alexametrics
30.3 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Dimediasi, Ortu Nikholai Tidak Hadir

Pertanggungjawaban Sekolah Belum Bisa Dibahas

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG RADARJEMBER.ID – Langkah cepat Dinas Pendidikan untuk memediasi pihak sekolah dan orang tua Nikholai gagal. Orang tua Nikholai tidak hadir. Akibatnya, pertanggungjawaban yang bakal dipenuhi sekolah untuk biaya cidera tak bisa dibahas.
Pihak sekolah dan yayasan hadir dalam mediasi yang dijadwal jam 08.00 Wib di kantor Dinas Pendidikan itu. Ada dua orang yang hadir. Satu dari sekolah dihadiri kasek Wike, satunya dari pihak yayasan yang dihadiri Feri.

Pertemuan yang dimediasi Sekdin, Agus Salim itu terpaksa menunggu satu jam lebih. Baru sekitar jam 09.00 diputuskan untuk dijadwal ulang. Sebab, orang tua Nikholai, yakni Novan tidak hadir. Juga tidak ada alasan jelas dari ketidakhadirannya.

Pihak sekolah dan dinas sempat membahasnya. Agus Salim mengakui TK tersebut dikenal luar biasa dalam sistem keamanan muridnya. Bayangkan saja, satu kelas hanya diisi 7 murid yang dijaga seorang guru. Satu-satunya se Lumajang hanya Happy Holly Kids.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di pihak lain, dinas juga memaklumi sikap orang tua yang trauma dan menutup diri. Mereka belum bisa menerima kenyataan yang menimpa Nikho adalah sebuah musibah. “Tapi kalau tertutup begini juga kesulitan,” tambahnya.

Kabar yang didapat dinas, orang tua hanya mau ditemui kalau seluruh biaya operasi beserta biaya pemulihan ditanggung pihak sekolah. Padahal sekolah tersebut sudah berupaya memintarkan anaknya. “Ini yang sulit. Tidak bisa begitu juga. Sekolah juga terbatas, sekolah bukan perusahaan. Dan sekolah dalam hal ini juga tidak salah-salah amat,” tambahnya

- Advertisement -

LUMAJANG RADARJEMBER.ID – Langkah cepat Dinas Pendidikan untuk memediasi pihak sekolah dan orang tua Nikholai gagal. Orang tua Nikholai tidak hadir. Akibatnya, pertanggungjawaban yang bakal dipenuhi sekolah untuk biaya cidera tak bisa dibahas.
Pihak sekolah dan yayasan hadir dalam mediasi yang dijadwal jam 08.00 Wib di kantor Dinas Pendidikan itu. Ada dua orang yang hadir. Satu dari sekolah dihadiri kasek Wike, satunya dari pihak yayasan yang dihadiri Feri.

Pertemuan yang dimediasi Sekdin, Agus Salim itu terpaksa menunggu satu jam lebih. Baru sekitar jam 09.00 diputuskan untuk dijadwal ulang. Sebab, orang tua Nikholai, yakni Novan tidak hadir. Juga tidak ada alasan jelas dari ketidakhadirannya.

Pihak sekolah dan dinas sempat membahasnya. Agus Salim mengakui TK tersebut dikenal luar biasa dalam sistem keamanan muridnya. Bayangkan saja, satu kelas hanya diisi 7 murid yang dijaga seorang guru. Satu-satunya se Lumajang hanya Happy Holly Kids.

Di pihak lain, dinas juga memaklumi sikap orang tua yang trauma dan menutup diri. Mereka belum bisa menerima kenyataan yang menimpa Nikho adalah sebuah musibah. “Tapi kalau tertutup begini juga kesulitan,” tambahnya.

Kabar yang didapat dinas, orang tua hanya mau ditemui kalau seluruh biaya operasi beserta biaya pemulihan ditanggung pihak sekolah. Padahal sekolah tersebut sudah berupaya memintarkan anaknya. “Ini yang sulit. Tidak bisa begitu juga. Sekolah juga terbatas, sekolah bukan perusahaan. Dan sekolah dalam hal ini juga tidak salah-salah amat,” tambahnya

LUMAJANG RADARJEMBER.ID – Langkah cepat Dinas Pendidikan untuk memediasi pihak sekolah dan orang tua Nikholai gagal. Orang tua Nikholai tidak hadir. Akibatnya, pertanggungjawaban yang bakal dipenuhi sekolah untuk biaya cidera tak bisa dibahas.
Pihak sekolah dan yayasan hadir dalam mediasi yang dijadwal jam 08.00 Wib di kantor Dinas Pendidikan itu. Ada dua orang yang hadir. Satu dari sekolah dihadiri kasek Wike, satunya dari pihak yayasan yang dihadiri Feri.

Pertemuan yang dimediasi Sekdin, Agus Salim itu terpaksa menunggu satu jam lebih. Baru sekitar jam 09.00 diputuskan untuk dijadwal ulang. Sebab, orang tua Nikholai, yakni Novan tidak hadir. Juga tidak ada alasan jelas dari ketidakhadirannya.

Pihak sekolah dan dinas sempat membahasnya. Agus Salim mengakui TK tersebut dikenal luar biasa dalam sistem keamanan muridnya. Bayangkan saja, satu kelas hanya diisi 7 murid yang dijaga seorang guru. Satu-satunya se Lumajang hanya Happy Holly Kids.

Di pihak lain, dinas juga memaklumi sikap orang tua yang trauma dan menutup diri. Mereka belum bisa menerima kenyataan yang menimpa Nikho adalah sebuah musibah. “Tapi kalau tertutup begini juga kesulitan,” tambahnya.

Kabar yang didapat dinas, orang tua hanya mau ditemui kalau seluruh biaya operasi beserta biaya pemulihan ditanggung pihak sekolah. Padahal sekolah tersebut sudah berupaya memintarkan anaknya. “Ini yang sulit. Tidak bisa begitu juga. Sekolah juga terbatas, sekolah bukan perusahaan. Dan sekolah dalam hal ini juga tidak salah-salah amat,” tambahnya

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/