
RADAR JEMBER - Setiap awal semester, tidak sedikit orang tua berstatus ASN harus menarik napas panjang. Penghasilan memang tetap, namun kebutuhan hidup juga terus meningkat.
Di sisi lain, terdapat kondisi yang kerap menimbulkan pertanyaan: ada pihak yang secara aset terlihat lebih mapan, namun justru memperoleh UKT yang lebih ringan, bahkan hingga nol rupiah.
Mengapa hal ini bisa terjadi?
1. Status ASN sebagai indikator awal
Pada beberapa perguruan tinggi, status ASN sering dijadikan acuan cepat dalam menentukan kemampuan ekonomi.
Baca Juga: Info Beasiswa: Pendaftarannya Dibuka Sampai 2 Mei, Beasiswa Ini Ada 2 Skema
Akibatnya, mahasiswa langsung ditempatkan pada golongan UKT tinggi tanpa analisis menyeluruh terhadap kondisi finansial keluarga.
2. Gaji tetap dianggap mencukupi
Faktanya, “tetap” tidak selalu berarti “memadai”. Banyak ASN, khususnya di daerah, memiliki penghasilan terbatas dengan tunjangan yang kecil atau tidak selalu diterima secara konsisten.
3. Data administratif tidak selalu mencerminkan realita


