Agar Kualitas Tutorial Tetap Terjamin

UT Gelar Pelatihan Tutor Secara Rutin

RADAR JEMBER.ID Tutorial di Universitas Terbuka (UT) Jember bertujuan untuk membantu meningkatkan efektivitas belajar mahasiswa. Selain itu, memastikan proses tutorial berjalan secara efektif dan terkendali. Guna mencapai tujuan tersebut, UT Jember terus berupaya agar kualitas tutorial tatap terjamin sesuai standar UT.

IKLAN

Salah satunya adalah menjaga kualitas dan profesionalitas tutor melalui kegiatan pelatihan tutor yang secara rutin dilakukan setiap semester per tahun. Pelatihan tutor wajib diikuti oleh setiap tutor baru, tutor lama yang perlu upgrade kompetensi atau jika ada perubahan pola tutorial.

Tujuannya adalah membekali para tutor materi tentang tutorial dan peran tutor dalam sistem belajar mandiri dalam konteks belajar terbuka dan jarak jauh.  Tahun 2019, pelatihan diikuti oleh 30 tutor baru, dan dilaksanakan selama tiga hari, yakni 23 hingga 25 Agustus 2019 di hotel Aston Jember.

Selama pelatihan, para tutor dilatih dan melakukan praktik tutorial mini yang di dalamnya mensinergikan konsep, teori, dan strategi tentang belajar mandiri, pembelajaran aktif, dan keterampilan dasar tutorial. Para instruktur pelatihan terdiri dari instruktur inti dari Pusat Riset dan Inovasi PTTJJ UT, Bapak Ir. Mohammad Toha, M.Ed., Ph.D., dan para dosen UT Jember yang sudah mengikuti pelatihan dan tersertifikasi sebagai instruktur.

Tutorial dan tutor dalam sistem belajar mandiri (independent learning) dalam konteks pendidikan terbuka dan jarak jauh yang dikembangkan oleh Universitas Terbuka (UT) memiliki karakteristik unik yang berbeda dengan sistem belajar terbimbing (guided learning), yang lazim digunakan dalam sistem perkuliahan reguler.

Menurut Direktur UT Jember, Prof. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., Belajar mandiri bukan sebatas belajar yang diinisiasi, diprakarsai, dan dikontrol oleh diri sendiri. Ia juga dibentuk dan didukung oleh bangunan sistem pendidikan jarak jauh, ketangguhan belajar, kemampuan mengelola waktu, dan keterampilan belajar.

Dalam sistem belajar mandiri, tutorial bukan ruang bagi mahasiswa untuk mencapai semua kompetensi kurikuler, juga bukan ruang bagi tutor untuk membahas atau menjelaskan semua materi modul sampai habis/tuntas. Ada wilayah dimana kompetensi dan materi bisa dikuasai oleh mahasiswa secara mandiri melalui belajar mandiri di luar kelas tutorial. Ada juga wilayah dimana kompetensi dan materi hanya bisa dikuasai oleh mahasiswa dengan bimbingan dan bantuan tutor melalui kelas tutorial.

Demarkasi wilayah belajar dan pembelajaran ini harus tegas dan dipatuhi ole mahasiswa dan tutor. “Jika tidak, maka tutorial akan terjebak dalam praktik perkuliahan biasa, di mana dosen atau tutor menjadi pusat pembelajaran”, papar Imam. Apalagi tutorial hanya dilaksanakan selama delapan kali pertemuan.

Tutorial sejatinya adalah ruang terbuka antar-mahasiswa, dan antara tutor dan mahasiswa untuk saling berinteraksi dan bertransaksi pembelajaran, membahas, mendiskusikan kompetensi, konsep, topik yang esensial atau penting, dan masalah yang dihadapi mahasiswa, serta berbagi pengalaman atau praktik terbaik.

Implikasinya, peran tutor tidak lagi sebagai pengabar isi modul sampai tuntas, melainkan pemicu dan pemacu belajar mandiri mahasiswa.

Lebih lanjut Imam menyatakan, belajar mandiri di UT tidak hanya dilakukan selama periode tutorial (tatap muka atau online). Belajar mandiri sudah dimulai setelah registrasi hingga menjelang ujian akhir semester. Yakniu dengan fokus yang berbeda pada setiap fase.

Pada fase pra-tutorial, fokus belajar mandiri adalah mempelajari katalog, panduan, kalender akademik, melakukan aktivasi tutorial online, mengikuti ekbm, dan orientasi isi modul sesuai dengan mata kuliah yang diregistrasi.

Fase selama tutorial, belajar mandiri difokuskan pada mempelajari dan atau diskusi modul dengan sejawat dan atau tutor, menyelesaikan tugas-tugas partisipasi dan tutorial, praktik, praktikum. Pada fase pasca tutorial, belajar mandiri difokuskan pada mempelajari kembali hal-hal penting dari modul untuk persiapan UAS, dan mengikuti Klinik Belajar.

“Karakteristik inilah yang harus dipahami oleh setiap tutor UT, agar tutor dan tutorial tidak terjebak di dalam rutinitas perkuliahan yang bisa menyebabkan tutorial dan belajar mandiri kehilangan makna esensialnya karena terdistorsi dan terkooptasi oleh peran tutor yang tidak seharusnya,” tandas Prof. Imam.

Inilah tantangan yang dihadapi oleh UT Jember, mengingat jumlah tutor dan kelas tutorial terus bertambah setiap semesternya. Melalui pelatihan tutor ini diharapkan para tutor memiliki kesamaan pengertian tentang hubungan segitiga antara tutor, tutorial, dan belajar mandiri dalam bangunan sistem pendidikan jarak jauh UT. (*)

Reporter : Bagus Supriadi

Fotografer : Istimewa

Editor : Bagus Supriadi