Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Status ASN Jadi Penentu UKT? Sudah Adil?

M. Ainul Budi
Penulis: M. Ainul Budi❯
ilustrasi mahasiswa tampak mengikuti kelas perkuliahan. (AI)
ilustrasi mahasiswa tampak mengikuti kelas perkuliahan. (AI)

Advertisement

 

RADAR JEMBER - Setiap awal semester, tidak sedikit orang tua berstatus ASN harus menarik napas panjang. Penghasilan memang tetap, namun kebutuhan hidup juga terus meningkat.

Di sisi lain, terdapat kondisi yang kerap menimbulkan pertanyaan: ada pihak yang secara aset terlihat lebih mapan, namun justru memperoleh UKT yang lebih ringan, bahkan hingga nol rupiah.

Advertisement

Mengapa hal ini bisa terjadi?

1. Status ASN sebagai indikator awal

Pada beberapa perguruan tinggi, status ASN sering dijadikan acuan cepat dalam menentukan kemampuan ekonomi.

Akibatnya, mahasiswa langsung ditempatkan pada golongan UKT tinggi tanpa analisis menyeluruh terhadap kondisi finansial keluarga.

2. Gaji tetap dianggap mencukupi

Faktanya, “tetap” tidak selalu berarti “memadai”. Banyak ASN, khususnya di daerah, memiliki penghasilan terbatas dengan tunjangan yang kecil atau tidak selalu diterima secara konsisten.

3. Data administratif tidak selalu mencerminkan realita

Advertisement

Artikel Terkait

Belajar dari Kesalahan Tahun Lalu! Ketua SPMB SMAN Arjasa Jember Ingatkan Pendaftar Jalur Afirmasi Soal Dokumen KIP

Belajar dari Kesalahan Tahun Lalu! Ketua SPMB SMAN Arjasa Jember Ingatkan Pendaftar Jalur Afirmasi Soal Dokumen KIP

Panitia SPMB SMA 2026 menegaskan bahwa Surat Keterangan Tidak Mampu dari desa tidak berlaku dan pendaftar wajib melampirkan kartu bantuan pemerintah yang asli.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer