Wisuda STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong

Bertekad Kuatkan Pengawasan di Bidang Kesehatan

RAPAT TERBUKA: Wisuda STIKes Hafshawati Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo digelar Kamis (24/10) lalu, dengan meluluskan 348 wisudawan dan wisudawati.

PROBOLINGGO, Radar Jember – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong melepas 348 mahasiswanya dalam prosesi wisuda di Gedung Islamic Center, Kraksaan, Probolinggo, Kamis (24/10) lalu. Para peserta wisuda terdiri atas 35 lulusan D-3 Keperawatan, 15 lulusan D-3 Kebidanan, 37 lulusan D-4 Kebidanan, 114 lulusan S-1 Keperawatan, serta 147 lulusan Program Profesi Keperawatan.

IKLAN

Prosesi wisuda langsung dipimpin dan dibuka oleh Ketua STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong Dr H Nur Hamim SKM SKepNS MKes. Dia menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan yang saat itu dilantik dan diambil sumpahnya. Selain itu, tampak pula sejumlah tamu undangan yang hadir, seperti perwakilan dari Lembaga Layanan Dikti Wilayah 7 Jawa Timur dan dari Pemkab Probolinggo.

IPK tertinggi diraih oleh Ghaitur Rizkiyah dari Prodi D-3 Keperawatan dengan IPK 3,77 dan Fatimatus Zahro dari Prodi D-3 Keperawatan dengan 3,70.

Pada kesempatan itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) wilayah VII Jawa Timur, Prof Dr Ir Suprapto DEA juga menyerahkan langsung surat SK program studi baru yaitu Strata 1 Kebidanan dan Profesi Kebidanan. Dia menyampaikan bahwa STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong semakin bermutu dan menjadi lebih unggul. “Dalam menjadi unggul, harus ada perbaikan dan peningkatan.” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember.

TAMU ISTIMEWA: Ketua Yayasan Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong, KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah SH MM menyerahkan cinderamata kepada Bupati
Probolinggo, Puput Tantriana Sari.

Sementara itu, Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari menjelaskan, seusai ditetapkannya Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu wilayah pilot project pencegahan dan penanggulangan stunting, STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong turut bekerja sama dalam pencegahan dan penanggulangan kasus tersebut. “Pihak civitas STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong dan pemerintah daerah Kabupaten Probolinggo telah bersama-sama berikhtiar terkait pembangunan kesehatan,” lanjutnya.

Sebagai informasi, angka stunting di wilayah Kabupaten Probolinggo selama lima tahun terakhir mengalami penurunan sekitar 11 persen. Karena itu, Tantri, sapaan akrabnya, berharap seluruh wisudawan yang hadir turut mendukung program pemerintah agar angka tersebut bisa lebih menurun lagi. “Kasus kesehatan di Probolinggo menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Sementara itu, di tempat terpisah, Ketua Yayasan Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah SH MM berharap, seluruh wisudawan yang sudah dilantik dan diambil sumpahnya harus menjadi tenaga kesehatan yang profesional, tidak kehilangan moral dan akhlak jati diri pesantren dalam meniti karir, serta pandai membawa jati diri dalam implementasinya. “Semoga ilmu yang didapatkan dapat bermanfaat dunia dan akhirat, dan bisa membangun bangsa menjadi yang lebih baik,” pungkasnya.

Reporter : Nurul Azizah

Fotografer : Istimewa

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti