alexametrics
20.9C
Jember
Wednesday, 21 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Simulasi Tatap Muka Ditunda

Satgas Covid-19 Tak Kompak Beri Izin

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) yang seyogianya dilakukan pada 1-3 Maret terpaksa ditunda. Sebab, Satgas Covid-19 belum memberikan izin dalam mengadakan simulasi tersebut. Padahal sebelumnya, Dinas Pendidikan telah berkirim surat kepada Satgas Covid-19 sebagai izin pelaksanaan simulasi PTM.

Selain itu, sosialisasi kepada pengawas dan kepala sekolah juga telah dilakukan sejak 17 Februari lalu. Pemetaan pelaksanaan simulasi tatap muka sudah diatur sedemikian rupa, termasuk pemenuhan fasilitas tempat cuci tangan di setiap lembaga sekolah.

Kepala Bidang TK-SD Dinas Pendidikan Jember Dhebora Krisnawati mengungkapkan bahwa ketika informasi penundaan didapat oleh Dinas Pendidikan, pihaknya langsung melakukan pemanggilan kepada kepala sekolah yang akan menjalani simulasi. “Kami kumpulkan di hari itu juga (Kamis, (25/2), Red),” kata Dhebora. Dampaknya, surat izin mengikuti simulasi yang telah dibuat oleh sekolah untuk wali murid tidak dapat diberlakukan lagi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Salah satu sekolah yang seyogianya bakal mengikuti simulasi tatap muka yakni SDN 1 Glagah Wero. Kesiapan sekolah ini dibuktikan dengan pemenuhan fasilitas cuci tangan, surat izin wali murid, dan penataan ruangan yang disesuaikan dengan jumlah murid di setiap angkatan kelas.

Teguh Imam Prakoso, guru Bahasa Inggris SDN 1 Glagahwero, mengungkapkan bahwa pembatalan simulasi telah diberitahukan kepada siswanya melalui media sosial. “Fasilitas untuk simulasi PTM sudah siap semua. Anak-anak juga sudah semangat semua. Cuma, kalau kepala sekolah siap, kalau dibatalkan simulasinya ya tidak apa-apa. Yang pasti kami sudah siap,” kata Teguh.

Dia berharap simulasi PTM akan cepat dilakukan. Sebab, banyak keinginan dari wali murid dan siswa untuk segera melakukan pembelajaran tatap muka. Teguh menganggap bahwa pembelajaran jarak jauh tidak efektif untuk dilakukan. “Karena kalau PJJ efektivitasnya kurang. Siswa banyak yang tidak mengerjakan tugas. Kami juga agak kesulitan memantau tugas dari siswa,” pungkas Teguh.

Ketika dikonfirmasi, Jubir Satgas Covid-19 Gatot Triyono mengungkapkan bahwa pihaknya tidak mengetahui mengenai keputusan pembatalan simulasi PTM dari Satgas Covid-19. Melalui sambungan telepon, Gatot mengungkapkan bahwa dirinya tidak tahu mengenai informasi pembatalan simulasi PTM. “Belum ada info mengenai itu,” kata Gatot singkat.

 

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Ilustrasi
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) yang seyogianya dilakukan pada 1-3 Maret terpaksa ditunda. Sebab, Satgas Covid-19 belum memberikan izin dalam mengadakan simulasi tersebut. Padahal sebelumnya, Dinas Pendidikan telah berkirim surat kepada Satgas Covid-19 sebagai izin pelaksanaan simulasi PTM.

Selain itu, sosialisasi kepada pengawas dan kepala sekolah juga telah dilakukan sejak 17 Februari lalu. Pemetaan pelaksanaan simulasi tatap muka sudah diatur sedemikian rupa, termasuk pemenuhan fasilitas tempat cuci tangan di setiap lembaga sekolah.

Kepala Bidang TK-SD Dinas Pendidikan Jember Dhebora Krisnawati mengungkapkan bahwa ketika informasi penundaan didapat oleh Dinas Pendidikan, pihaknya langsung melakukan pemanggilan kepada kepala sekolah yang akan menjalani simulasi. “Kami kumpulkan di hari itu juga (Kamis, (25/2), Red),” kata Dhebora. Dampaknya, surat izin mengikuti simulasi yang telah dibuat oleh sekolah untuk wali murid tidak dapat diberlakukan lagi.

Mobile_AP_Half Page

Salah satu sekolah yang seyogianya bakal mengikuti simulasi tatap muka yakni SDN 1 Glagah Wero. Kesiapan sekolah ini dibuktikan dengan pemenuhan fasilitas cuci tangan, surat izin wali murid, dan penataan ruangan yang disesuaikan dengan jumlah murid di setiap angkatan kelas.

Teguh Imam Prakoso, guru Bahasa Inggris SDN 1 Glagahwero, mengungkapkan bahwa pembatalan simulasi telah diberitahukan kepada siswanya melalui media sosial. “Fasilitas untuk simulasi PTM sudah siap semua. Anak-anak juga sudah semangat semua. Cuma, kalau kepala sekolah siap, kalau dibatalkan simulasinya ya tidak apa-apa. Yang pasti kami sudah siap,” kata Teguh.

Dia berharap simulasi PTM akan cepat dilakukan. Sebab, banyak keinginan dari wali murid dan siswa untuk segera melakukan pembelajaran tatap muka. Teguh menganggap bahwa pembelajaran jarak jauh tidak efektif untuk dilakukan. “Karena kalau PJJ efektivitasnya kurang. Siswa banyak yang tidak mengerjakan tugas. Kami juga agak kesulitan memantau tugas dari siswa,” pungkas Teguh.

Ketika dikonfirmasi, Jubir Satgas Covid-19 Gatot Triyono mengungkapkan bahwa pihaknya tidak mengetahui mengenai keputusan pembatalan simulasi PTM dari Satgas Covid-19. Melalui sambungan telepon, Gatot mengungkapkan bahwa dirinya tidak tahu mengenai informasi pembatalan simulasi PTM. “Belum ada info mengenai itu,” kata Gatot singkat.

 

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Ilustrasi
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) yang seyogianya dilakukan pada 1-3 Maret terpaksa ditunda. Sebab, Satgas Covid-19 belum memberikan izin dalam mengadakan simulasi tersebut. Padahal sebelumnya, Dinas Pendidikan telah berkirim surat kepada Satgas Covid-19 sebagai izin pelaksanaan simulasi PTM.

Selain itu, sosialisasi kepada pengawas dan kepala sekolah juga telah dilakukan sejak 17 Februari lalu. Pemetaan pelaksanaan simulasi tatap muka sudah diatur sedemikian rupa, termasuk pemenuhan fasilitas tempat cuci tangan di setiap lembaga sekolah.

Kepala Bidang TK-SD Dinas Pendidikan Jember Dhebora Krisnawati mengungkapkan bahwa ketika informasi penundaan didapat oleh Dinas Pendidikan, pihaknya langsung melakukan pemanggilan kepada kepala sekolah yang akan menjalani simulasi. “Kami kumpulkan di hari itu juga (Kamis, (25/2), Red),” kata Dhebora. Dampaknya, surat izin mengikuti simulasi yang telah dibuat oleh sekolah untuk wali murid tidak dapat diberlakukan lagi.

Salah satu sekolah yang seyogianya bakal mengikuti simulasi tatap muka yakni SDN 1 Glagah Wero. Kesiapan sekolah ini dibuktikan dengan pemenuhan fasilitas cuci tangan, surat izin wali murid, dan penataan ruangan yang disesuaikan dengan jumlah murid di setiap angkatan kelas.

Teguh Imam Prakoso, guru Bahasa Inggris SDN 1 Glagahwero, mengungkapkan bahwa pembatalan simulasi telah diberitahukan kepada siswanya melalui media sosial. “Fasilitas untuk simulasi PTM sudah siap semua. Anak-anak juga sudah semangat semua. Cuma, kalau kepala sekolah siap, kalau dibatalkan simulasinya ya tidak apa-apa. Yang pasti kami sudah siap,” kata Teguh.

Dia berharap simulasi PTM akan cepat dilakukan. Sebab, banyak keinginan dari wali murid dan siswa untuk segera melakukan pembelajaran tatap muka. Teguh menganggap bahwa pembelajaran jarak jauh tidak efektif untuk dilakukan. “Karena kalau PJJ efektivitasnya kurang. Siswa banyak yang tidak mengerjakan tugas. Kami juga agak kesulitan memantau tugas dari siswa,” pungkas Teguh.

Ketika dikonfirmasi, Jubir Satgas Covid-19 Gatot Triyono mengungkapkan bahwa pihaknya tidak mengetahui mengenai keputusan pembatalan simulasi PTM dari Satgas Covid-19. Melalui sambungan telepon, Gatot mengungkapkan bahwa dirinya tidak tahu mengenai informasi pembatalan simulasi PTM. “Belum ada info mengenai itu,” kata Gatot singkat.

 

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Ilustrasi
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

×Info Langganan Koran