alexametrics
26.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Tumbuhkan Kecintaan Anak Pada Megalitikum

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID – Bondowoso selama ini dikenal sebagai salah satu kabupaten yang kaya akan peninggalan megalitikum. Dan sejak beberapa tahun terakhir, upaya pelestariannya terus digaungkan.

Seperti yang dilakukan sekelompok mahasiswa Universitas Jember (Unej) yang tengah mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Wonosuko Kecamatan Tamanan.

“Kebetulan momennya berbarengan dengan Hari Anak Nasional (HAN) kemarin. Jadi kita selama empat hari menggelar semacam kumpul-kumpul bareng adik-adik di sini, untuk menumbuhkan kecintaan mereka terhadap benda-benda peninggalan era Megalitikum yang tidak ternilai harganya,” ujar Misbahul Ilham, salah satu mahasiswa yang menjadi fasilitator kegiatan tersebut bersama rekan-rekannya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebelum mengadakan kegiatan bercengkerama dengan anak-anak Desa Wonosuko, para mahasiswa tersebut terlebih dulu mengadakan survei pendahuluan bersama Fajriyanto, juru pelihara benda-benda Megalitikum di Desa Wonosuko yang ditunjuk oleh Seksi Kesejarahan dan Purbakala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso.

“Hampir 80 persen anak SD di sini ternyata banyak yang belum tahu tentang apa itu benda-benda megalitikum termasuk yang ada di desanya. Kami juga lakukan survei pendataan benda-benda megalitikum termasuk di titik-titik yang sulit dijangkau untuk dokumentasi dan pendataan,” ujar mahasiswa Fakultas Hukum Unej ini.

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID – Bondowoso selama ini dikenal sebagai salah satu kabupaten yang kaya akan peninggalan megalitikum. Dan sejak beberapa tahun terakhir, upaya pelestariannya terus digaungkan.

Seperti yang dilakukan sekelompok mahasiswa Universitas Jember (Unej) yang tengah mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Wonosuko Kecamatan Tamanan.

“Kebetulan momennya berbarengan dengan Hari Anak Nasional (HAN) kemarin. Jadi kita selama empat hari menggelar semacam kumpul-kumpul bareng adik-adik di sini, untuk menumbuhkan kecintaan mereka terhadap benda-benda peninggalan era Megalitikum yang tidak ternilai harganya,” ujar Misbahul Ilham, salah satu mahasiswa yang menjadi fasilitator kegiatan tersebut bersama rekan-rekannya.

Sebelum mengadakan kegiatan bercengkerama dengan anak-anak Desa Wonosuko, para mahasiswa tersebut terlebih dulu mengadakan survei pendahuluan bersama Fajriyanto, juru pelihara benda-benda Megalitikum di Desa Wonosuko yang ditunjuk oleh Seksi Kesejarahan dan Purbakala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso.

“Hampir 80 persen anak SD di sini ternyata banyak yang belum tahu tentang apa itu benda-benda megalitikum termasuk yang ada di desanya. Kami juga lakukan survei pendataan benda-benda megalitikum termasuk di titik-titik yang sulit dijangkau untuk dokumentasi dan pendataan,” ujar mahasiswa Fakultas Hukum Unej ini.

RADARJEMBER.ID – Bondowoso selama ini dikenal sebagai salah satu kabupaten yang kaya akan peninggalan megalitikum. Dan sejak beberapa tahun terakhir, upaya pelestariannya terus digaungkan.

Seperti yang dilakukan sekelompok mahasiswa Universitas Jember (Unej) yang tengah mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Wonosuko Kecamatan Tamanan.

“Kebetulan momennya berbarengan dengan Hari Anak Nasional (HAN) kemarin. Jadi kita selama empat hari menggelar semacam kumpul-kumpul bareng adik-adik di sini, untuk menumbuhkan kecintaan mereka terhadap benda-benda peninggalan era Megalitikum yang tidak ternilai harganya,” ujar Misbahul Ilham, salah satu mahasiswa yang menjadi fasilitator kegiatan tersebut bersama rekan-rekannya.

Sebelum mengadakan kegiatan bercengkerama dengan anak-anak Desa Wonosuko, para mahasiswa tersebut terlebih dulu mengadakan survei pendahuluan bersama Fajriyanto, juru pelihara benda-benda Megalitikum di Desa Wonosuko yang ditunjuk oleh Seksi Kesejarahan dan Purbakala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso.

“Hampir 80 persen anak SD di sini ternyata banyak yang belum tahu tentang apa itu benda-benda megalitikum termasuk yang ada di desanya. Kami juga lakukan survei pendataan benda-benda megalitikum termasuk di titik-titik yang sulit dijangkau untuk dokumentasi dan pendataan,” ujar mahasiswa Fakultas Hukum Unej ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/