasuki ruang kelas. Maklum, sejak diterima di sekolah, lebih setahun lalu, mereka belum pernah masuk sekolah. “Memang ada yang tidak saling kenal, meski sama-sama naik ke kelas delapan,” kata Nila Sri Wahyuni, salah satu guru di sekolah tersebut.

Simulasi ANBK gelombang pertama ini dilakukan sejak Senin (23/8) hingga Kamis (26/8). Sementara itu, untuk gelombang kedua bakal berlangsung pekan depan, Senin (30/8) hingga Kamis (2/9). “Untuk peserta, diikuti 24 siswa,” jelas Nila.

Nila menceritakan tingkah siswanya ketika mengikuti ANBK itu. Saat duduk di depan komputer untuk menjawab pertanyaan, mereka bingung. Maklum, sejak SD, bocah-bocah itu memang tidak pernah mengoperasikan komputer. “Mereka hanya bisa menggunakan HP. Itu pun jarang sekali,” ucapnya.

Bahkan, kata dia, ada beberapa siswa yang menyentuh layar pada monitor itu. Mereka mengira cara kerja monitor komputer sama dengan layar pada ponsel pintar. Karenanya, siswa menggesek-gesekkan ujung jarinya di atas layar. Tak hanya itu, juga ada siswa yang tak bisa mengoperasikan mouse. “Biasanya kan mouse tetap di atas meja dan hanya tangan yang bergeser. Kalau ini tidak, mouse-nya sampai diangkat dengan tangan karena di layar monitor kursornya tidak bisa bergerak,” kisahnya, sembari tersenyum.

GUNUNG MALANG, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tak hanya diikuti sekolah di perkotaan. Tapi juga sekolah yang ada di kawasan pinggiran. Seperti yang dilaksanakan di SMP Negeri 4 Sumberjambe, yang terletak di Desa Gunung Malang, sebuah desa yang berada di lereng Gunung Raung.

Ada kesan tersendiri ketika siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Sumberjambe baru datang ke sekolah untuk mengikuti ANBK. Beberapa anak dari puluhan siswa yang hadir terlihat ada yang ketakukan saat memasuki ruang kelas. Maklum, sejak diterima di sekolah, lebih setahun lalu, mereka belum pernah masuk sekolah. “Memang ada yang tidak saling kenal, meski sama-sama naik ke kelas delapan,” kata Nila Sri Wahyuni, salah satu guru di sekolah tersebut.

Simulasi ANBK gelombang pertama ini dilakukan sejak Senin (23/8) hingga Kamis (26/8). Sementara itu, untuk gelombang kedua bakal berlangsung pekan depan, Senin (30/8) hingga Kamis (2/9). “Untuk peserta, diikuti 24 siswa,” jelas Nila.

Nila menceritakan tingkah siswanya ketika mengikuti ANBK itu. Saat duduk di depan komputer untuk menjawab pertanyaan, mereka bingung. Maklum, sejak SD, bocah-bocah itu memang tidak pernah mengoperasikan komputer. “Mereka hanya bisa menggunakan HP. Itu pun jarang sekali,” ucapnya.

Bahkan, kata dia, ada beberapa siswa yang menyentuh layar pada monitor itu. Mereka mengira cara kerja monitor komputer sama dengan layar pada ponsel pintar. Karenanya, siswa menggesek-gesekkan ujung jarinya di atas layar. Tak hanya itu, juga ada siswa yang tak bisa mengoperasikan mouse. “Biasanya kan mouse tetap di atas meja dan hanya tangan yang bergeser. Kalau ini tidak, mouse-nya sampai diangkat dengan tangan karena di layar monitor kursornya tidak bisa bergerak,” kisahnya, sembari tersenyum.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/