148 SD Diperkirakan Blank Spot

Termasuk SD di Daerah Kota

TERUS BELAJAR: Suasana belajar di salah satu SDN di Desa Badean, Kecamatan Sukorambi. Daerah Sukorambi masuk catatan Diskominfo sebagai SD negeri yang berada dalam wilayah blank spot atau tidak terjangkau sinyal.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jember memprediksi ada 148 sekolah dasar di Jember yang tidak akses telekomunikasi. Jumlah tersebut tersebar di 15 kecamatan, bahkan juga ada di daerah kota. Hal ini lantaran sekolah tersebut berada di wilayah yang tidak terjangkau sinyal atau blank spot.

IKLAN

Kepala Diskominfo Jember Gatot Triyono mengatakan, pemerintah pusat maupun daerah terus berupaya untuk membebaskan daerah-daerah yang tidak terjangkau sinyal telepon seluler. Berdasarkan surat dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember, tercatat ada 148 sekolah dasar yang berada di area blank spot. “Selanjutnya kami akan mengecek 148 sekolah tersebut, apakah benar-benar blank spot dan tidak ada sinyal HP, sehingga kesulitan berkomunikasi,” terangnya.

Meski begitu, dirinya juga menjelaskan, bisa jadi sekolah dasar ini mendapat sinyal telepon seluler, tapi tidak ada akses internet. “Apakah yang dimaksud tidak ada internet di sekolah tersebut karena tidak ada akses atau jaringan internet, atau bisa jadi tidak punya perangkat komputer. Makanya kami cek lebih lanjut, maksud blank spot itu,” paparnya.

Pengecekan ke 148 SD tersebut akan berlangsung bertahap. Sebab, butuh waktu dan SDM dengan membawa sejumlah alat untuk pengecekan. Dia memaparkan, 148 sekolah dasar ini tersebar di 15 kecamatan. Di antaranya Ajung, Bangsalsari, Jelbuk, Kalisat, Ledokombo, Mayang, Panti, Patrang, Silo, Rambipuji, Sukorambi, Sukowono, Sumberbaru, Sumber Jambe, Tanggul, dan Tempurejo. “Di daerah kota, yaitu Kecamatan Patrang juga ada,” tuturnya. Di daerah kota terdapat tiga titik, yakni dua lokasi di Bintoro dan satu di Slawu.

Dilihat dari data yang ada, diperkirakan lokasi sekolah dasar blank spot berada di daerah kaki gunung. Sebab, dari 15 kecamatan yang ada, seluruhnya terdapat lokasi di pegunungan atau perbukitan. Seperti di lereng Gunung Argopuro, Gunung Raung, ataupun di daerah dekat dengan Taman Nasional Meru Betiri seperti Kecamatan Tempurejo.

Gatot menambahkan, jika benar-benar terdapat 148 SD blank spot, pihaknya akan segera melaporkan ke pemerintah pusat. Sebagai informasi, ada program dari pusat bernama satelit Palapa Ring yang dikenal sebagai ‘tol langit’ untuk menghubungkan seluruh Nusantara dan membuat Indonesia merdeka internet. Cara tersebut untuk menjaga keutuhan bangsa.

Tak hanya itu, kata Gatot, pada intinya layanan publik harus terkoneksi dengan internet. “Seluruh pendapa kecamatan itu ada layanan wifi gratis, termasuk di ruang terbuka hijau (RTH) dan alun-alun,” tuturnya. Terkait pemberantasan buta internet, Gatot memaparkan, juga bekerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJI) yang berkomitmen membantu daerah blank spot.

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti