alexametrics
30.5 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Polije Cetak Lulusan Berkompetensi Lewat Uji Kompetensi

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER. ID – Targetkan cetak lulusan berkualitas, Politeknik Negeri Jember (Polije) gelar uji kompetensi yang ke 15. Polije termasuk pendidikan vokasi yang mencetak sumber daya manusia terampil yang sangat dibutuhkan dunia industri. Karena itulah, uji kompetensi sebelum kelulusan menjadi sebuah keharusan.

Kegiatan itu dilakukan dengan enam judul skema. Yaitu, Pengeringan Bahan Pangan (TIP), Pengolahan Buah dan Sayur (TIP), Teknisi Madya mekanisasi budidaya Pertanian (TEP), Network Administrator Madya (TKK), Penyuluh Pertanian Fasilitator (MNA), dan Fasilitator Pertanian Organik Tanaman (PTH). Semua egiatan dilakukan di kampus Polije (20/7/2019).

”Pelaksanaan berjalan lancar dengan dilakukan pengujian kompetensi sebanyak 446 sesi,” kata Direktur Polije Saiful Anwar menjelaskan, Uji Kompetensi merupakan pengakuan akan pengetahuan, ketrampilan dan sikap terhadap bidang keahlian sesuai skema yang telah ditetapkan oleh LSP Pihak Pertama dan dilisensi oleh BNSP.

Mobile_AP_Rectangle 2

Saat ini, LSP Pihak Pertama sudah mempunyai 33 skema sertifikasi. “Lulusan yang sudah tersertifikasi, akan mempunyai daya saing yang lebih tinggi baik di industri, pemerintahan dan masyarakat,” tegasnya.

Direktur Polije ini menuturkan, setiap lulusan Polije disamping akan mendapatkan ijasah juga ditargetkan memegang sertifikat kompetensi bidang. Sertifikat ini diterbitkan LSP pihak pertama. Yakni sertifikat kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Internasional (TOEIC) dan microsoft sebagai Surat Keterangan Pendamping Ijasah (SKPI).

- Advertisement -

RADARJEMBER. ID – Targetkan cetak lulusan berkualitas, Politeknik Negeri Jember (Polije) gelar uji kompetensi yang ke 15. Polije termasuk pendidikan vokasi yang mencetak sumber daya manusia terampil yang sangat dibutuhkan dunia industri. Karena itulah, uji kompetensi sebelum kelulusan menjadi sebuah keharusan.

Kegiatan itu dilakukan dengan enam judul skema. Yaitu, Pengeringan Bahan Pangan (TIP), Pengolahan Buah dan Sayur (TIP), Teknisi Madya mekanisasi budidaya Pertanian (TEP), Network Administrator Madya (TKK), Penyuluh Pertanian Fasilitator (MNA), dan Fasilitator Pertanian Organik Tanaman (PTH). Semua egiatan dilakukan di kampus Polije (20/7/2019).

”Pelaksanaan berjalan lancar dengan dilakukan pengujian kompetensi sebanyak 446 sesi,” kata Direktur Polije Saiful Anwar menjelaskan, Uji Kompetensi merupakan pengakuan akan pengetahuan, ketrampilan dan sikap terhadap bidang keahlian sesuai skema yang telah ditetapkan oleh LSP Pihak Pertama dan dilisensi oleh BNSP.

Saat ini, LSP Pihak Pertama sudah mempunyai 33 skema sertifikasi. “Lulusan yang sudah tersertifikasi, akan mempunyai daya saing yang lebih tinggi baik di industri, pemerintahan dan masyarakat,” tegasnya.

Direktur Polije ini menuturkan, setiap lulusan Polije disamping akan mendapatkan ijasah juga ditargetkan memegang sertifikat kompetensi bidang. Sertifikat ini diterbitkan LSP pihak pertama. Yakni sertifikat kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Internasional (TOEIC) dan microsoft sebagai Surat Keterangan Pendamping Ijasah (SKPI).

RADARJEMBER. ID – Targetkan cetak lulusan berkualitas, Politeknik Negeri Jember (Polije) gelar uji kompetensi yang ke 15. Polije termasuk pendidikan vokasi yang mencetak sumber daya manusia terampil yang sangat dibutuhkan dunia industri. Karena itulah, uji kompetensi sebelum kelulusan menjadi sebuah keharusan.

Kegiatan itu dilakukan dengan enam judul skema. Yaitu, Pengeringan Bahan Pangan (TIP), Pengolahan Buah dan Sayur (TIP), Teknisi Madya mekanisasi budidaya Pertanian (TEP), Network Administrator Madya (TKK), Penyuluh Pertanian Fasilitator (MNA), dan Fasilitator Pertanian Organik Tanaman (PTH). Semua egiatan dilakukan di kampus Polije (20/7/2019).

”Pelaksanaan berjalan lancar dengan dilakukan pengujian kompetensi sebanyak 446 sesi,” kata Direktur Polije Saiful Anwar menjelaskan, Uji Kompetensi merupakan pengakuan akan pengetahuan, ketrampilan dan sikap terhadap bidang keahlian sesuai skema yang telah ditetapkan oleh LSP Pihak Pertama dan dilisensi oleh BNSP.

Saat ini, LSP Pihak Pertama sudah mempunyai 33 skema sertifikasi. “Lulusan yang sudah tersertifikasi, akan mempunyai daya saing yang lebih tinggi baik di industri, pemerintahan dan masyarakat,” tegasnya.

Direktur Polije ini menuturkan, setiap lulusan Polije disamping akan mendapatkan ijasah juga ditargetkan memegang sertifikat kompetensi bidang. Sertifikat ini diterbitkan LSP pihak pertama. Yakni sertifikat kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Internasional (TOEIC) dan microsoft sebagai Surat Keterangan Pendamping Ijasah (SKPI).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/