alexametrics
31.6 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Butuh Bimbingan untuk bisa Menulis

Targetkan Bisa Hasilkan Karya

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Gerakan literasi terus digalakkan. Di antara potensi besar untuk mengembangkan literasi adalah dari profesi guru. Untuk mendorong geliat literasi, diadakanlah pelatihan menulis.

Abdul Khamid, ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jember mengungkapkan, guru merupakan figur literasi utama untuk siswa- siswi di sekolah. Dalam prosesnya, para guru juga masih membutuhkan pendampingan untuk dapat menulis hingga mengahasilkan karya. Sebab, sebuah proses menulis tidak hanya bertumpu pada aturan dan intruksi saja. “Nanti para guru dapat memberikan pelajaran untuk anak didiknya menjadi penulis,” ungkap Abdul Khamid, Minggu (25/4).

Pelatihan menulis yang menyasar para guru baik swasta maupun negeri ini diikuti 40-50 guru. Secara teknis bimbingan kepenulisan guru ini dilakukan secara online mapun offline selama 3 hari. Dalam pelaksanaannya, mayoritas guru menginginkan untuk dapat menghasilkan tulisan dalam bentuk buku.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, pelaksanaannya tak semudah yang dibayangkan. Sering kali kendala datang ketika memulai penulisan. “Kendalanya beragam. Ada yang mulai menulis, ada pula yang menentukan ide apa yang harus ditulis,” sambung Abdul Khamid.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Gerakan literasi terus digalakkan. Di antara potensi besar untuk mengembangkan literasi adalah dari profesi guru. Untuk mendorong geliat literasi, diadakanlah pelatihan menulis.

Abdul Khamid, ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jember mengungkapkan, guru merupakan figur literasi utama untuk siswa- siswi di sekolah. Dalam prosesnya, para guru juga masih membutuhkan pendampingan untuk dapat menulis hingga mengahasilkan karya. Sebab, sebuah proses menulis tidak hanya bertumpu pada aturan dan intruksi saja. “Nanti para guru dapat memberikan pelajaran untuk anak didiknya menjadi penulis,” ungkap Abdul Khamid, Minggu (25/4).

Pelatihan menulis yang menyasar para guru baik swasta maupun negeri ini diikuti 40-50 guru. Secara teknis bimbingan kepenulisan guru ini dilakukan secara online mapun offline selama 3 hari. Dalam pelaksanaannya, mayoritas guru menginginkan untuk dapat menghasilkan tulisan dalam bentuk buku.

Namun, pelaksanaannya tak semudah yang dibayangkan. Sering kali kendala datang ketika memulai penulisan. “Kendalanya beragam. Ada yang mulai menulis, ada pula yang menentukan ide apa yang harus ditulis,” sambung Abdul Khamid.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Gerakan literasi terus digalakkan. Di antara potensi besar untuk mengembangkan literasi adalah dari profesi guru. Untuk mendorong geliat literasi, diadakanlah pelatihan menulis.

Abdul Khamid, ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jember mengungkapkan, guru merupakan figur literasi utama untuk siswa- siswi di sekolah. Dalam prosesnya, para guru juga masih membutuhkan pendampingan untuk dapat menulis hingga mengahasilkan karya. Sebab, sebuah proses menulis tidak hanya bertumpu pada aturan dan intruksi saja. “Nanti para guru dapat memberikan pelajaran untuk anak didiknya menjadi penulis,” ungkap Abdul Khamid, Minggu (25/4).

Pelatihan menulis yang menyasar para guru baik swasta maupun negeri ini diikuti 40-50 guru. Secara teknis bimbingan kepenulisan guru ini dilakukan secara online mapun offline selama 3 hari. Dalam pelaksanaannya, mayoritas guru menginginkan untuk dapat menghasilkan tulisan dalam bentuk buku.

Namun, pelaksanaannya tak semudah yang dibayangkan. Sering kali kendala datang ketika memulai penulisan. “Kendalanya beragam. Ada yang mulai menulis, ada pula yang menentukan ide apa yang harus ditulis,” sambung Abdul Khamid.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/