Mengenal Wisudawan Teladan Faperta Unmuh Jember

RADARJEMBER.ID – Lulus dengan status cumlaude tentu menjadi impian dari setiap mahasiswa. Apalagi ketika mendapat predikat sebagai wisudawan teladan. Kedua hal tersebut diraih oleh Abdul Jalil  dari Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah (Faperta Unmuh ) Jember. Hari ini Abdul Jalil  jalani prosesi wisuda bersama 787 mahasiswa Sabtu (25/8).

IKLAN

Istilah kupu-kupu (kuliah-pulang) tidak ada di dalam kamus Abdul Jalil. Dia memanfaatkan masa kuliahnya dengan sangat produktif. Berbagai kegiatan kepanitiaan kampus pernah diikutinya seperti menjadi tim supporting soft skill center tingkat universitas. Tidak hanya itu, Abdul Jalil juga aktif dalam mengikuti berbagai lomba dan kegiatan pengabdian masyarakat.

Tahun 2016, juara satu lomba video dokumenter se-Jember, lomba KTI Provinsi Jatim, serta juga telah ditunjuk sebagai tim pendamping mahasiswa program IPTEK Bagi Mitra kerja sama antara Unmuh Jember dengan Kemenristekdikti 2017 hingga sekarang.

Dia lahir dari keluarga berlatar belakang petani. Putra dari Fauddin dan Hofiyatun itu terus mencoba memberikan penghargaan yang terbaik kedua orang tercinta. “Saya sangat termotivasi dari Bapak tercinta, saya ingin menjadi petani berdasi yang memberikan kontribusi banyak untuk masyarakat dan mengabdi untuk masyarakat,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai tips and trick sampai bisa menjadi wisudawan teladan, Abdul Jalil mengatakan bahwa dia selalu do the best. Dalam segala hal amanah telaten. Tidak menunda nunda pekerjaan apa pun. Memanfaatkan waktu kuliah sebaik mungkin dan goal achievement yang harus dicapai dengan matang. Kemudian do the best dalam setiap langkahnya.

Menurut dia, belajar berorganisasi itu penting sebagai pendukung akademik yang memberikan manfaat luar biasa. “Kegiatan organisasi yang saya ikuti yakni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jember telah memberikan kontribusi luar biasa dalam sejarah hidup ini,” ujarnya.

Dia mampu membuka peluang dengan belajar menganalisis dan manajemen diri melalui organisasi, dan membuktikan bahwa seorang organisatoris itu mampu membuktikan prestasi yang luar biasa. Dia mengibaratkan  akademik  bagaikan pistol dan organisasi sebagai sebuah peluru yang bias memberikan dampak luar biasa bagi penerimannya. Sehingga menurut Abdul Jalil tidak bisa hanya mengandalkan akademik tapi juga organisasi sebagai goal untuk masa depan.

Editor : Narto
Editor Bahasa: Yerri A Aji

Reporter :

Fotografer :

Editor :