23.3 C
Jember
Monday, 30 January 2023

SD Hanya Ada Lima Kelas

Mobile_AP_Rectangle 1

BAGOREJO, Radar Jember – Sekolah dasar (SD) umumnya terdapat enam kelas. Berbeda dengan salah satu SD yang berada di Desa Bagorejo, Kecamatan Gukmukmas. Di sana hanya ada enam ruangan berukuran 8×7 meter. Salah satunya digunakan untuk ruang guru dan kepala sekolah. Sementara, ruang kelas hanya ada lima.

BACA JUGA : Pelajar SMP Surabaya Nekat Loncat dari Gedung Sekolah

Kepala SDN Bagorejo 3 Wawan Sisyanto mengungkapkan bahwa dulu beberapa siswa masuk secara bergantian, pagi dan siang. “Kelas satu masuk pagi dan kelas dua masuk siang,” tuturnya. Namun, saat penerimaan siswa didik baru tahun 2017, mereka hanya mendapat enam murid, sehingga cukup jika ruang guru disekat menjadi ruang kelas untuk siswa baru yang jumlahnya tidak banyak, sehingga semua siswa dapat masuk pagi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tak hanya kekurangan kelas. Bahkan mereka tidak memiliki ruang apa pun selain kelas. Tak ada musala, tidak ada UKS, perpustakaan hanya terdapat buku di etalase yang berada di ruang guru. Bahkan ruang laboratorium komputer yang digunakan untuk Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) menggunakan kelas dua. Menurut keterangan kepala sekolah, setelah ANBK selesai, komputer diamankan ke rumah salah satu guru terdekat.

- Advertisement -

BAGOREJO, Radar Jember – Sekolah dasar (SD) umumnya terdapat enam kelas. Berbeda dengan salah satu SD yang berada di Desa Bagorejo, Kecamatan Gukmukmas. Di sana hanya ada enam ruangan berukuran 8×7 meter. Salah satunya digunakan untuk ruang guru dan kepala sekolah. Sementara, ruang kelas hanya ada lima.

BACA JUGA : Pelajar SMP Surabaya Nekat Loncat dari Gedung Sekolah

Kepala SDN Bagorejo 3 Wawan Sisyanto mengungkapkan bahwa dulu beberapa siswa masuk secara bergantian, pagi dan siang. “Kelas satu masuk pagi dan kelas dua masuk siang,” tuturnya. Namun, saat penerimaan siswa didik baru tahun 2017, mereka hanya mendapat enam murid, sehingga cukup jika ruang guru disekat menjadi ruang kelas untuk siswa baru yang jumlahnya tidak banyak, sehingga semua siswa dapat masuk pagi.

Tak hanya kekurangan kelas. Bahkan mereka tidak memiliki ruang apa pun selain kelas. Tak ada musala, tidak ada UKS, perpustakaan hanya terdapat buku di etalase yang berada di ruang guru. Bahkan ruang laboratorium komputer yang digunakan untuk Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) menggunakan kelas dua. Menurut keterangan kepala sekolah, setelah ANBK selesai, komputer diamankan ke rumah salah satu guru terdekat.

BAGOREJO, Radar Jember – Sekolah dasar (SD) umumnya terdapat enam kelas. Berbeda dengan salah satu SD yang berada di Desa Bagorejo, Kecamatan Gukmukmas. Di sana hanya ada enam ruangan berukuran 8×7 meter. Salah satunya digunakan untuk ruang guru dan kepala sekolah. Sementara, ruang kelas hanya ada lima.

BACA JUGA : Pelajar SMP Surabaya Nekat Loncat dari Gedung Sekolah

Kepala SDN Bagorejo 3 Wawan Sisyanto mengungkapkan bahwa dulu beberapa siswa masuk secara bergantian, pagi dan siang. “Kelas satu masuk pagi dan kelas dua masuk siang,” tuturnya. Namun, saat penerimaan siswa didik baru tahun 2017, mereka hanya mendapat enam murid, sehingga cukup jika ruang guru disekat menjadi ruang kelas untuk siswa baru yang jumlahnya tidak banyak, sehingga semua siswa dapat masuk pagi.

Tak hanya kekurangan kelas. Bahkan mereka tidak memiliki ruang apa pun selain kelas. Tak ada musala, tidak ada UKS, perpustakaan hanya terdapat buku di etalase yang berada di ruang guru. Bahkan ruang laboratorium komputer yang digunakan untuk Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) menggunakan kelas dua. Menurut keterangan kepala sekolah, setelah ANBK selesai, komputer diamankan ke rumah salah satu guru terdekat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca