alexametrics
22.8 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Di Kelas Jago Mapel, di Luar Jago Silat

Bisa fokus dua hal dalam satu waktu tidaklah mudah. Namun, hal itu bisa dilalui Zidni Ilma Chofsoh. Remaja asal Lingkungan Kauman, Mangli, Kaliwates, ini membuktikan, dengan komitmen dan kerja keras, prestasi itu bisa direngkuh. Baik yang akademik maupun nonakademik.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pada masa remaja sesorang harus memperbanyak kiprah. Mungkin begitu cara pandang seorang Zidni Ilma Chofsoh. Remaja putri asal Lingkungan Kauman, Kelurahan Mangli, Kaliwates, itu belakangan sukses mengukir perjalanan yang cukup menginspirasi. Dia menjuarai sejumlah olimpiade tingkat nasional dan sukses mendulang medali pada ajang Porprov Jatim VII di Jember, belum lama ini.

Perawakannya yang kecil membuat setiap orang tidak menyangka bahwa dia seorang atlet seni bela diri dari cabor tarung derajat. Saat perhelatan Porprov Jatim VII kemarin, Ilma sukses mendulang emas di kelas seni gerak. Raihan itu turut mengantarkannya menaiki podium dalam event yang mempertemukan para atlet se-Jatim itu. “Alhamdulillah, ini emas pertama saya, sejak di tarung derajat,” kata Ilma.

Siswa kelas XI (sebelas) MAN 2 Jember itu mengaku menekuni seni bela diri sejak masih duduk di bangku madrasah ibtidaiyah (MI), setara SD, di lingkungan Kelurahan Mangli. Saat itu dia tekun berlatih, mengasah bakatnya di seni bela diri tarung derajat. Kendati olahraga bela diri itu membutuhkan ketangkasan dan kekuatan, namun hal itu tidak menyurutkan semangat Ilma yang memiliki tubuh kecil.

Mobile_AP_Rectangle 2

Beranjak ke jenjang pendidikan madrasah tsanawiyah (MTs), setara SMP, Ilma mengaku sempat banting setir. Karena suatu alasan tertentu, dia mengurangi intensitas latihan dan fokusnya diarahkan untuk mengasah kemampuannya di bidang akademik atau mata pelajaran (mapel) sekolah. “Ketika masih MI, fokusnya di nonakademik bela diri ini. Berlanjut ke MTs saya lebih memilih fokus ke akademik saja,” aku remaja 16 tahun itu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pada masa remaja sesorang harus memperbanyak kiprah. Mungkin begitu cara pandang seorang Zidni Ilma Chofsoh. Remaja putri asal Lingkungan Kauman, Kelurahan Mangli, Kaliwates, itu belakangan sukses mengukir perjalanan yang cukup menginspirasi. Dia menjuarai sejumlah olimpiade tingkat nasional dan sukses mendulang medali pada ajang Porprov Jatim VII di Jember, belum lama ini.

Perawakannya yang kecil membuat setiap orang tidak menyangka bahwa dia seorang atlet seni bela diri dari cabor tarung derajat. Saat perhelatan Porprov Jatim VII kemarin, Ilma sukses mendulang emas di kelas seni gerak. Raihan itu turut mengantarkannya menaiki podium dalam event yang mempertemukan para atlet se-Jatim itu. “Alhamdulillah, ini emas pertama saya, sejak di tarung derajat,” kata Ilma.

Siswa kelas XI (sebelas) MAN 2 Jember itu mengaku menekuni seni bela diri sejak masih duduk di bangku madrasah ibtidaiyah (MI), setara SD, di lingkungan Kelurahan Mangli. Saat itu dia tekun berlatih, mengasah bakatnya di seni bela diri tarung derajat. Kendati olahraga bela diri itu membutuhkan ketangkasan dan kekuatan, namun hal itu tidak menyurutkan semangat Ilma yang memiliki tubuh kecil.

Beranjak ke jenjang pendidikan madrasah tsanawiyah (MTs), setara SMP, Ilma mengaku sempat banting setir. Karena suatu alasan tertentu, dia mengurangi intensitas latihan dan fokusnya diarahkan untuk mengasah kemampuannya di bidang akademik atau mata pelajaran (mapel) sekolah. “Ketika masih MI, fokusnya di nonakademik bela diri ini. Berlanjut ke MTs saya lebih memilih fokus ke akademik saja,” aku remaja 16 tahun itu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pada masa remaja sesorang harus memperbanyak kiprah. Mungkin begitu cara pandang seorang Zidni Ilma Chofsoh. Remaja putri asal Lingkungan Kauman, Kelurahan Mangli, Kaliwates, itu belakangan sukses mengukir perjalanan yang cukup menginspirasi. Dia menjuarai sejumlah olimpiade tingkat nasional dan sukses mendulang medali pada ajang Porprov Jatim VII di Jember, belum lama ini.

Perawakannya yang kecil membuat setiap orang tidak menyangka bahwa dia seorang atlet seni bela diri dari cabor tarung derajat. Saat perhelatan Porprov Jatim VII kemarin, Ilma sukses mendulang emas di kelas seni gerak. Raihan itu turut mengantarkannya menaiki podium dalam event yang mempertemukan para atlet se-Jatim itu. “Alhamdulillah, ini emas pertama saya, sejak di tarung derajat,” kata Ilma.

Siswa kelas XI (sebelas) MAN 2 Jember itu mengaku menekuni seni bela diri sejak masih duduk di bangku madrasah ibtidaiyah (MI), setara SD, di lingkungan Kelurahan Mangli. Saat itu dia tekun berlatih, mengasah bakatnya di seni bela diri tarung derajat. Kendati olahraga bela diri itu membutuhkan ketangkasan dan kekuatan, namun hal itu tidak menyurutkan semangat Ilma yang memiliki tubuh kecil.

Beranjak ke jenjang pendidikan madrasah tsanawiyah (MTs), setara SMP, Ilma mengaku sempat banting setir. Karena suatu alasan tertentu, dia mengurangi intensitas latihan dan fokusnya diarahkan untuk mengasah kemampuannya di bidang akademik atau mata pelajaran (mapel) sekolah. “Ketika masih MI, fokusnya di nonakademik bela diri ini. Berlanjut ke MTs saya lebih memilih fokus ke akademik saja,” aku remaja 16 tahun itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/