alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Demam, Tetap Wajib Ujian

Siswa Bisa Kerjakan Soal di Rumah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setelah setahun lebih sekolah daring akibat pandemi, kini siswa kelas 6 SD bisa berjumpa lagi dengan teman sekelasnya. Meski pertemuan mereka langsung dihadapkan pada ujian sekolah (US). Ujian itu wajib diikuti semua siswa. Bahkan, bagi mereka yang sedang sakit. Sebab, ujian itu menjadi salah satu syarat kelulusan.

Salah satu siswa yang tidak bisa datang ke sekolah lantaran sakit adalah Wasilatul Bariroh, siswi kelas 6 SD Negeri Wirowongso 02, Ajung. Dia terpaksa mengikuti US di rumahnya lantaran demam. Kondisi Bariroh baru diketahui setelah guru dan kepala sekolah melihat ada bangku kosong di kelas yang menjadi ruangan ujian.

Melihat ada murid yang tidak masuk, kepala sekolah langsung memanggil guru kelas 6. Ternyata informasi yang diterima, Wasilatul Bariroh, yang tinggal di Dusun Penanggungan, Desa Wirowongso, absen lantaran demam. Seketika itu, Kholifatul, guru kelas 6, langsung mendatangi rumahnya. Ternyata siswi yang bersangkutan mengalami demam. Setelah dicek suhu tubuhnya mencapai 37,5 derajat Celsius.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kondisi yang tidak memungkinkan untuk berangkat ke sekolah ini membuatnya terpaksa mengikuti US di rumah. Guru menyodorkan soal serta daftar hadir. Meski suhu badannya tinggi, namun siswa itu tetap harus mengerjakan soal dengan tetap menggunakan masker. Saat melangsungkan ujian itu, Budi, ayah Bariroh, turut mendampingi anaknya.

“Sejak ibunya diangkat menjadi PNS di Kraksaan, Probolinggo, seluruhnya boyongan ke sana sejak Februari lalu. Sehingga kami sudah menetap di Kraksaan,” kata Budi. Dia menduga, sang anak terlalu lelah dan kurang istirahat setelah perjalanan Probolinggo-Jember malam sebelumnya. Sehingga saat pagi, putrinya tersebut mengalami demam. “Anak saya memang saya boyong ke tempat ibunya kerja,” tuturnya.

Kepala SD Negeri Wirowongso 02 Sri Wahyuning Ekonomi mengatakan, sejak pukul 07.00 guru sudah datang di sekolah untuk mengecek siswa. Sesuai daftar, ada 42 siswa kelas 6 yang harus mengikuti US. Namun, setelah diperiksa, ada satu bangku yang kosong, yang ternyata ditempati Wasilatul Bariroh.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setelah setahun lebih sekolah daring akibat pandemi, kini siswa kelas 6 SD bisa berjumpa lagi dengan teman sekelasnya. Meski pertemuan mereka langsung dihadapkan pada ujian sekolah (US). Ujian itu wajib diikuti semua siswa. Bahkan, bagi mereka yang sedang sakit. Sebab, ujian itu menjadi salah satu syarat kelulusan.

Salah satu siswa yang tidak bisa datang ke sekolah lantaran sakit adalah Wasilatul Bariroh, siswi kelas 6 SD Negeri Wirowongso 02, Ajung. Dia terpaksa mengikuti US di rumahnya lantaran demam. Kondisi Bariroh baru diketahui setelah guru dan kepala sekolah melihat ada bangku kosong di kelas yang menjadi ruangan ujian.

Melihat ada murid yang tidak masuk, kepala sekolah langsung memanggil guru kelas 6. Ternyata informasi yang diterima, Wasilatul Bariroh, yang tinggal di Dusun Penanggungan, Desa Wirowongso, absen lantaran demam. Seketika itu, Kholifatul, guru kelas 6, langsung mendatangi rumahnya. Ternyata siswi yang bersangkutan mengalami demam. Setelah dicek suhu tubuhnya mencapai 37,5 derajat Celsius.

Kondisi yang tidak memungkinkan untuk berangkat ke sekolah ini membuatnya terpaksa mengikuti US di rumah. Guru menyodorkan soal serta daftar hadir. Meski suhu badannya tinggi, namun siswa itu tetap harus mengerjakan soal dengan tetap menggunakan masker. Saat melangsungkan ujian itu, Budi, ayah Bariroh, turut mendampingi anaknya.

“Sejak ibunya diangkat menjadi PNS di Kraksaan, Probolinggo, seluruhnya boyongan ke sana sejak Februari lalu. Sehingga kami sudah menetap di Kraksaan,” kata Budi. Dia menduga, sang anak terlalu lelah dan kurang istirahat setelah perjalanan Probolinggo-Jember malam sebelumnya. Sehingga saat pagi, putrinya tersebut mengalami demam. “Anak saya memang saya boyong ke tempat ibunya kerja,” tuturnya.

Kepala SD Negeri Wirowongso 02 Sri Wahyuning Ekonomi mengatakan, sejak pukul 07.00 guru sudah datang di sekolah untuk mengecek siswa. Sesuai daftar, ada 42 siswa kelas 6 yang harus mengikuti US. Namun, setelah diperiksa, ada satu bangku yang kosong, yang ternyata ditempati Wasilatul Bariroh.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setelah setahun lebih sekolah daring akibat pandemi, kini siswa kelas 6 SD bisa berjumpa lagi dengan teman sekelasnya. Meski pertemuan mereka langsung dihadapkan pada ujian sekolah (US). Ujian itu wajib diikuti semua siswa. Bahkan, bagi mereka yang sedang sakit. Sebab, ujian itu menjadi salah satu syarat kelulusan.

Salah satu siswa yang tidak bisa datang ke sekolah lantaran sakit adalah Wasilatul Bariroh, siswi kelas 6 SD Negeri Wirowongso 02, Ajung. Dia terpaksa mengikuti US di rumahnya lantaran demam. Kondisi Bariroh baru diketahui setelah guru dan kepala sekolah melihat ada bangku kosong di kelas yang menjadi ruangan ujian.

Melihat ada murid yang tidak masuk, kepala sekolah langsung memanggil guru kelas 6. Ternyata informasi yang diterima, Wasilatul Bariroh, yang tinggal di Dusun Penanggungan, Desa Wirowongso, absen lantaran demam. Seketika itu, Kholifatul, guru kelas 6, langsung mendatangi rumahnya. Ternyata siswi yang bersangkutan mengalami demam. Setelah dicek suhu tubuhnya mencapai 37,5 derajat Celsius.

Kondisi yang tidak memungkinkan untuk berangkat ke sekolah ini membuatnya terpaksa mengikuti US di rumah. Guru menyodorkan soal serta daftar hadir. Meski suhu badannya tinggi, namun siswa itu tetap harus mengerjakan soal dengan tetap menggunakan masker. Saat melangsungkan ujian itu, Budi, ayah Bariroh, turut mendampingi anaknya.

“Sejak ibunya diangkat menjadi PNS di Kraksaan, Probolinggo, seluruhnya boyongan ke sana sejak Februari lalu. Sehingga kami sudah menetap di Kraksaan,” kata Budi. Dia menduga, sang anak terlalu lelah dan kurang istirahat setelah perjalanan Probolinggo-Jember malam sebelumnya. Sehingga saat pagi, putrinya tersebut mengalami demam. “Anak saya memang saya boyong ke tempat ibunya kerja,” tuturnya.

Kepala SD Negeri Wirowongso 02 Sri Wahyuning Ekonomi mengatakan, sejak pukul 07.00 guru sudah datang di sekolah untuk mengecek siswa. Sesuai daftar, ada 42 siswa kelas 6 yang harus mengikuti US. Namun, setelah diperiksa, ada satu bangku yang kosong, yang ternyata ditempati Wasilatul Bariroh.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/