alexametrics
24.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Gunakan Antena Penangkap WiFi, kalau Gangguan Harus Turun Gunung

Aplikasi presensi Pemkab Jember mensyaratkan wilayah kerja pegawai dapat menangkap sinyal. Padahal, pada beberapa wilayah di Jember ada sekolah yang berada di titik blank spot. Bagaimana cara mereka mengakses jaringan telekomunikasi di tengah keterbatasan itu?

Mobile_AP_Rectangle 1

Walau telah menggunakan sinyal WiFi untuk akses komunikasi, bukan berarti terbebas dari masalah. Kata Muksin, masalahnya justru lebih rawan dan sering. Sebab, di daerah pegunungan sering kali hujan ataupun diterpa angin dengan kekuatan cukup besar. “Kelemahannya, kalau setelah hujan atau diterpa angin kencang, alat penangkap sinyal itu tidak maksimal bekerja. Kadang lemot,” sambungnya.

Padahal, kebutuhan akses itu hampir setiap hari diperlukan. Apalagi jika sewaktu-waktu kebutuhannya mendesak, petugas operatornya terkadang sampai mencari pilihan lain demi memperlancar pekerjaan. “Jalan satu-satunya kami harus turun dari dusun ini. Mencari sinyal ke bawah. Dari situ bisa kembali normal sinyalnya,” ujarnya.

Lembaga pendidikan ini sepertinya masih beruntung jika dibandingkan dengan warga di sekitarnya. Meski warga itu banyak yang memiliki handphone, namun tidak bisa digunakan untuk menelpon ataupun berkirim pesan singkat sewaktu-waktu. “Warga setempat bisanya hanya membeli voucer WiFi, baru bisa terhubung internet dan berkomunikasi,” tambah Fahrur Rozi, salah seorang operator sekolah di lembaga tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Walau telah menggunakan sinyal WiFi untuk akses komunikasi, bukan berarti terbebas dari masalah. Kata Muksin, masalahnya justru lebih rawan dan sering. Sebab, di daerah pegunungan sering kali hujan ataupun diterpa angin dengan kekuatan cukup besar. “Kelemahannya, kalau setelah hujan atau diterpa angin kencang, alat penangkap sinyal itu tidak maksimal bekerja. Kadang lemot,” sambungnya.

Padahal, kebutuhan akses itu hampir setiap hari diperlukan. Apalagi jika sewaktu-waktu kebutuhannya mendesak, petugas operatornya terkadang sampai mencari pilihan lain demi memperlancar pekerjaan. “Jalan satu-satunya kami harus turun dari dusun ini. Mencari sinyal ke bawah. Dari situ bisa kembali normal sinyalnya,” ujarnya.

Lembaga pendidikan ini sepertinya masih beruntung jika dibandingkan dengan warga di sekitarnya. Meski warga itu banyak yang memiliki handphone, namun tidak bisa digunakan untuk menelpon ataupun berkirim pesan singkat sewaktu-waktu. “Warga setempat bisanya hanya membeli voucer WiFi, baru bisa terhubung internet dan berkomunikasi,” tambah Fahrur Rozi, salah seorang operator sekolah di lembaga tersebut.

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

Walau telah menggunakan sinyal WiFi untuk akses komunikasi, bukan berarti terbebas dari masalah. Kata Muksin, masalahnya justru lebih rawan dan sering. Sebab, di daerah pegunungan sering kali hujan ataupun diterpa angin dengan kekuatan cukup besar. “Kelemahannya, kalau setelah hujan atau diterpa angin kencang, alat penangkap sinyal itu tidak maksimal bekerja. Kadang lemot,” sambungnya.

Padahal, kebutuhan akses itu hampir setiap hari diperlukan. Apalagi jika sewaktu-waktu kebutuhannya mendesak, petugas operatornya terkadang sampai mencari pilihan lain demi memperlancar pekerjaan. “Jalan satu-satunya kami harus turun dari dusun ini. Mencari sinyal ke bawah. Dari situ bisa kembali normal sinyalnya,” ujarnya.

Lembaga pendidikan ini sepertinya masih beruntung jika dibandingkan dengan warga di sekitarnya. Meski warga itu banyak yang memiliki handphone, namun tidak bisa digunakan untuk menelpon ataupun berkirim pesan singkat sewaktu-waktu. “Warga setempat bisanya hanya membeli voucer WiFi, baru bisa terhubung internet dan berkomunikasi,” tambah Fahrur Rozi, salah seorang operator sekolah di lembaga tersebut.

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/