Polije Cetak Lulusan Berkompetensi Lewat Uji Kompetensi

CETAK SUMBERDAYA TERAMPIL: Uji kompetensi sebelum kelulusan menjadi sebuah keharusan, bagi mahasiswa Polije.

RADARJEMBER. ID – Targetkan cetak lulusan berkualitas, Politeknik Negeri Jember (Polije) gelar uji kompetensi yang ke 15. Polije termasuk pendidikan vokasi yang mencetak sumber daya manusia terampil yang sangat dibutuhkan dunia industri. Karena itulah, uji kompetensi sebelum kelulusan menjadi sebuah keharusan.

IKLAN

Kegiatan itu dilakukan dengan enam judul skema. Yaitu, Pengeringan Bahan Pangan (TIP), Pengolahan Buah dan Sayur (TIP), Teknisi Madya mekanisasi budidaya Pertanian (TEP), Network Administrator Madya (TKK), Penyuluh Pertanian Fasilitator (MNA), dan Fasilitator Pertanian Organik Tanaman (PTH). Semua egiatan dilakukan di kampus Polije (20/7/2019).

”Pelaksanaan berjalan lancar dengan dilakukan pengujian kompetensi sebanyak 446 sesi,” kata Direktur Polije Saiful Anwar menjelaskan, Uji Kompetensi merupakan pengakuan akan pengetahuan, ketrampilan dan sikap terhadap bidang keahlian sesuai skema yang telah ditetapkan oleh LSP Pihak Pertama dan dilisensi oleh BNSP.

Saat ini, LSP Pihak Pertama sudah mempunyai 33 skema sertifikasi. “Lulusan yang sudah tersertifikasi, akan mempunyai daya saing yang lebih tinggi baik di industri, pemerintahan dan masyarakat,” tegasnya.

Direktur Polije ini menuturkan, setiap lulusan Polije disamping akan mendapatkan ijasah juga ditargetkan memegang sertifikat kompetensi bidang. Sertifikat ini diterbitkan LSP pihak pertama. Yakni sertifikat kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Internasional (TOEIC) dan microsoft sebagai Surat Keterangan Pendamping Ijasah (SKPI).

Setelah melakukan uji kompetensi nantinya, mahasiswa akan dinyatakan kompeten atau belum kompeten. Sertifikat kompetensi nantinya sebagai sebagai sertifikat pendamping ijasah.

Uji Kompetensi berperan untuk menjamin tercapainya tujuan pembinaan dan pengembangan SDM yang kompeten sebagaimana yang diinginkan. Pengakuan akan kompetensi SDM, dapat dipergunakan sebagai acuan pelatihan kerja dan sertifikasi kompetensi yang dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh unsur pemangku kepentingan.

“Kami akan konsisten menyelenggarakan uji kompetensi. Khususnya bagi mahasiswa Polije dengan 33 skema uji kompetensi, sebelum mereka lulus,” tandas Liliek Dwi Soelaksini, Ketua LSP Pihak Pertama Polije.

Uji kompetensi ini, LSP Pihak Pertama Polije sudah menyelenggarakan Uji Kompetensi dengan jumlah sesi sebanyak 2.783 mahasiswa. Tahun 2019, ditargetkan akan menyelenggrakan empat kali uji kompetensi lagi dengan target 904 mahasiswa.

Reporter : Nurul Azizah

Fotografer : Istimewa

Editor : Hadi Sumarsono