alexametrics
24.8 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Bantuan Operasional Sekolah Daerah Tiada, Ada Penggantinya

- Bupati Hendy Lakukan Serap Aspirasi

- Minta Pengerjaan Jembatan Maksimal

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bagaimana pun lembaga pendidikan menjadi tempat menimba ilmu yang layak untuk terus diperhatikan. Bukan saja soal bangunan fisik maupun fasilitas sekolah. Namun, tenaga pendidik maupun siswa juga perlu diperhatikan agar proses belajar mengajar semakin sempurna.

Baca Juga : Komplotan Penipu Catut Kepala Dispendik Jember, Sasar Kepala Sekolah

Salah satu yang cukup menarik dalam acara rutin Jember Hadir untuk Rakyat (J-HUR) di Rambipuji yakni mengenai tiadanya Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda). Apalagi, BOS dari pemerintah pusat juga telah dialihkan ke yang lain. Nah, soal Bosda ini menjadi bahasan menarik dalam kunjungan Bupati Jember Hendy Siswanto, kemarin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pria yang masa mudanya juga gemar bermain gitar itu menyebut, Bosda memang tidak ada. Itu terjadi sejak awal dirinya menjabat. “Bosda itu memang sudah tidak ada, tapi ada penggantinya,” katanya.

Namun demikian, pemerintah juga memberikan banyak bantuan kepada warga. Salah satu penggantinya adalah bantuan untuk para guru mengaji. Kendati Bosda tidak ada, suami Ketua TP PKK Jember Kasih Fajarini itu mengaku akan mendalaminya. “Saya juga tertarik jika ada bantuan semacam Bosda untuk tenaga pendidik,” ungkapnya.

Nantinya, pihaknya akan mencarikan solusi, termasuk regulasi yang pas untuk merealisasikan hal tersebut. Sebab, dia menegaskan bahwa Bosda tergolong bantuan yang asyik.

Seperti diketahui, para guru di sekolah-sekolah tidak semuanya menjadi PNS atau PPPK. Sebagian besar juga ada yang honorer. Oleh karena itu, program mengenai Bosda itu pun akan dikaji lebih dalam lagi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bagaimana pun lembaga pendidikan menjadi tempat menimba ilmu yang layak untuk terus diperhatikan. Bukan saja soal bangunan fisik maupun fasilitas sekolah. Namun, tenaga pendidik maupun siswa juga perlu diperhatikan agar proses belajar mengajar semakin sempurna.

Baca Juga : Komplotan Penipu Catut Kepala Dispendik Jember, Sasar Kepala Sekolah

Salah satu yang cukup menarik dalam acara rutin Jember Hadir untuk Rakyat (J-HUR) di Rambipuji yakni mengenai tiadanya Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda). Apalagi, BOS dari pemerintah pusat juga telah dialihkan ke yang lain. Nah, soal Bosda ini menjadi bahasan menarik dalam kunjungan Bupati Jember Hendy Siswanto, kemarin.

Pria yang masa mudanya juga gemar bermain gitar itu menyebut, Bosda memang tidak ada. Itu terjadi sejak awal dirinya menjabat. “Bosda itu memang sudah tidak ada, tapi ada penggantinya,” katanya.

Namun demikian, pemerintah juga memberikan banyak bantuan kepada warga. Salah satu penggantinya adalah bantuan untuk para guru mengaji. Kendati Bosda tidak ada, suami Ketua TP PKK Jember Kasih Fajarini itu mengaku akan mendalaminya. “Saya juga tertarik jika ada bantuan semacam Bosda untuk tenaga pendidik,” ungkapnya.

Nantinya, pihaknya akan mencarikan solusi, termasuk regulasi yang pas untuk merealisasikan hal tersebut. Sebab, dia menegaskan bahwa Bosda tergolong bantuan yang asyik.

Seperti diketahui, para guru di sekolah-sekolah tidak semuanya menjadi PNS atau PPPK. Sebagian besar juga ada yang honorer. Oleh karena itu, program mengenai Bosda itu pun akan dikaji lebih dalam lagi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bagaimana pun lembaga pendidikan menjadi tempat menimba ilmu yang layak untuk terus diperhatikan. Bukan saja soal bangunan fisik maupun fasilitas sekolah. Namun, tenaga pendidik maupun siswa juga perlu diperhatikan agar proses belajar mengajar semakin sempurna.

Baca Juga : Komplotan Penipu Catut Kepala Dispendik Jember, Sasar Kepala Sekolah

Salah satu yang cukup menarik dalam acara rutin Jember Hadir untuk Rakyat (J-HUR) di Rambipuji yakni mengenai tiadanya Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda). Apalagi, BOS dari pemerintah pusat juga telah dialihkan ke yang lain. Nah, soal Bosda ini menjadi bahasan menarik dalam kunjungan Bupati Jember Hendy Siswanto, kemarin.

Pria yang masa mudanya juga gemar bermain gitar itu menyebut, Bosda memang tidak ada. Itu terjadi sejak awal dirinya menjabat. “Bosda itu memang sudah tidak ada, tapi ada penggantinya,” katanya.

Namun demikian, pemerintah juga memberikan banyak bantuan kepada warga. Salah satu penggantinya adalah bantuan untuk para guru mengaji. Kendati Bosda tidak ada, suami Ketua TP PKK Jember Kasih Fajarini itu mengaku akan mendalaminya. “Saya juga tertarik jika ada bantuan semacam Bosda untuk tenaga pendidik,” ungkapnya.

Nantinya, pihaknya akan mencarikan solusi, termasuk regulasi yang pas untuk merealisasikan hal tersebut. Sebab, dia menegaskan bahwa Bosda tergolong bantuan yang asyik.

Seperti diketahui, para guru di sekolah-sekolah tidak semuanya menjadi PNS atau PPPK. Sebagian besar juga ada yang honorer. Oleh karena itu, program mengenai Bosda itu pun akan dikaji lebih dalam lagi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/