alexametrics
27.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Dispendik Belum Kantongi Jumlah PPPK Guru

Skema Passing Grade Juga Belum Ditentukan

Mobile_AP_Rectangle 1

Tentunya, semua itu ada negatif dan positifnya. Menurut Abdul Halil Ediyanto beberapa dampak negatifnya adalah, jika formasi yang dibutuhkan sedikit, sedangkan guru honorernya banyak ditambah lagi, jumlah guru prestasinya lumayan banyak, maka akan ada penumpukan dalam satu lembaga. Sedangkan aspek postifinya adalah adanya persaingan hanya dengan teman selembaga yang relatif tidak banyak. Sehingga, dalam satu lembaga tidak harus bersaing dengan guru dari lembaga lain.

Selain sosialisasi, pemerintah juga belum menetapkan petunjuk teknis terkait dengan passing grade untuk mengukur kemampuan pendaftar sebelum mengikuti tes seleksi. Lantaran belum ditentukan juknisnya, para peserta yang termasuk dalam honorer tidak memiliki perbandingan untuk memprediksi passing grade yang akan digunakan. “Belum ada sosialisasi passing grade,” kata salah satu guru honorer, Khoir, Minggu (25/4).

Kendati belum ada sosialisasi skema passing grade, banyak guru honorer yang mulai mempersiapkan kelengkapan berkas pendaftarannya. Selain persiapan berkas-berkas yang dibutuhkan, para guru juga mencari lembaga yang lowong, untuk selanjutnya membuat permohonan mutasi ke Dinas Pendidikan. “Skema persaingan baru ini yang jelas ada positif dan negatifnya. Bisa-bisa ada yg tidak bisa ikut penjaringan,” tandasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

 

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Dokumentasi Radar Jember
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

Tentunya, semua itu ada negatif dan positifnya. Menurut Abdul Halil Ediyanto beberapa dampak negatifnya adalah, jika formasi yang dibutuhkan sedikit, sedangkan guru honorernya banyak ditambah lagi, jumlah guru prestasinya lumayan banyak, maka akan ada penumpukan dalam satu lembaga. Sedangkan aspek postifinya adalah adanya persaingan hanya dengan teman selembaga yang relatif tidak banyak. Sehingga, dalam satu lembaga tidak harus bersaing dengan guru dari lembaga lain.

Selain sosialisasi, pemerintah juga belum menetapkan petunjuk teknis terkait dengan passing grade untuk mengukur kemampuan pendaftar sebelum mengikuti tes seleksi. Lantaran belum ditentukan juknisnya, para peserta yang termasuk dalam honorer tidak memiliki perbandingan untuk memprediksi passing grade yang akan digunakan. “Belum ada sosialisasi passing grade,” kata salah satu guru honorer, Khoir, Minggu (25/4).

Kendati belum ada sosialisasi skema passing grade, banyak guru honorer yang mulai mempersiapkan kelengkapan berkas pendaftarannya. Selain persiapan berkas-berkas yang dibutuhkan, para guru juga mencari lembaga yang lowong, untuk selanjutnya membuat permohonan mutasi ke Dinas Pendidikan. “Skema persaingan baru ini yang jelas ada positif dan negatifnya. Bisa-bisa ada yg tidak bisa ikut penjaringan,” tandasnya.

 

 

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Dokumentasi Radar Jember
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Tentunya, semua itu ada negatif dan positifnya. Menurut Abdul Halil Ediyanto beberapa dampak negatifnya adalah, jika formasi yang dibutuhkan sedikit, sedangkan guru honorernya banyak ditambah lagi, jumlah guru prestasinya lumayan banyak, maka akan ada penumpukan dalam satu lembaga. Sedangkan aspek postifinya adalah adanya persaingan hanya dengan teman selembaga yang relatif tidak banyak. Sehingga, dalam satu lembaga tidak harus bersaing dengan guru dari lembaga lain.

Selain sosialisasi, pemerintah juga belum menetapkan petunjuk teknis terkait dengan passing grade untuk mengukur kemampuan pendaftar sebelum mengikuti tes seleksi. Lantaran belum ditentukan juknisnya, para peserta yang termasuk dalam honorer tidak memiliki perbandingan untuk memprediksi passing grade yang akan digunakan. “Belum ada sosialisasi passing grade,” kata salah satu guru honorer, Khoir, Minggu (25/4).

Kendati belum ada sosialisasi skema passing grade, banyak guru honorer yang mulai mempersiapkan kelengkapan berkas pendaftarannya. Selain persiapan berkas-berkas yang dibutuhkan, para guru juga mencari lembaga yang lowong, untuk selanjutnya membuat permohonan mutasi ke Dinas Pendidikan. “Skema persaingan baru ini yang jelas ada positif dan negatifnya. Bisa-bisa ada yg tidak bisa ikut penjaringan,” tandasnya.

 

 

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Dokumentasi Radar Jember
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/