Nurul Ghufron, Dekan FH Unej

Lolos Capim KPK Sekaligus Nyalon Rektor

LOLOS 20 BESAR: Dekan Fakultas Hukum Unej Nurul Ghufron saat menyampaikan kuliah umum di kampus setempat, Minggu (25/8). Pekan ini, Nurul Ghufron akan menjalani tes wawancara dan uji publik dalam seleksi Capim KPK.

RADAR JEMBER.ID – Nurul Ghufron, dosen yang saat ini menjabat Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Jember (Unej), lolos 20 besar seleksi Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namanya tercantum di urutan ke-14 peserta lolos tes profile assessment yang diumumkan Panitia Seleksi (Pansel) Capim KPK, Jumat (23/8) pekan kemarin.

IKLAN

Selanjutnya, dia akan mengikuti tes kesehatan, serta wawancara sekaligus uji publik yang digelar hari ini hingga 29 Agustus mendatang. Namun, selain mencalonkan diri sebagai Capim KPK, pria yang kerap disapa Ghufron ini juga maju menjadi Bakal Calon Rektor (Bacarek) Unej. Kepastian itu terlihat dari dokumen Bacarek Unej yang diumumkan oleh panitia penjaringan pemilihan rektor (pilrek).

Disinggung mengenai keikutsertaan dirinya dalam dua seleksi jabatan itu dengan waktu yang hampir bersamaan, Ghufron menanggapi santai. “Sebagai kader bangsa, saya punya kesempatan yang sama untuk memenuhi syarat tersebut. Ini adalah hal yang biasa, sama-sama masih dalam tahap pencalonan semua,” paparnya kepada Radarjember.id.

Menurutnya, berdasarkan regulasi, salah satu dari dua seleksi yang diikuti itu hasilnya dipastikan keluar terlebih dahulu. Ghufron meyakini tak mungkin bersamaan. Sebab, pendaftaran Capim KPK sejak Mei lalu, dan sekarang sudah memasuki tahap akhir. “Tanggal 2 September sudah dari pansel ke presiden,” jelasnya.

Lebih lanjut, nama-nama Capim KPK yang diserahkan ke presiden tersebut, hari itu juga akan dikirim ke DPR. Selanjutnya, diproses di sidang akhir DPR. Kepastian lolos atau tidak dirinya sebagai Capim KPK sudah bisa diketahui medio September mendatang. “Sedangkan Pilrek Unej baru dimulai untuk menggantikan masa jabatan Rektor Unej yang habis pada 27 Januari 2020 mendatang,” bebernya.

Peluangnya untuk lolos dalam dua seleksi itu, menurutnya sama saja. Bisa sama-sama lolos, atau justru sama-sama gagal. Lantas, jika nanti dirinya dinyatakan lolos sebagai Pimpinan KPK, bagaimana nasib status pencalonannya di Pilrek Unej? “Kalaupun nanti saya ditakdirkan sebagai Pimpinan KPK. Maka yang di Pilrek Unej ini, meski tidak boleh mundur, tapi saya yakin suara pendukung saya sudah akan cair dan memilih selain saya,” jelasnya.

Nurul Ghufron sudah menjabat Dekan FH Unej selama dua periode. Pada periode pertama, dia menggantikan dekan sebelumnya, Prof Widodo Eka Tjahjana, yang terlebih dulu menjadi Dirjen Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM.

Sebelumnya, selain Nurul Ghufron yang maju sebagai Capim KPK, dari Jember juga ada nama Nur Sholikin yang merupakan mantan Wakil Rektor IAIN Jember. Namun, di tahap berikutnya, hanya Ghufron yang lolos 40 besar dalam tahap tes psikologi yang diumumkan 5 Agustus lalu.

Dia juga merasa percaya diri dengan kemampuannya dalam seleksi Capim KPK ini. “Kebetulan saya juga memiliki pengalaman dan pendidikan di bidang pemberantasan korupsi. Saya juga bagian dari civitas academica Unej yang punya kesempatan sama dengan dosen-dosen lain,” ucap pria asal Madura tersebut. (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Mahrus Sholih