alexametrics
23.4 C
Jember
Monday, 27 June 2022

148 SD Diperkirakan Blank Spot

Termasuk SD di Daerah Kota

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jember memprediksi ada 148 sekolah dasar di Jember yang tidak akses telekomunikasi. Jumlah tersebut tersebar di 15 kecamatan, bahkan juga ada di daerah kota. Hal ini lantaran sekolah tersebut berada di wilayah yang tidak terjangkau sinyal atau blank spot.

Kepala Diskominfo Jember Gatot Triyono mengatakan, pemerintah pusat maupun daerah terus berupaya untuk membebaskan daerah-daerah yang tidak terjangkau sinyal telepon seluler. Berdasarkan surat dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember, tercatat ada 148 sekolah dasar yang berada di area blank spot. “Selanjutnya kami akan mengecek 148 sekolah tersebut, apakah benar-benar blank spot dan tidak ada sinyal HP, sehingga kesulitan berkomunikasi,” terangnya.

Meski begitu, dirinya juga menjelaskan, bisa jadi sekolah dasar ini mendapat sinyal telepon seluler, tapi tidak ada akses internet. “Apakah yang dimaksud tidak ada internet di sekolah tersebut karena tidak ada akses atau jaringan internet, atau bisa jadi tidak punya perangkat komputer. Makanya kami cek lebih lanjut, maksud blank spot itu,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pengecekan ke 148 SD tersebut akan berlangsung bertahap. Sebab, butuh waktu dan SDM dengan membawa sejumlah alat untuk pengecekan. Dia memaparkan, 148 sekolah dasar ini tersebar di 15 kecamatan. Di antaranya Ajung, Bangsalsari, Jelbuk, Kalisat, Ledokombo, Mayang, Panti, Patrang, Silo, Rambipuji, Sukorambi, Sukowono, Sumberbaru, Sumber Jambe, Tanggul, dan Tempurejo. “Di daerah kota, yaitu Kecamatan Patrang juga ada,” tuturnya. Di daerah kota terdapat tiga titik, yakni dua lokasi di Bintoro dan satu di Slawu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jember memprediksi ada 148 sekolah dasar di Jember yang tidak akses telekomunikasi. Jumlah tersebut tersebar di 15 kecamatan, bahkan juga ada di daerah kota. Hal ini lantaran sekolah tersebut berada di wilayah yang tidak terjangkau sinyal atau blank spot.

Kepala Diskominfo Jember Gatot Triyono mengatakan, pemerintah pusat maupun daerah terus berupaya untuk membebaskan daerah-daerah yang tidak terjangkau sinyal telepon seluler. Berdasarkan surat dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember, tercatat ada 148 sekolah dasar yang berada di area blank spot. “Selanjutnya kami akan mengecek 148 sekolah tersebut, apakah benar-benar blank spot dan tidak ada sinyal HP, sehingga kesulitan berkomunikasi,” terangnya.

Meski begitu, dirinya juga menjelaskan, bisa jadi sekolah dasar ini mendapat sinyal telepon seluler, tapi tidak ada akses internet. “Apakah yang dimaksud tidak ada internet di sekolah tersebut karena tidak ada akses atau jaringan internet, atau bisa jadi tidak punya perangkat komputer. Makanya kami cek lebih lanjut, maksud blank spot itu,” paparnya.

Pengecekan ke 148 SD tersebut akan berlangsung bertahap. Sebab, butuh waktu dan SDM dengan membawa sejumlah alat untuk pengecekan. Dia memaparkan, 148 sekolah dasar ini tersebar di 15 kecamatan. Di antaranya Ajung, Bangsalsari, Jelbuk, Kalisat, Ledokombo, Mayang, Panti, Patrang, Silo, Rambipuji, Sukorambi, Sukowono, Sumberbaru, Sumber Jambe, Tanggul, dan Tempurejo. “Di daerah kota, yaitu Kecamatan Patrang juga ada,” tuturnya. Di daerah kota terdapat tiga titik, yakni dua lokasi di Bintoro dan satu di Slawu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jember memprediksi ada 148 sekolah dasar di Jember yang tidak akses telekomunikasi. Jumlah tersebut tersebar di 15 kecamatan, bahkan juga ada di daerah kota. Hal ini lantaran sekolah tersebut berada di wilayah yang tidak terjangkau sinyal atau blank spot.

Kepala Diskominfo Jember Gatot Triyono mengatakan, pemerintah pusat maupun daerah terus berupaya untuk membebaskan daerah-daerah yang tidak terjangkau sinyal telepon seluler. Berdasarkan surat dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember, tercatat ada 148 sekolah dasar yang berada di area blank spot. “Selanjutnya kami akan mengecek 148 sekolah tersebut, apakah benar-benar blank spot dan tidak ada sinyal HP, sehingga kesulitan berkomunikasi,” terangnya.

Meski begitu, dirinya juga menjelaskan, bisa jadi sekolah dasar ini mendapat sinyal telepon seluler, tapi tidak ada akses internet. “Apakah yang dimaksud tidak ada internet di sekolah tersebut karena tidak ada akses atau jaringan internet, atau bisa jadi tidak punya perangkat komputer. Makanya kami cek lebih lanjut, maksud blank spot itu,” paparnya.

Pengecekan ke 148 SD tersebut akan berlangsung bertahap. Sebab, butuh waktu dan SDM dengan membawa sejumlah alat untuk pengecekan. Dia memaparkan, 148 sekolah dasar ini tersebar di 15 kecamatan. Di antaranya Ajung, Bangsalsari, Jelbuk, Kalisat, Ledokombo, Mayang, Panti, Patrang, Silo, Rambipuji, Sukorambi, Sukowono, Sumberbaru, Sumber Jambe, Tanggul, dan Tempurejo. “Di daerah kota, yaitu Kecamatan Patrang juga ada,” tuturnya. Di daerah kota terdapat tiga titik, yakni dua lokasi di Bintoro dan satu di Slawu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/