Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Desak Rektor Definitif, FPU Minta UINSA Steril dari Politik

M. Ainul Budi
Penulis: M. Ainul Budi❯
Koordinator FPU Suhermanto Ja’far
Koordinator FPU Suhermanto Ja’far

Advertisement

 

RADAR JEMBER – Forum Penyelamat UINSA (FPU) mendesak Menteri Agama RI segera memberikan kepastian mengenai pengangkatan dan pelantikan Rektor definitif Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Ketidakpastian kepemimpinan dinilai berpotensi mengganggu tata kelola dan pengambilan keputusan strategis di lingkungan kampus.

Desakan tersebut disampaikan FPU melalui surat terbuka kepada Menteri Agama RI tertanggal 8 Agustus 2026. Forum yang mengatasnamakan alumni, warga sivitas akademika, serta warga Nahdlatul Ulama yang peduli terhadap UINSA itu juga menyatakan menolak pengangkatan kembali Prof. Akh. Muzakki sebagai rektor untuk periode berikutnya.

Advertisement

Koordinator FPU Suhermanto Ja’far menyatakan, proses pengisian jabatan Rektor UINSA sebelumnya telah melalui sejumlah tahapan kelembagaan, termasuk proses di tingkat senat universitas dan penyampaian nama calon ke Kementerian Agama.

Karena itu, FPU mempertanyakan belum adanya kepastian mengenai siapa yang akan memimpin UINSA secara definitif.

“UINSA membutuhkan kepastian mengenai siapa yang akan memimpin universitas secara definitif, bukan ketidakpastian kepemimpinan yang berkepanjangan,” demikian salah satu poin dalam surat tersebut.

Advertisement

FPU meminta Kementerian Agama memberikan penjelasan secara terbuka apabila terdapat persoalan administratif, hukum, maupun kelembagaan yang menyebabkan proses penetapan rektor definitif belum dapat diselesaikan.

Menurut FPU, kepastian kepemimpinan penting karena berkaitan dengan stabilitas organisasi, pengambilan keputusan strategis, pelayanan akademik, pengelolaan sumber daya, hingga kepercayaan sivitas akademika.

FPU juga berpandangan bahwa mekanisme pelaksana tugas (Plt) semestinya hanya digunakan sebagai instrumen transisi. Karena itu, mereka meminta Kementerian Agama tidak terus memperpanjang kepemimpinan sementara melalui pergantian Plt apabila secara administratif dan hukum tidak terdapat hambatan untuk menetapkan rektor definitif.

Tolak Incumbent

Advertisement

Artikel Terkait

Setelah Gejolak Muzakki, Masdar Hilmy Kembali Pimpin UINSA hingga 2030

Setelah Gejolak Muzakki, Masdar Hilmy Kembali Pimpin UINSA hingga 2030

Kursi Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya akhirnya kembali memiliki pejabat definitif. Prof. Dr. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D. dilantik sebagai Rektor UINSA periode 2026–2030 di Jakarta, Kamis

15 Carek UINSA Diuji Komsel, Transparansi Kembali Disorot

15 Carek UINSA Diuji Komsel, Transparansi Kembali Disorot

Babak baru pemilihan Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya periode 2026–2030 dimulai. Sebanyak 15 calon rektor dijadwalkan mengikuti seleksi Komisi Seleksi (Komsel) Kementerian Agama RI di Jakarta

Komsel Uji Carek UINSA, Menag Diminta Pilih yang Terbaik

Komsel Uji Carek UINSA, Menag Diminta Pilih yang Terbaik

Senin (12/10/2026) hari ini Komisi Seleksi (Komsel) Kementerian Agama melakukan uji kelayakan calon rektor (carek) UIN Sunan Ampel Surabaya. Forum Komunikasi untuk Perubahan UINSA menyatakan optimistis bahwa hasilnya tid

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer