Kupas Revolusi Industri 4.0, Keynote Speaker dari Empat Negara   

STIE MANDALA FOR RADAR JEMBER INTERNASIONAL: Ketua STIE Mandala Jember Dra Agustin HP (tengah) bersama narasumber dari Cina adalah Dr Xiong Ying, dari Malaysia Dr Azrina Husin MA, dari Timor Leste adalah Dr Augusto D Soares, dan dari Indonesia Dr rar net AB Susanto MSc.

RADARJEMBER.ID –  Menyikapi perkembangan revolusi industri 4.0 STIE Mandala menggelar seminar internasional yang bertajuk Revolusi Industri 4.0: Readiness for Turbulence for Business Challenges. Seminar ini merupakan agenda akademik tahunan sekaligus forum diskusi masalah-masalah aktual dan memfasilitasi akademisi mempresentasikan karya ilmiahnya.

IKLAN

Dr Suwignyo Widagdo selaku ketua Steering Committee acara ini mengatakan bahwa perkembangan teknologi saat ini berkembang secara eksponensial dan berimplikasi langsung dalam bisnis. Banyak pendatang baru dalam bisnis yang secara diam-diam mampu masuk pasar, menang dan tanpa selebrasi. Fenomena inilah yang menjadi latar belakang penyelenggaraan seminar ini.

Acara yang dibuka oleh Dra Agustin HP MM selaku ketua STIE Mandala ini menghadirkan keynote speaker dari empat negara antara lain Dr Xiong Ying (Wuxi Polytechnic Institute-China), Dr Azrina Husin MA (Universiti Sains Malaysia), Dr Agusto D Soares (Institute of Business Timor Leste), dan Dr AB. Susanto (Asean China Teachers Training Centre-ACTTDC).

Seluruh narasumber sepakat bahwa kunci eksis di era revolusi industri 4.0 adalah pentingnya kompetensi sumberdaya manusia. Menurut Dr Xion Ying, program kuliah, magang dan bekerja merupakan pola efektif  dan integratif dalam mencetak tenaga terampil. Sebagai perguruan tinggi vokasi terbaik ke-4 di China, Wuxi Institute terus mengembangkan pola ini dan mengajak  perguruan tinggi di Indonesia bekerja sama secara sinergis. “Kami mencetak SDM yang dibutuhkan bisnis saat ini dan saat yang akan datang,” imbuh Dr Xing.

Dr Azrina Husin, ahli komunikasi mengupas karakteristik  Revolusi Industri 4.0, yaitu  robotic, artificial intelligence, the internet of things (iot), the digitalization of everything dan big data serta implikasinya dalam bisnis.

Menurut Dr Azrina, kata kunci era revolusi industri 4.0 adalah  speed, accuracy, consistency versus friendliness, trust, integrity dan inclusivity. Pada sesi lain Dr Agusto Soares lebih banyak memaparkan komitmen pemerintah Timor Leste dalam mengantisipasi persaingan bisnis global melalui penyiapan tenaga terampil dengan  mendirikan politeknik dan kebijakan melakukan konversi SMU ke pendidikan vokasi SMK. “Timor Leste memang negara baru, tapi kami punya komitmen melebihi negara maju” imbuh Agusto.

Sedangkan Dr.AB Susanto dalam forum ini sangat bersemangat mengajak peserta utamanya kepala sekolah SMA/SMK untuk berani melakukan reorientasi pembelajaran yang berbasis teknologi sekaligus  mendorong siswanya lebih berani memilih perguruan tinggi yang memiliki reputasi. “STIE Mandala adalah contoh dan sudah buktikan itu melalui program transfer kredit dengan berbagai perguruan tinggi di luar negeri” imbuh AB di akhir paparannya. Setelah seminar, acara yang dihadiri oleh ratusan peserta ini dilanjutkan dengan acara presentasi artikel dari peserta.

Seminar internasional tersebut merupakan kerja bareng antar empat perguruan tinggi di wilayah Eks Karesidenan Besuki, yakni STE Mandala, Universitas Islam Jember (UIJ), Universitas Abdurahman Saleh (Unas) Situbondo, dan STE Widya Gama, Lumajang.  “Kami senang bisa mengadakan seminar bersama,” ujar Abdul Hadi, MM, rektor UIJ.

Editor : Narto
Editor Bahasa: Yerri A Aji

Reporter :

Fotografer :

Editor :